
Dikantor shilla terus menempel pada Fadhil, membuat karyawan lain terlihat iri dan berbisik bisik membicarakan keduanya.
Shila masa bodoh dengan ucapan para karyawan kantor justru merasa bangga karena dia merasa telah memiliki Fadhil yang notaben nya adalah Ceo ditempat Shila bekerja, hanya karena Fadhil menjadikan nya teman tidur .
Padahal Fadhil hanya memanfaatkan Shilla tanpa menggunakan perasaan namun mungkin Shila berharap lebih.
Sedangkan itu Fadhil yang kini berada di ruangan nya merasa sedikit kacau pikiranya.
Ya dia teringat sania, meskipun dari awal ia tidak pernah serius dengan Sania tapi sudah banyak kenangan yang mereka lalui selama 6 bulan lamanya.
Terdiam dalam lamunannya , Fadhil terkejut karena suara ketukan pintu yang membuyarkan lamunan nya.
"Permisi pak , saya membawa berkas yang harus bapak tanda tangani " ucap Fani sekertaris fadhil yang baru saja mengetuk pintu kemudian memasuki ruangan Fadhil.
Fadhil melihat kearah Fani, yang menurut Fadhil pakaian Fani sedikit menggoda Fadhil.
Dress warna maroon diatas lutut dengan blezer warna hitam yang melekat ditubuh putih Fani memang menggoda apalagi bagian dada berbentuk vneck yang sedikit memperlihatkan garis dada fani, pria manapun akan tergoda termasuk Fadhil bos Fani yang sedari tadi melihat tanda minat dengan Fani.
Fadhil berjalan mendekati Fani yang menampilkan senyum yang menggoda.
Fani merasa ia telah berhasil menggoda bosnya itu.
"Apa malam ini kamu free" ucap Fadhil sambil meniup telinga Fani membuat Fani merinding dan Fani hanya menngangguk paham dengan maksud Fadhil.
"Saya ingin kamu malam ini"jelas Fadhil sambil mengelus rambut Fani lembut.
Fani terlihat menyeringai "bukankan bapak sedang dekat dengan Shila?? Saya tidak ingin Shila berpikir saya merebut bapak dari Shila " ucap Fany pelan namun dengan suara sensual.
Sebenarnya Fani tau hubungan seperti apa antara bosnya dan shilla itu, hanya saja Fani ingin memperjelas kalau Shila hanya bahan pemuas nafsu bos nya itu.
Dia hanya ingin Shila sadar diri akan statusnya.
"Jadi kamu menolak saya????"ucap Fadhil mengelus pipi lembut Fani.
"Mana saya berani menolak bapak, selama tidak menganggu hubungan bapak dan Shila saya selalu welcome buat bapak " jawab Fani sambil mencium bibir Fadhil.
"Kamu cukup tau hubungan seperti apa saya dan Shila jadi tak perlu kamu merasa bersalah karena saya memang bukan kekasih shila,!!! nanti saya tunggu kamu dibawah kita akan bersenang senang diapartemen sayang" ucap Fadhil menyeringai.
"Baik pak saya permisi"Fani keluar dengan raut wajah yang bahagia karena berhasil menggoda bosnya.
"Malam ini Lo bakal tau posisi Lo Shila "gumam Fani sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
Fani memang kesal dengan shilla karena semenjak dekat dengan pak Fadhil Shila terlihat sombong dan sok berkuasa dikantor.
™™™
Malam ini jam pulang sudah tiba, Fani terlihat sibuk membereskan tempat kerjanya karena memang sudah jam pulang kerja.
Terlihat Fadhil keluar dari ruangan nya dan mendekati meja kerja Fani.
"Saya tunggu kamu dimobil"ucap Fadhil sambil berjalan kearah lift tanpa menunggu jawaban dari fani.
Fani terlihat sumringah, dia merasa berhasil menggoda bos nya padahal Fani pikir Fadhil tidak serius dengan ucapanya nyatanya Fadhil sangat serius.
Selesai membereskan peralatan kerjanya Fani bergegas mengambil tas nya dan Fani berjalan mengikuti Fadhil dari belakang.
Shilla yang sedari tadi berdiri disamping mobil Fadhil terlihat sedang memoles bibirnya dengan lipstik warna pink.
Tak lupa memoles wajahnya dengan bedak agar terlihat lebih segar.
"Sudah cantik!!!"gumam shilla sambil melihat kearah kaca kecil yang selalu ia bawa kemanapun.
Diliriknya jam tangan sudah jam 8malam sebentar lagi Fadhil pasti sampai parkiran.
"Ngapain kamu disini" tanya Fadhil sedikit ketus pada shilla membuat Shilla sangat terkejut.
Mulut shilla sedikit terbuka merasa tak percaya mendengar pertanyaan ketus fadhil.
"Saya menunggu bapak seperti biasa.."jawab shilla sedikit ragu dan tanpa ada embel embel bee seperti yang selalu ia ucapkan saat berdua dengan Fadhil.
"Pulang saja, saya sudah ditemani Fani"kata Fadhil sambil memberikan uang 3lembar ratusan ribu kemudian mengatakan "buat ongkos Taksi " imbuh Fadhil.
Shilla cukup terkejut dengan perlakuan fadhil, hatinya merasa sakit, dia sudah seperti perempuan bayaran padahal bukan ini yang Shila inginkan, Shila hanya ingin selalu bersama Fadhil seperti sepasang kekasih pada umumnya.
"Maksud bapak apa??" Tanya Shila sambil mengembalikan uang ketangan Fadhil tanda menolak uang Dari Fadhil.
"Memang kurang jelas pernyataan saya, intinya saya sudah bosan sama kamu jadi kamu jangan ganggu saya lagi, saya pengen senang senang dengan Fani" ucap Fadhil dengan nada sinis.
Plakkkkk...
Shilla menampar Fadhil cukup keras.
"Gila kamu ya, kamu pikir kamu siapa bisa nampar saya seenaknya, mau kamu saya pecat!!!"ancam Fadhil tak terima karena ditampar oleh shila.
__ADS_1
"Saya nggak peduli bapak mau pecat saya, silahkan karena memang tamparan itu pantes buat bapak!!!"ucap shilla sambil berlalu pergi.
Fani yang sedari tadi dibelakang Fadhil hanya bisa tersenyum sinis ke arah shilla.
Dia merasa puas bisa membuat shilla sadar diri akan posisinya.
"Rasain Lo,,songgong sih jadi cewek"batin Fani bangga.
"Bapak nggak apa apa ???" tanya Fani dengan Raut wajah khawatir kemudian memegang lembut wajah bekas tamparan dari shila tadi.
"Sudahlah ... lebih baik segera masuk mobil, aku sudah tak sabar ingin memakanmu!!!" ucap Fadhil membukakan pintu untuk Fani.
"saya juga sudah tak sabar ingin memuaskan bapak" ucap Fani yang kini sudah duduk di kursi penumpang samping Fadhil yang menyetir mobilnya.
"Jangan memanggilku bapak, cukup panggil Fadhil saja !!!' protes Fadhil sambil melajukan mobilnya.
"Saya merasa tak sopan jika harus memanggil bapak dengan nama " ucap Fani.
"Tak masalah asal kamu tak menampar saya seperti shila tadi" ucap Fadhil.
"Tentu saja saya tidak berani melakukan itu pak..." ucap Fani.
"Wahh.. kamu nampak seperti gadis lembut... sepertinya nanti saya juga harus bermain lembut..." ucap Fadhil nampak menyerigai.
"Bukankah bapak pernah mencoba nya ???" ucap Fani menginggatkan Fadhil.
"Ahh iya... kamu lebih keras dari kelihatannya yaa..!!!" ucap Fadhil.
"Kita lihat saja sayang...kali ini kamu harus bisa memuaskan saya " ucap Fadhil.
"Bukankah saya selalu membuat bapak puas ??? ucap Fani bangga.
"Tentu saja... kamu sekertaris terbaik dan juga teman tidur yang sangat memuaskan" ucap Fadhil mencoba menghilangkan kekesalan nya dengan mengoda Fani habis habisan.
Setidaknya dengan ini Fadhil bisa melupakan Sania, ya sejenak melupakan Sania yang sedari tadi memutari isi otaknya untuk memikirkanya.
Mobil Fadhil melaju dengan kencang menuju apartmennya.
Bersambung...
jangan lupa like vote dan komen
__ADS_1