
Praankkk.. praaaankkkkkkk....
Suara bantingan benda pecah terdengar jelas disebuah apartemen milik seorang pria yang tengah mengamuk.
Terlihat Fadhil memecahkan segala sesuatu yang ada didekat nya.
"Brengsekkkk, Sania hamil , dia hamil anak cowok sialan itu" ucap Fadhil Sambil terus memecahkan barang barang yang ada disekitar nya.
"Sania nggak boleh hamil, dia nggak boleh hamil anak cowok brengsek itu, harusnya sania hamil anak gue, yaa cuma anak gue hahahaha" ucap Fadhil sambil tertawa seperti orang sedang kesetanan.
setelah dirasa cukup menghancurkan semua barang barang yang ada diapartemen nya Fadhil tampak mendial sebuah nomer , dia butuh pelampiasan malam ini.
"hello baby , aku butuh kamu Dateng aja ke alamat yang aku kirim , kamu mau uang lagi kan" ucap Fadhil
'"oke Beby aku tunggu" ucap fadhil Kemudian mematikan panggilan nya .
Dilemparnya ponselnya kesegala arah kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.
Tak berapa lama tampak bel pintu apartemen Fadhil berbunyi.
sudah tau siapa yang datang, ****** kecilnya Fadhil.
"hello baby lama banget sih , om sudah nggak sabar pengen menikmati tubuh kamu" ucap Fadhil sambil memeluk gadis yang kemaren disewanya itu , yang ia robek keperawanan nya .
"Maaf om, habis om ngabarin nya ndadak sih , aku kan lagi hang out sama temen temen aku" ucap gadis itu sembari melepaskan sepatu nya.
"Jadi lebih penting siapa, aku apa temen temen kamu itu" ucap Fadhil membisikkan ditelinga Maya nama gadis itu, hingga membuat Maya bergidik gelii.
"Pentingan om donk" ucap Maya sambil menyenderkan tangan nya di leher Fadhil.
"Good girl" ucap Fadhil
Maya memasuki apartemen mewah Fadhil dan ia dibuat kagum oleh kamar mewah milik Fadhil.
Fadhil segera mengajak Maya memasuki kamarnya.
__ADS_1
"Buka semua bajumu..." ucap Fadhil dingin.
Maya hanya menurut membuka Semua bajunya hingga sama sekali tak ada sehelai benang pun yang menempel.
Setelah itu Fadhil melempar tubuh Maya kasar keranjang membuat Maya meringgis kesakitan.
"Om jangan kasar lagi ???" ucap Maya memohon.
"Kamu mau uang kan ???" ucap Fadhil dan Maya hanya mengangguk.
"Diam dan nikmatilah , aku akan memberimu banyak uang ?!!" ucap Fadhil ia mulai beraksi menyentuh setiap tubuh Maya dengan kasar hingga Maya menjerit dan menangis.
Hingga saat pelepasan Fadhil merancau sesuatu..
"Sania kamu harus hamil anak ku" rancau Fadhil kemudian menyemburkan cairan kedalam rahim Maya.
Maya terlihat masih terisak, badanya terasa sakit semua.
Setelah cukup puas fadhil kembali memakai pakaian nya kemudian melemparkan banyak lembaran uang pada Maya dan sebuah pil kecil.
™™™
Sania bangun dan dilihatnya suaminya sudah tidak ada disampingnya.
dicarinya dikamar mandi, didapur juga tidak ada.
"Apa mungkin kamu udah berangkat mas, segitu kecewa nya kamu sama aku mas sampai nggak mau ketemu aku, bahkan kamu nggak percaya sama aku" ucap Sania kembali terisak.
Setibanya dikantor Kevin menjatuhkan badannya disofa ruangannya. dia memejamkan kan mata sambil memegangi kepalanya.
Sesungguhnya dia tidak ingin melakukan hal ini pada Sania , dia amat sakit melihat Sania menangis dihadapan nya.
Tapi Kevin juga teramat kecewa, melihat Sania masih berhubungan dengan mantanya.
"segitu cintanya kamu sama cowok brengsek itu"batin Kevin terlihat masih kecewa.
__ADS_1
Dilihatnya Ponsel Kevin yang sedari tadi getar karena panggilan telepon dari Sania yang ia abaikan.
Kevin memang sengaja berangkat subuh karena masih tak sanggup melihat istrinya, ia masih nampak kecewa berat dengan istri nya.
Hari ini Kevin bekerja cukup emosional , semua karyawan nya yang membuat kesalahan sedikit pun menjadi pelampiasan emosi nya tak terkecuali Kania.
Kania sudah menduga hal ini akan terjadi, dia tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini.
"Kania apa malam ini ada jadwal meeting lagi" tanya Kevin .
"Ada pak, hari ini pak Virgiawan direktur dari PT vandek ingin menemui bapak dihotel Laras asri sehubungan dengan kerja sama yang akan dtaken pak". ucap Kania sambil menyodorkan sebuah berkas.
"Jam berapa " tanya Kevin.
"pukul 7malam pak"
"Undur sampai pukul 9 malam, saya ingin pulang larut, kamu nggak perlu ikut, saya bisa tangani sendiri." ucap Kevin
"bapak tidak perlu khawatir , saya ini sekertaris bapak jadi akan menemani bapak kemanapun bapak bertemu dengan klien" ucap Kania.
'ok terserah kamu saja" ucap Kevin.
"baiklah saya permisi dulu pak" ucap Kania sedikit genit.
Kevin yang sedari tadi melihat kegenitan dan gaya jalan Kania yang menggoda hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"loe harus kuat godaaan, inget istri loe drumah lagi hamil" batin Kevin sambil mengusap usapkan tangan kewajahnya.
bersambung....
kira2 setelah ini kevin masih tahan godaaan ga nihhh reader....
makasih buat yang masih setia baca cerita aku...
jangan lupa like vote dan komen nya ya...
__ADS_1