Sania

Sania
44


__ADS_3

Kevin tampak duduk disebuah sofa hotel tempat dia akan mengadakan meeting dengan klien nya.


Kania juga nampak duduk disamping Kevin dengan gaya anggun dan seksi nya.


Setelah hampir satu jam menunggu nyatanya kliennya juga tak nampak datang.


Kevin terlihat emosi.


"Gimana sih katanya jam 8, ini udah hampir jam 9 malam Kania" ucap Kevin dengan nada emosi.


"Tunggu sebentar pak saya coba hubungi pihak Aditama dulu" ucap Kania sambil berdiri dan nampak mendial sebuah nomer.


10menit bertelepon, Kania kembali menghampiri kevin.


"Pak katanya pak Aditama tidak jadi hadir karena Putri nya mengalami kecelakaan" ucap Kania.


"Kamu tidak sedang mencoba mempermainkan saya kan Kania " ucap Kevin masih emosi.


"Tidak pak memang seperti itu kenyataan nya " ucap Kania sedikit takut.


"Oke , saya pulang dulu kalau begitu" ucap Kevin sambil berlalu pergi meninggalkan Kania.


Tampak Kania menyeringai, " ini baru permulaan sayang" ucap Kania tertawa puas kemudian pergi meninggalkan hotel.


™™™™


Sania keluar dari ruangan dokter dengan wajah sumringah karena hasil pemeriksaan nya positif semua, kandungan nya sehat dan berkembang dengan baik.


Diliriknya jam tangan pukul 9malam, " mungkin mas Kevin sudah pulang" batin Sania dan mengambil hp di tas nya.


tapi Sania harus kecewa karena hpnya mati dia lupa mencaharger sebelum berangkat tadi.


Akhirnya Sania berdiri didepan rumah sakit tempat dia periksa dan menunggu taksi yang lewat.


Tampak sebuah mobil sedan mewah yang ia kenali berhenti tepat didepan Sania berdiri.


"Kok sendirian aja sih san"ucap pria tersebut yang membuat Sania tak berfikir negatif.


"Iya soalnya tadi suami aku meeting jadi nggak bisa nganter" ucap sania sambil tersenyum.

__ADS_1


"Mau aku anterin? " ajak Fadhil .


" Nggak usah nanti malah ngrepotin, aku naik taksi aja " tolak Sania halus.


"Udah jam segini san, bakalan jarang banget lewat, y udah aku temenin nunggu ya nanti kalau nggak ada aku anterin, nggak boleh nolak" ucap fadhil tegas.


"Emm iya udah nggak apa-apa" jawab Sania.


Sudah hampir setengah jam Sania dan fadhil berdiri tapi tidak terlihat satu pun taksi lewat, akhirnya sania mau diantar Fadhil karena sudah malam takut terjadi apa-apa.


"Mau makan malam dulu nggak' tanya Fadhil memulai obrolan.


"Langsung pulang aja ya udah malem" ajak Sania.


"Iya deh san, eemm sewaktu waktu kamu butuh bantuan aku bilang aja san " ucap fadhil.


"iyaa. .." ucap Sania sambil tersenyum manis membuat fadhil merasakan dadanya berdesir.


"Sabar Fadhil, tunggu sebentar lagi Sania jadi milik kamu" batin Fadhil tampak menyeringai.


"Ohh iya san ngomong ngmong kamu ngapain malem gini didepan rumah sakit???" tanya Fadhil sedikit penasaran.


"Kamu Hamill???" tanya Fadhil pada sania.


"Iya, doain aku sehat terus ya" ucap Sania senang.


"Iya pasti aku doain terus buat kamu dan calon anak kamu, btw selamat ya san" ucap Fadhil terlihat tangan nya mengepal disetir mobil kemudian melajukan mobilnya menuju apartemen sania.


25menit perjalanan akhirnya mereka sampai diapartemen Sania.


"Makasih ya dhil udah nganterin aku, aku balik dulu ya, kamu hati hati pulangnya" ucap Sania pada Fadhil.


"Iya sama sama, duluan ya san" ucap Fadhil kemudian melajukan mobilnya meninggalkan apartment Sania.


Sania memasuki apartemen dan disana sudah ada Kevin menunggu di sofa dengan wajah yang sulit ditebak.


"Mas udah pulang ya , tadi aku mau ngehubungi kamu nggak bisa soalnya hp aku mati" ucap Sania kemudian mendekati Kevin.


"Bisa jelasin aku ini apa !??!" ucap Kevin memperlihatkan sebuah foto di hp dan nampak keliatan marah.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Sania melihat foto yang ada di ponsel Kevin.


flashback on....


Tepat pukul setengah 10 Kevin sudah sampai diapartemen , dia memasuki apartemen dan sedikit heran karena apartemen nya dalam kondisi gelap.


"Sayang kamu dimana" panggil Kevin sambil menyalakan lampu.


Kevin mencari istrinya didapur , di kamar dan dikamar mandi tak menemukan keberadaan istrinya.


Akhirnya Kevin mendial nomer Sania tapi tidak aktif.


Kevin duduk di sofa mengistirahatkan tubuhnya dan memikirkan dimana istrinya berada .


Tiba tiba ponselnya berdering terdapat pesan baru masuk dan dari nomer yang tak dikenal nya.


Kevin terkejut melihat apa yang barusan ia lihat dihpnya.


Nampak Sania istrinya berdiri berdampingan dengan seorang laki-laki yang Kevin kenal, mantanya Sania yang brengsek itu, Fadhil.


Raut wajah Kevin berubah , dia terlihat kecewa melihat foto itu.


flashback off......


"Mas tadi aku habis dari rumah sakit nggak sengaja lihat Fadhil trus dia nawarin aku bareng, awalnya aku nggak mau tapi dia nungguin aku nyari taksi dan taksinya nggak ada yang lewat jadi aku bareng sama dia , maaf mas , maafin aku" ucap Sania merasa menyesal.


"Kamu masih sayang sama dia" tanya Kevin tanpa menatap Sania.


"Engga mas, aku udah nggak sayang sama dia , mas percaya sama aku" ucap Sania sedikit terisak.


"Tapi kenapa kamu nggak dengerin mas, bukanya tadi mas udah bilang besok mas anterin kenapa kamu nekat berangkat sendiri, apa kamu emang sengaja biar ketemu sama mantan kamu trus bisa nostalgia bareng ,ohh apa emang udah janjian" tanya Kevin terlihat emosi.


"Engga mas , engga gitu, percaya sama aku, aku sayang sama mas, aku udah nggak pernah ada niat buat kembali sama Fadhil , mas aku mohon percaya sama aku" ucap Sania sambil terisak.


"Susah buat percaya setelah lihat ini " ucap kevin terlihat kecewa, kemudian pergi meninggalkan Sania yang masih terisak di sofa.


bersambung......


makasih buat yang masih setia baca cerita aku....

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komen nya ya....


__ADS_2