Sania

Sania
54 (END)


__ADS_3

Sembilan bulan sudah semua terlewati baik oleh Sania.


Kini sania sedang ditangani oleh dokter karena sudah waktunya untuk melahirkan.


"Ayoooo Bu terus dorong terus" ucap sang suster menyemangati Sania.


"Aaaaaa sakittt mas ... sakittt" keluh Sania pada Kevin yang sedari tadi memegang tangannya menyemangati istri nya yang berjuang antara hidup dan mati.


"Tahan sayang tahan, kamu harus kuat demi anak kita" ucap kevin tak henti-hentinya mengeluarkan air mata karena tak tega melihat istrinya menjerit kesakitan.


"Aaaaaa .... aaaaa sakit" jerit sania semakin menjadi.


Sekitar satu jam Sania berjuang akhir nya terdengar suara bayi menangis .


Oooeeeeeee.....


Tangisan bayi membuat satu ruangan merasa lega , tak henti hentinya Kevin mengecup i kening istrinya.


"Makasih sayang makasih, kamu udah berjuang buat kita" ucap Kevin.


Terlihat Sania merasa bahagia mendengar tangisan bayi mungilnya yang berjenis kelamin laki laki itu .


Diluar ruangan tampak mama papa dan mami papi Sania lega mendengar suara tangisan bayi, artinya Sania sudah melewati proses melahirkan nya.


"Anak kita laki laki" ucap Kevin mengendong bayi mungil dan memberikan npada sania agar mendapatkan ASI pertama nya.


"Ganteng kayak kamu mas" ucap Sania.


Terlihat mama papa mami papi nya memasuki ruangan dan melihat cucu pertama nya mereka.


Mereka bergantian mengendong cucu pertama mereka berjenis kelamin laki-laki itu.


" Jadi mau dikasih nama siapa " tanya mama Sania.


"Kenand Saputra Wijaya " ucap Kevin dan Sania bersamaan yang membuat keduanya tertawa.

__ADS_1


Kini kevin dan Sania tampak bahagia menikmati peran nya sebagai seorang ayah dan ibu baru.


™™™™™


Terlihat Kania berjalan disebuah kafe menemu seseorang yang udah menunggu nya yang tak lain adalah Fadhil.


"Ini buat loe " ucap Kania memberikan sebuah undangan pernikahan.


"Dia tau masa lalu loe" tanya Fadhil.


Kania mengangguk kan kepalanya .


"Dia Nerima gue apa adanya dan nggak permasalahin masa lalu gue" ucap Kania bahagia.


"Bagus deh" ucap Fadhil singkat.


"Gimana sama loe, udahlah dhil move on, Sania udah bahagia sama suaminya, Lo harus terima kenyataan " ucap Kania.


"Gue masih belum bisa " ucap Fadhil.


"Susah buat gue" ucap Fadhil.


"Elo pasti bisa ikhlasin dia , gue percaya sama elo" ucap Kania.


"Gue nyesel udah nyakitin dia , dia terbaik buat gue , gue nyesel kan" ucap Fadhil .


"Sekarang elo liat dia udah bahagia sama kevin jadi stop udah cukup jangan ganggu mereka lagi, anggap aja itu sebagai penebus rasa bersalah elo, ikhlasin oke, pasti elo bisa dapetin cewek yang lebih baik lagi" ucap Kania menghibur Fadhil.


"Bangkit dhil oke, gue percaya loe bisa ikhlasin dia " hibur Kania lagi.


Cukup lama keduanya mengobrol banyak hal.


Kini nampak Fadhil dan Kania keluar dari cafe dan pulang kerumahnya masing masing.


Fadhil berjalan menuju apartemen nya, saat memasuki apartemen Fadhil heran melihat lampu sudah menyala.

__ADS_1


Siapa yang nyalain lampu batin Fadhil.


Kemudian fadhil melihat Maya duduk disofa nya dan terlihat menangis.


"Kamu kenapa" tanya Fadhil.


"Om Maya hamil om" ucap Maya sambil menyerahkan sebuah testpack yang terlihat garis dua .


"Maya takut om, Maya takut" ucap Maya sambil terus menagis .


Melihat tangisan Maya membuat dada Fadhil merasa sakit . entah sudah berapa ratus kali dia meniduri gadis kecilnya itu hingga membuat nya hamil anaknya .


"Maya cuma tidur sama om selama ini, om percaya kan sama Maya, Maya nggak pernah ada main sama cowok lain om, ini beneran anak om" ucap Maya sambil terus terisak.


Terlihat Fadhil memeluk maya,


"Om bakalan tanggung jawab sama kamu dan om percaya ini anak om" ucap Fadhil memeluk tubuh Maya kemudian mengelus perut Maya yang terlihat membuncit .


Maya masih menangis , dia cukup lega karena Fadhil mau tanggung jawab dan tidak meminta nya menggugurkan kandungan nya.


"Maaafin om, om udah merusak masa depan kamu, kamu jadi nggak bisa kuliah karena om, tapi om janji bakalan bikin kamu bahagia" ucap Fadhil pada Maya .


"Maya sayang sama om, jangan tinggalin Maya om" ucap Maya .


"Besok kita kedokter kita periksa kandungan kamu, setelah itu om bakalan melamar kamu sama orangtua kamu, dan kita akan nikah jadisekarang udahan nangisnya , istirahat , om tau Maya pasti capek kan???" ucap Fadhil lembut sambil menghapus air mata Maya .


Kini Maya sudah terlelap diranjang Fadhil, nampak Fadhil membelai rambut Maya dan mengecup kening Maya.


Kini Fadhil sadar , dia sudah mulai menyayangi Maya, selama ini hanya Maya yang selalu ada untuk nya .


Walaupun dia kasar dan hanya menjadikan Maya pelampiasan nafsu nya tapi hanya Maya yang selalu ada disampingnya dalam keadaan apapun.


Fadhil berjanji setelah ini dia akan berubah dan menjadi suami yang baik untuk Maya gadis kecilnya itu.


ENDING....

__ADS_1


__ADS_2