
Tepat pukul 7 malam keluarga Sania bergegas menuju rumah Brawijaya , teman Hermawan ayah Sania.
saat ini keluarga Sania telah sampai di halaman rumah teman Papa nya itu.
terlihat Brawijaya beserta Monica istrinya menyambut kedatangan Hermawan , Lisa dan Sania .
Brawijaya tampak memeluk Hermawan dan Monica cipika-cipiki dengan Lisa, Sania yang sedari tadi disamping Lisa mamanya hanya memperhatikan saja.
"Ehh jeng pulang dari Paris tambah kinclong aja" goda Monica pada lisa. persahabatan Brawijaya dan Hermawan membuat para istrinya juga bersahabat dan cukup dekat.
"Jeng bisa aja , oh iya kenalin ini Sania ... masih ingat kan" ucap Lisa sambil memperkenalkan sania.
"wah Sania kok sekarang cantik banget, udah gede ya sekarang padahal dulu ketemu masih kecil" ucap Monica kemudian memeluk Sania.
"Makasih Tante" ucap Sania yang sedikit binggung karena memang seingatnya Sania belum pernah bertemu dengan Tante monica.
"ehh manggilnya jangan Tante donk, panggil mami aja kan bentar lagi bakalan jadi anak nya mami" ucap Monica sambil mengelus rambut sania.
Sania sedikit bingung dengan ucapan Tante monica. dia melihat kearah mama dan papanya.
"udah ayo masuk dulu nanti dibahas di dalem masak tamunya malah nggak diajak masuk" ucap Brawijaya sambil merangkul Hermawan yang terlihat tertawa melihat kebingungan sania Putri nya.
"jeng anak kamu yang handsome itu mana?" ucap Lisa sambil melihat-lihat disekeliling ruangan rumah Brawijaya.
"paling bentar lagi pulang, biasa dia kalo masalah kerjaan emang nggak bisa diganggu, padahal tadi pagi udah aku call biar pulang cepet, emang bandel tu anak" ucap Monica sambil memegang hp ingin menelepon putranya.
"udahlah ma, dia kan kerja juga buat calon mantu kita yang cantik ini biar hidupnya nggak susah" ucap Brawijaya sambil melirik kearah Sania, Sania terlihat terkejut dan binggung , orangtua Sania yang melihat putrinya binggung malah terkekeh geli.
"gila, jangan jangan bener omongan Yaya tadi pagi kalo gue mau dijodohin" batin Sania
setelah hampir satu jam berbincang diruang tamu terdengar suara mobil masuk garasi rumah.
"Itu anaknya udah Dateng" ucap Lisa sambil berjalan Ke arah pintu menyambut putranya.
"Sayang kok telat sih , temen papi kamu udah nungguin dari tadi" ucap Monika sambil membawakan tas yang dipegang putranya itu.
__ADS_1
"maaf mi, tadi kerjaan kantor bener2 nggak bisa dihandel " ucap nya pada maminya.
keduanya pun masuk ...
"Ya ampunnn.... lama nggak ketemu sekarang kok ganteng gini sih" ucap Lisa ketika melihat putra temanya itu masuk.
Sania yang sedari tadi melamun kemudian menoleh ke arah cowok yang dimaksud mamanya itu.
betapa terkejutnya sania mengetahui siapa cowok itu.
"Pak Kevin"
"Sania" ucap mereka bersamaan karena kaget.
"jadi kalian udah saling kenal " tanya Hermawan papa Sania.
"iya Pa, pak Kevin ini atasan Sania dikantor" ucap Sania.
"Wah pertanda bagus ini kalau kalian sudah saling mengenal" ucap Brawijaya
udah kalian duduk dulu nanti biar papa yang jelasin " ucap Monica pada Kevin dan Sania.
keduanya tampak duduk berhadapan, begitu pula kedua orangtua mereka juga kembali duduk .
"Jadi gini Kevin Sania karena papi dan papa nya Sania sudah bersahabat lama dan kami ingin persahabatan ini terus berlanjut sampai kapanpun, kami cuma ingin kalian bisa menikah, agar kita bisa menjadi keluarga" ucap Brawijaya pada Kevin dan Sania yang membuat mereka sangat terkejut.
"Apaaaa???!!" ucap Sania dan Kevin bersamaan.
" Wahh kalian ini belum nikah aja udah kompak gini" goda Lisa diikuti kekehan Monica.
"Mama apa sih" ucap Sania terlihat pipi nya memerah menahan malu.
"Gilaa apa ya masa iya gue dijodohin sama pak Kevin yang super dingin dan super galak" batin sania.
berbeda dengan Kevin yang nampak terlihat bahagia.
__ADS_1
"Jadi nggak ada alasan kalian bisa nolak , Papa harap kalian bisa ngertiin keputusan kami" ucap Hermawan pada Sania dan Kevin.
Sania terlihat menunduk pasrah berbeda dengan Kevin yang tampak bersemangat.
"Om tenang aja kalau saya nanti jadi suaminya Sania, saya. bakalan jagain dan bahagia in sania" ucap Kevin lantang.
Sania sedikit terkejut dengan ucapan Kevin, dia sama sekali tak menolak, padahal tadinya sania kira Kevin akan menolak perjodohan ini.
"Oke kalo kalian sama sama setuju kita bisa tentukan tanggal pernikahan" ucap Hermawan lagi.
"Gimana kalau Minggu depan" usul Kevin .
"Uhukkk uhukkk" saking terkejutnya sania sampai Terbatuk-batuk.
"Kamu nggak papa sayang" ucap Lisa pada sania.
Sania hanya menggeleng.
"Pak emang nggak kecepatan ya??!" ucap Sania menggunakan embel embel pak pada Kevin.
"Lebih cepat lebih baik Sania" ucap papa Sania.
"betul sekali" tambah papi nya Kevin.
semuanya tampak setuju dan bahagia, akhirnya diputuskan mereka menikah Minggu depan.
"Seriusan gue bisa gilaa, masalah Fadhil aja belum kelar, nambah lagi ini" batin Sania.
Kevin terlihat sumringah sedangkan Sania sedikit khawatir, Entah apa yang dipikirkanya.
bersambung.....
kira2 gimana ya reaksi Fadhil kalau tau Sania mo nikah????
makasih buat para reader yang setia baca cerita aku.... jangan lupa like vote dan komen nya ya....
__ADS_1