
Pagi itu Fadhil berangkat ke kantor dalam keadaan berantakan.
Fadhil nampak frustasi karena rencana yang sudah diatur sedemikian rupa harus gagal karena ulah sekertaris nya.
Sesampainya di depan ruangan nya, sudah terlihat sang sekertaris yang selalu menggoda nya dengan penampilan seksi itu berdiri didepan pintu ruangannya untuk menyambut nya.
Fadhil langsung memberikana aba aba pada Fani untuk memasuki ruangan nya, dan dengan sumringah Fani mengikuti Fadhil dari belakang.
"Sayang kenapa semalam nggak ke apartemen, padahal aku rindu" ucap Fadhil sambil bermanja dengan rambut Fani.
"Aku pikir nggak dibutuhkan makanya nggak kesana" ucap Fani sedikit cemberut membuat Fadhil muak melihatnya namun Fadhil harus sabar agar dia bisa membalas perbuatan Fani.
"Mulai malam ini kamu harus datang terus ke apartemen karena sekarang cuma kamu yang aku butuhkan" ucap Fadhil ditelinga Fani.
Fani yang mendengar ucapan Fadhil terlihat bahagia, rencana nya menghapus semua video Fadhil dengan Sania berhasil membuat Fadhil jatuh ke pelukan nya , itulah yang dipikirkan Fani padahal tanpa disadari itulah awal dari penderitaan Fani karena telah ikut campur urusan Fadhil.
™™™™
Sesuai dengan ucapan Fadhil tadi pagi, kini Fani sudah tampak didepan apartemen Fadhil.
Terlihat Fadhil membuka kan pintu Fani, kemudian memeluk Fani dan mengajak wanita itu masuk ke apartemen Fadhil.
"Sayang bikinin aku teh herbal yang kamu bikinin kemaren donk, enak banget aku pengen" ucap Fadhil.
tanpa merasa curiga Fani menuruti permintaan Fadhil dan membuatkan teh herbal untuk Fadhil.
Fadhil yang tengah duduk diatas sofa sedang menunggu teh herbalnya kini terlihat tersenyum melihat Fani sudah berada didekat nya memberikan teh itu pada Fadhil.
Fadhil menyeruput tehnya sedikit.
"Sayang kayaknya kamu Lupa sesuatu deh , teh ya rasanya beda nggak kayak kemarin" ucap Fadhil yang secara langsung membuat Fani kaget dan sedikit takut.
" Apa Fadhil udah tau semuanya " batin Fani.
"Enggak ahh perasaan kemaren aku buatnya juga gitu kok" elak Fani .
__ADS_1
" Emm aku tau kamu lupa ngasih ini ya" ucap fadhil sambil mengeluarkan satu pil warna putih , seketika membuat Fani pucat dan ketakutan.
Entah apa yang akan terjadi padanya malam ini dia hanya akan bisa pasrah .
"Ini udah kecampur, gimana kalau gantian kamu yang minum" pinta Fadhil sambil menyodorkan gelas pada Fani.
"Emm Akku Akku , ituu obat apa Fadhil" ucap Fani terlihat ketakutan.
"Hey kok kamu takut gitu sih , itu obat yang akan. bikin kamu sehat seperti apa yang kamu bilang kemaren kan sayang" sindir Fadhil tampak menyeringai .
" Akku, Akku gak mau minum" ucap Fani sudah mulai bergetar ketakutan
"Ayolah sayang diminum, dihabiskan , ini akan membuat kita kuat diranjang seperti yang kamu bilang kemaren, hmmm" bujuk Fadhil.
Fani masih saja tidak mau meminumnya.
"Kemaren aja aku habiskan tanpa protes jadi harus nya sekarang kamu juga gitu kan sayang" ucap Fadhil ditelinga Fani.
Setelah cukup lama berdebat akhirnya Fani mau meminumnya, Fani sudah tidak peduli obat apa yang diberikan Fadhil padanya yang dia pikirkan hanya takut Fadhil berbuat macam macam jika dia tidak menuruti keinginan fadhil.
"Nahh gitu kan Pinterr sayang" ucap Fadhil terlihat tersenyum menyeramkan.
Diaa merasa seluruh tubuhnya panas sangat panas.
"Kok aku ngerasain panas ya " ucapnya Fani sambil mengibas ibaskan bajunya.
"Masa sih sayang padahal AC nya udah aku hidupin lho, aku aja ngerasa dingin gini masa sih kamu ngerasa panas " ucap Fadhil menyeringai.
"Panassss.... panassss hmmmmm" keluh Fani.
Fadhil melihat Fani sudah merasakan efek dari obatnya kini mulai melancarkan aksinya.
Fadhil mencoba mengoda Fani dengan sedikit sentuhan lembut yang membuat Fani merasakan tenang dan nyaman tidak sepanas tadi.
"Hmm kita lanjutin aja dikamar ya sayang biar lebih seruu" ucap Fadhil kemudian menggendong tubuh Fani memasuki kamar.
__ADS_1
Tanpa perasaan Fadhil membuang tubuh Fani diranjang, terlihat Fani kesakitan karena kepala nya terbentur ujung kasur.
Terlihat Fani membolak-balik kan badan nya di ranjang karena merasakan efek panas yang luar biasa.
"Fadhil aku mohon... panassss" ucapnya memohon pada Fadhil .
Fadhil tampak menyeringai dan melepaskan semua baju Fani hingga kini Fani terlihat telanjang tanpa sehelai benang pun.
Segera Fadhil mengeluarkan kamera nya kemudian merekam Fani yang terlihat tersiksa karena butuh dipuaskan .
Fadhil tertawa puas melihat Fani tersiksa sambil terus merekam, kemudian dilemparnya sebuah dildo kearah ranjang dengan segera Fani memainkan dildo pemberian dari Fadhil.
Fani tidak peduli dengan kegiatan Fadhil yang merekam dirinya dan menertawakan nya dia hanya ingin menghilangkan rasa panas akibat obat perangsang yang diberikan pada Fadhil.
Setelah Fani mendapatkan pelepasan dengan dildo milik fadhil , Fadhil tersenyum puas , dilihatnya video yang ia rekam juga nampak bagus , seorang Fani yang cantik jelita melakukan pelepasan dengan sebuah dildo begitulah inti dari rekaman video itu.
Fadhil meletakkan videonya dan kini mulai permainan yang sesungguhnya.
tanpa pemanasan dia mulai bermain kasar dengan Fani hingga Fani menjerit kesakitan.
Fani yang diperlakukan kasar seperti itu hanya bisa menjerit pasrah dan berharap semua cepat berakhir.
Fadhil melakukan penyiksaan pada Fani hingga beberapa ronde , sampai wajah Fani terlihat memucat dan pingsan akibat perlakuan Fadhil.
Setelah dirasa cukup Fadhil meninggalkan Fani tertidur diranjang tanpa menyelimuti tubuh Fani tak mengenakan pakaian.
Kini Fadhil tidur di kamar samping dan merasa puas membalas Fani.
"Itu akibatnya bermain main dengan seorang Fadhil" ucap Fadhil menyeringai kemudian tertidur.
bersambung....
sadis banget ya si Fadhil...
enak nya diapain nihh ... hehehe
__ADS_1
makasih yang masih setia baca cerita aku...
Jang lupa like vote dan komen nya ya...