
Pagi itu Kevin terbangun dalam keadaan berantakan.
Kepalanya pusing , tubuh nya tidak mengenakan sehelai benang pun, pakaianya pun berceceran dibawah ranjang.
Kevin sama sekali tidak bisa mengingat apa yang terjadi semalam.
Dia melihalihat sekeliling nya , terlihat bukan kamarnya.
Dimana dia dan apa yang terjadi semalam ??? batin Kevin masih terus mengingat tapi nihil dia sama sekali tidak mengingat apapun.
Kevin beranjak dari ranjangnya dan pergi mandi.
Selesai mandi ia mengenakan pakaian yang dia pakai semalam.
Dia mencari cari jam tangan nya tidak ada, apa tertinggal dimobil seingatnya hanya ponselnya yang ia tinggalkan dimobil.
Kemudian saat melihat jari terlihat ada yang kurang, dia perjelas lagi , iyaa cincin nya, cincin berlian pemberian maminya tidak ada. Padahal seingat nya Kevin sama sekali tidak pernah melepaskan cincin itu.
Kevin terlihat panik karena barang yang hilang itu sangat berharga baginya . Bukan masalah berapa nominalnya tapi karena memang itu peninggalan mami nya satu satunya.
"Brengsekkk !!! Siapa yang berani ambil barang barang gue" umpat kevin kesal.
Kevin keluar dari kamar hotel terlihat resepsionis hotel menghampiri Kevin.
"Maaf tuan silahkan anda menuju ruang administrasi untuk melakukan pembayaran" ucap sang resepsionis yang tak dihiraukan Kevin.
Didepan administrasi kevin membuka dompetnya dan terkejut karena uang didalam dompet nya raib tanpa sisa.
"Siallll" batin Kevin
Kemudian memberikan kartu kredit nya.
" Siapa yang mengantarkan saya ke kamar hotel semalam" tanya Kevin .
__ADS_1
"Seorang perempuan tuan, dia juga berasal dari club yang sama dengan tuan" ucap sang administrator sambil menyerahkan kartu kredit milik Kevin.
" Apa dia meninggalkan identitas??" Tanya Kevin
"Tidak tuan, dia hanya bilang bahwa tuan yang akan membayar sewa kamarnya " ucapnya lagi .
Kevin langsung beranjak pergi meninggalkan hotel.
Didalam mobil kevin kembali mengerutu.
"siallll... gue harus cari siapa cewek yang udah ngambil cincin gue" diambilnya ponsel didalam dasboard mobil, untung ponsel gue disini batin Kevin kemudian melajukan mobilnya untuk bergegas kekantor.
™™™™
Pagi itu ditempat lain.
Sania terbangun karena mendengar nada ponsel nya berdering.
Diambilnya hp di atas nakas dilihatnya mamanya menelepon nya.
" Sayang kamu nggak kangen sama mama kok akhir akhir ini nggak pernah pulang" ucap nama Sania ditelepon.
"Sania akhir akhir ini sibuk Ma!! , maaf ya Ma.." ucap Sania sedikit sedih.
"Nanti malem pulang ya sayang, papa sama mama mau ajak kamu makan malam bareng temen nya papa, usahain pulang bisa??? " tanya mama Sania.
"Iyaa Ma.. nanti Sania pulang" ucap Sania lagi kemudian merasakan ada tangan yang melingkar di pinggang sania.
"Ya udah mama tutup, kamu jaga kesehatan ya sayang, mama tunggu dirumah nanti malam " ucap nama Sania kemudian menutup teleponnya.
"Kenapa honey" bisik Fadhil ditelinga Sania.
"Nanti malem aku nggak bisa kesini , mama nyuruh aku pulang jadi aku harap kamu ngerti" ucap Sania pada Fadhil.
__ADS_1
"Okey no problem aku bebasin kamu malam ini, ingat cuma malam ini" ucap Fadhil
"Lama lama kamu gila dhil, aku ini nggak bisa kamu giniin" ucap Sania kesal berlalu pergi meninggalkan Fadhil menuju kamar mandi.
"Karena cuma kamu yang bikin aku bisa ngrasain apa yang pernah aku rasain bareng dia!! " ucap Fadhil tanpa didengar siapapun.
Didalam kamar mandi sania duduk diatas shower sambil air terus mengalir membanjiri tubuh nya .
Digosoknya setiap bagian tubuh nya yang sudah tersentuh fadhil.
"Jijik... " Ucap Sania sambil terus mengosok tubuhnya.
Keluar kamar mandi, Sania tak melihat Fadhil dikamar mungkin dia mandi dikamar sebelah, batin Sania.
Sania merapikan pakaiannya kemudian bergegas menuju kantor.
Saat keluar dari kamar, terlihat fadhil menyambut nya dengan sarapan yang ia buat.
"Honey aku udah bikinin omelette kesukaan kamu, ayoo sarapan dulu" ajak Fadhil lembut.
"Aku nggak laper, mau langsung ke kantor" ,ucap Sania kemudian berjalan keluar apartemen.
Fadhil terlihat menghembus kan nafasnya sambil memandangi sarapan buatanya.
Jika Fadhil tidur dengan Shila ataupun Fani , ia tak perlu serepot ini.
Tapi untuk Sania dia harus rela serepot ini.
Entahlah dia hanya merasa Sania itu sama dengan wanita nya dulu.
Ia sangat menyesal telah menyakiti sania.
Bersambung....
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komen...