
Seorang wanita tampak berjalan lenggak lenggok dengan gaun seksi nya menuju sebuah kamar hotel mewah.
ketika memasuki hotel mewah dan mahal itu dia tampak terpesona.
tampak kerlap kerlip lampu kota Jakarta terlihat dari dalam kamar hotel itu.
"Gilaa mimpi apa gue semalem bisa dapetin orang setajir ini??!!" batin nya girang.
Kemudian duduk mengarah kan pandangan kelap kelip lampu kota Jakarta.
Memang terlihat indah pemandangan kota dari sini.
Terdengar seseorang memasuki kamar itu, wanita itu yakin orang yang memesanya, kemudian berbalik dan menyambut pria yang memesan nya.
Betapa terkejutnya ketika melihat siapa pria kaya yang memesan nya.
"Bukankah aku sudah pernah bilang sama kamu buat pergi sejauh-jauhnya dari hidupku tapi kenapa kamu sekarang muncul lagi Intan Kania Putri" ucap Fadhil dengan nada dingin.
"Aku.. aku nggak bermaksud buat muncul dihadapan kamu , aku sedang mencari nafkah Disini" ucapnya dengan nada takut.
"Mencari nafkah dengan menjual diri seperti ******, Ahh iya sekarang kamu kan memang sudah menjadi ****** sesungguhnya !!" ucap Fadhil sinis dan dengan kekehan menghina.
Kania tampak mendekati Fadhil " aku memang pernah nyakitin kamu, aku nyesel ndil, maaafin aku , emm bisa nggak kita kayak dulu lagi" ucap kania to the points dan tanpa malu.
"Maaf seleraku bukan ****** seperti mu!!!" ucap Fadhil membuat Kania memerah malu.
" Aku hanya ingin liat seberapa hebat ****** seperti kamu bermain sekarang , apa makin hebat atau sama aja kayak dulu" ucap Fadhil ditelinga Kania.
Kania tersenyum " Kita bisa mulai sekarang sayang" ucapnya sambil membuka dasi milik fadhil.
"Gimana kalau memulai dengan segelas anggur ???" ucap Fadhil sambil menunjuk kan dua gelas anggur yang tersedia dimeja.
"Apapun untukmu sayang" ucap Kania dengan nada rayuan.
__ADS_1
"Sekali ****** tetap ******.." batin Fadhil.
Fadhil memberikan segelas anggur untuk Kania, tanpa curiga Kania menerima anggur dan meminumnya hingga habis membuat Fadhil tersenyum puas.
Selang beberapa lama Kania tampak merasa kepanasan, dia mulai paham hawa apa yang sedang dirasakan tubuhnya.
"Kamu gila Fadhil, apa kamu ngasih obat perangsang didalam anggur tadi!!!" ucap Kania sedikit kesal dan merintih kepanasan.
" Wahh tenyata insting seorang ****** memang luar biasa" ucap Fadhil tertawa puas.
Kania mencoba mendekati Fadhil untuk meminta pelepasan tapi fadhil malah melemparkan tubuh Kania di ranjang.
Fadhil menolak tubuh Kania mentah mentah.
" Bukanya aku udah bilang seleraku bukan ****** rendahan seperti kamu" ucap Fadhil sinis.
"Gila kamu Fadhil maksud kamu apa ngasih aku obat perangsang tapi nggak muasin aku!!??" ucap Kania kesal.
"Aku cuma pengen liat seberapa jago kamu bermain tunggal" ucap Fadhil sambil tertawa puas.
"Gila kamu Fadhil '" kesal Kania kemudian menerima dildo yang diberikan Fadhil , dengan sangat terpaksa memulai permainan tunggalnya karena tidak tahan dengan rasa panas yang ia rasakan akibat dari obat perangsang yang diberikan Fadhil.
Fadhil yang melihat Kania bermain tunggal tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk merekam aktivitas Kania.
Fadhil memang benar benar sudah gila karena merekam aktivitas Kania Sambil tertawa puas.
Kania hanya bisa pasrah melihat kelakuan Fadhil yang brengsek, dia hanya berpikir Fadhil akan memberikan ia uang jadi tidak peduli dengan apa yang dia lakukan, Toh semua ini juga sudah biasa ia lakukan karena memang pekerjaan nya.
Setelah merasa mendapat pelepasan dan lelah, Kania membuang dildo Fadhil kemudian berbaring diatas ranjang.
Terlihat Fadhil nampak menelepon seseorang untuk masuk.
Kania kaget karena ada dua orang yang tidak dikenalnya memasuki kamar yang dipesan Fadhil.
__ADS_1
Fadhil nampak menyeringai.
" Kasih aku tontonan yang bagus " ucap Fadhil kepada dua pria yang masuk tadi, tanpa menunggu lama kedua pria itu mendekati Kania, dan langsung menyerang Kania.
Kania yang merasa lelah akibat permainan tunggalnya hanya bisa menangis dan menjerit diserang kedua pria itu tanpa pemanasan.
Fadhil hanya tertawa dan merekam adegan panas itu.
Kania hanya bisa menangis dan menjerit, memohon ampun pada Fadhil agar melepaskan nya .
Sakit , perih itu yang dirasakan tubuh Kania sekarang karena permainan kasar dua pria teman Fadhil.
Karena sudah merasa tak tahan Kania tampak sudah kehilangan sedikit kesadarannya , tubuhnya ambruk diranjang.
Fadhil yang melihat Kania sudah kesakitan menghentikan aktivitas kedua pria itu dan menyuruh mereka keluar.
Fadhil kemudian mendekati Kania yang nampak masih sadar kemudian menjambak rambut Kania.
" Ini masih belum seberapa Kania, apa yang kamu kasih ke aku dulu lebih sakit dari ini" ucap Fadhil tersenyum puas.
Kania hanya bisa menangis , meratapi kekejaman Fadhil terhadapnya.
seorang Fadhil yang dulu lembut dan begitu menyayangi Kania kini menjadi Fadhil yang kejam dan brengsek, sungguh Kania tak menyangka kesalahan masa lalu membuat Kania berubah sampai seperti ini.
Setelah dirasa cukup Fadhil meninggalkan Kania yang tertidur karena kelelahan.
bersambung....
ada yang kasian nggak sama Kania???
makasih buat yang masih setia baca cerita aku...
jangan lupa like vote dan komen nya ya...
__ADS_1