Sania

Sania
25


__ADS_3

Sesampainya dikantor sania dan Kevin tampak bergegas menuju ruangan masing masing.


Sesampainya diruangan Sania segera menjatuhkann badan nya di kursi nya.


"Gue harus bilang semua sama Fadhil, gue harus jujur sama dia " gumam sania.


Sania mengirim kan pesan pada Fadhil,


ada yang mau aku omongin sama kamu


kemudian mengirimkan pesan itu.


Baru beberapa menit Fadhil sudah membalas pesan Sania.


Nanti kan kita ketemu diapartemen sayang


begitulah balasan Fadhil.


Aku masih nggak bisa, aku masih harus pulang dirumah mama akui Sania, karena memang mulai sekarang Sania harus pulang kerumah mama nya sampai hari pernikahan tiba.


Oke nanti aku tunggu diresto biasa saat jam makan siang.


Melihat balasan Fadhil, Sania berharap semoga nanti Fadhil berhenti dan tidak mengancamnya lagi.


Sania berjalan menuju ruangan Kevin , karena barusan Kevin menyuruhnya pergi keruangan nya .


Setelah memasuki ruangan Kevin, terlihat Kevin Sangat sumringah menyambut Sania.


"Nanti makan siang sama aku, kamu mau makan dimana" ucap Kevin mengajak Sania duduk di sofa.


"Emmm mas boleh nggak kalau hari ini aku nemuin Fadhil, ada yang harus aku selesaikan sama dia," ucap Sania sedikit takut

__ADS_1


"Aku temenin ya" ucap Kevin dengan wajah khawatir.


"Bisa nggak mas kalau aku sendiri aja??? " Tanya sania terlihat takut, Sania takut Kevin marah.


" Terserah " ucap Kevin singkat kemudian beranjak meninggalkan Sania , kembali duduk di kursinya melanjutkan pekerjaan nya.


" Mas marah ya" ucap Sania berdiri mendekati Kevin.


"Kalau bisa besok kosongin waktu kamu nggak usah pacaran dulu sama pacar kamu, besok kita fitting baju kalo kamu lupa, aku cuma mau ngomong itu jadi kalau kamu udah selesai ngomong nya lebih baik balik keruangan kamu" ucap Kevin dengan nada menyindir.


"Siang ini aku ketemu Fadhil karena memang ingin mengakhiri hubungan mas karena aku sadar sebentar lagi kita menikah, maaf kalau udah bikin mas jengkel, aku permisi dulu mas" ucap Sania merasa Kevin salah paham kemudian berlalu meninggalkan Kevin yang nampak terlihat kesal karena Sania menolak makan siang bersama nya.


™™™™™


"Jadiii apa yang mau kamu omongin sayang???, harusnya kita ngomongnya diapartemen aja kan lebih enak bisa sambil ngerayangin tubuh kamu" ucap Fadhil melecehkan.


"Aku dijodohin sama mama papa, aku mohon sama kamu jangan ganggu aku lagi jangan ngancem aku lagi karena seminggu lagi aku udah nikah, aku harap kamu ngerti" ucap Sania bergetar.


"Bagus donk jadi sekarang akan ada banyak yang nonton video panas kita kalau kamu macem macem, orangtua kamu, mertua kamu dan yang lebih bagus lagi suami kamu itu, wahh jadi gimana reaksi mereka ya kira kira" ucap Fadhil menyeringai.


" Aku mohon sama kamu Fadhil, kamu berhenti mainin aku, udah cukup kan semuanya , aku harap kamu ngerti, kamu kan ingin bebas kamu juga nggak bakal nikahin aku kan" ucap Sania tak terasa dia menitikkan air matanya.


"Aku bakal nikahin kamu sekarang kalau itu mau kamu, jadi lebih baik kamu batalin pernikahan kamu" jawab Fadhil enteng.


"Sekarang nggak semudah itu Fadhil, aku udah Janji sama mama papa, aku nggak mungkin nyakitin mereka dengan batalin pernikahan ini, aku mohon kamu ngerti Fadhil"mohon Sania pada Fadhil


"Kamu nggak bakal bisa ngerubah keputusan aku , kamu batalin atau kamu pengen mereka lihat video panas kita, itu semua terserah kamu" ucap Fadhil pada Sania kemudian pergi meninggalkan Sania sendiri yang tengah menangis.


Fadhil sendiri terlihat kesal karena tau Sania akan dijodohkan.


"brengsek!!!!" maki Fadhil didalam mobil kemudian melajukan mobilnya kembali ke kantor tanpa memakan makan siangnya.

__ADS_1


Sania masih duduk diresto, didepan makan siangnya yang sama sekali belum disentuh Fadhil maupun Sania , Fadhil sudah pergi sedangkan Sania masih duduk disitu sudah tidak menangis tapi masih meratapi nasibnya.


Terlihat seorang wanita tampak menghampiri sania yang sedari tadi melihat Sania dan Fadhil yang tengah bertengkar.


"Boleh duduk sini" ucap wanita itu


Sania hanya mengangguk


"Fani" ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya. ya wanita yang sedari tadi memperhatikan Sania dan Fadhil adalah Fani sekertaris fadhil.


"Sania" balas Sania singkat.


" Aku ini sekertaris pribadi pak Fadhil" ucap Fadhil yang membuat Sania terkejut, dipandangi nya sekertaris itu.


"Mbak kekasih nya pak fadhil" tanya Fani.


"Bukan saya mantanya" balas Sania


Fani tampak berohh ria.


"Mbak masih sayang sama pak Fadhil, mau ngajakin balikan" tanya Fani dengan nada sinis .


Sania tersenyum "aku bahkan mau nikah Minggu depan, aku cuma pengen nggak diganggu Fadhil , tapi ya seperti yang kamu lihat semua tidak semudah itu" ucap Sania berdiri dan hendak meninggalkan Fani, tetapi Fani menahan tangan Sania.


"Aku bisa bantuin mbak kalau mbak mau" ucap Fani tersenyum.


bersambung....


makasih yang masih setia sama karyaq...


jangan lupa like vote dan komen nya ya..

__ADS_1


__ADS_2