
Bunyi alarm membuat Sania dan Fadhil terbangun. Tepat pukul 06.00 pag keduanya membuka matanya mencoba mengumpulkan kesadaran.
Terlihat Fadhil memeluk pinggang sania dan menyandarkan kepala dibahu Sania dengan manja.
Cuppp...
"Morning kiss Babeee" Fadhil mengecup pipi Sania.
Sania yang diperlakukan seperti itu terlihat pipinya memerah malu.
Hari Minggu , hari libur terlihat keduanya masih bermalas-malasan diranjang.
Membuat Fadhil kembali menginginkan Sania dibawahnya dan benar saja Sania hanya pasrah dibawah Fadhil.
Hampir 3jam mereka bergumul diatas ranjang, Sania yang masih kelelahan akhirnya memutuskan untuk beranjak ke kamar mandi untuk mandi agar badan nya segar. dan Fadhil pun mengikuti Sania , ia juga ingin mandi membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena keringat bercinta dipagi hari.
Setelah keduanya selesai melakukan ritual mandi. keduanya keluar dan duduk didepan televisi. saat Sania ingin membuatkan sarapan untuk Fadhil dan dirinya namun dilarang oleh fadhil karena Fadhil berencana memesan makanan.
Fadhil memesan makanan untuk sarapan mereka berdua melalui aplikasi online. Sania akhirnya menurut dan mulai menonton acara televisi.
Saat Sania sedang asik menonton televisi Fadhil datang dan menyodorkan satu buah pil kecil untuk sania.
Sania berkerut alis karena jujur baru pertama kali ia melihat obat sekecil ini dan untuk apa Fadhil mempunyai obat seperti ini serta menyuruh sania meminum pil itu.
"Obat apa sih yank dari kemarin kamu ngasih aku obat kayak gini terus??" tanya Sania penasaran.
"Ini buat mencegah kehamilan sayang " jawab Fadhil sambil mengelus rambut sania.
Deggg....
Seketika dada Sania terasa perih. Apa Fadhil tak menginginkan jika mereka memiliki baby batin Sania merasakan Dadanya perih dan sesak jika memang itu kenyataanya.
"Kenapa emang kalo kamu aku hamil???" tanya Sania sedikit kesal.
"Kamu tau kan aku belum siap nikah belum siap punya anak" jawab Fadhil santai.
"Kalau kamu belum siap kenapa ngajakin aku ngelakuin kayak gitu terus !!! "ucap Sania terlihat emosi .
Dan Fadhil hanya diam tak menjawab Sania.
__ADS_1
"Kamu itu sayang nggak sih Dil sama aku.. apa kamu cuma mau nidurin aku aja ?!!!" tanya Sania sekali lagi.
Fadhil masih diam, memang sedari awal Fadhil hanya ingin memuaskan nafsunya pada sania dan Fadhil cukup terkejut Sania ternyata mulai curiga.
Jujur Fadhil masih belum bisa sepenuhnya mencintai Sania.
Melihat Sania marah dan kecewa Fadhil hanya diam tak peduli serta tak menjawab ucapan Sania.
Karena merasa kecewa Fadhil tak memberikan jawaban untuknya akhirnya Sania pulang meninggalkan fadhil.
Dada Sania terasa sakit diperlakukan seperti itu. bahkan Fadhil tak mencoba menghentikanya saat ia ingin pulang.
...
Sesampainya di kos Sania menangis sejadi jadinya.
Merasa kecewa menyesal .
Pada akhirnya Sania sadar semua pengorbanan nya sia sia.
Ia sudah menyerahkan mahkota nya pada orang yang salah, orang yang bahkan tak pernah ada niat serius dengan Sania.
™™™
Membuat Sania semakin terpuruk dan hancur.
Orang yang selama ini dia sayang, yang selama ini dia banggakan akhirnya yang malah menhancurkan nya secara perlahan.
Jam istirahat pun datang namun Sania malas untuk kekantin sekedar menikmati makan siang, ia benar benar merasa tak ada nafsu makan akhir akhir ini. bahkan bobot Sania pun turun drastis.
Sania mengecek ponselnya dan masih tak ada pesan dari Fadhil, Sania hanya meringgis perih , sudah berusaha untuk tak berharap namun kenyataanya ia masih berharap, sangat perharap Fadhil menghubuinginya.
Satu pesan mengalihkan pemikiran Sania tentang Fadhil.
Yaya 1 message..
Sania heran tumben sekali Yaya mengirimi nya pesan.
Segera dbuka pesan dari Yaya...
__ADS_1
"San kesini deh, resto geprak ada yang mau gue kasih liat ke elo"
Sania mengerutkan alisnya tak paham, akhirnya karena penasaran Sania bergegas menuju resto yang dimaksud Yaya.
Hanya butuh waktu 10 menit karena jaraknya dengan resto yang dimaksud Yaya tak begitu jauh dari kantor mereka.
Sesampainya di resto Sania tak sengaja melihat mobil Fadhil terparkir didepan restoran, ia mencoba menyakinkan apakah benar itu mobil Fadhil dan saat melihat plat nomornya Sania sangat Yakin jika itu memang mobil mewah milik Fadhil.
Jadi Yaya nyuruh gue kesini karena tau Fadhil ada disini ??! batin Sania nampak senang.
Sania masuk ke restoran dan mulai celingukan mencari Yaya sampai matanya tak sengaja melihat seseorang yang sangat ia kenal ,sepasang pria dan wanita yang sedang bermesraan makan berdua. Benar memang Fadhil disini, didepan memang mobil Fadhil, Sania tak salah kira yang Sania salahkan adalah pemikiranya Fadhil menunggunya disini mengajak makan siang pada kenyataanya Fadhil sedang asik menikmati makan siang dengan wanita lain.. yaa Wanita lain.
Luruh semua pertahanan Sania, hancur dan kecewa melihat apa yang sedang ia lihat kali ini.
Fadhil selingkuh ??? tidak mungkin... Fadhil tidak mungkin mengkhianatinya lalu dengan siapa Fadhil tersenyum sekarang dan tangan siapa yang Fadhil genggam penuh cinta itu !??
Dengan perasaan kecewa dan menguatkan dirinya sendiri Sania berjalan pelan ke meja yang ditempati oleh Fadhil itu.
Tanganya yang geram akhirnya melayang juga dipipi Fadhil tanpa Sania tanya terlebih dahulu siapa Wanita yang kini bersama Fadhil itu.
plakkkkkk '....
Satu Tamparan yang membuat Fadhil terkejut serta wanita yang berada didepan Fadhil tak kalah heboh dengan pengujung yang mulai melihat kearah Fadhil dan Sania berada namun Sania tak peduli dengan mata pengunjung.
"Jadi setelah apa yg sudah aku kasih ke kamu, ini balasan kamu buat aku ??? " tanya Sania dengan mata memerah siap untuk menangis.
Fadhil yang merasa dipermalukan oleh Sania pun akhirnya membuka suaranya.
"Karena kamu sudah datang dan melihat semuanya bukankah lebih baik kita akhiri saja sekarang , jujur aku juga sudah mulai bosan denganmu!! " ucap Fadhil santai.
"brengsek!!! Jika memang itu mau kamu.. baiklah.. semoga kamu bahagia dengan semuanya " Ucap Sania dan langsung saja Sania pergi dari tempat laknat itu.
Sania keluar dari resto dan menangis sejadi jadinya. Hatinya sangat sakit melihat pria yang dia cintai tega menduakan nya bahkan sama sekali tidak memikirkan perasaan nya dan malah langsung memutuskan hubungan mereka.
Setelah apa yang Sania berikan tidak membuat Fadhil terus bersamanya menepati janjinya.
"Pembohong..." ucap Sania lirih disela tangisnya.
__ADS_1
Bersambung...
jangan lupa like vote dan komen