Sania

Sania
24


__ADS_3

Setelah selesai membahas acara pernikahan akhirnya kedua keluarga itu makan malam bersama.


Tampak Monika melayani suaminya Brawijaya dan Lisa melayani Hermawan suami nya.


"Sania sayang, layani calon suami kamu ambilkan Kevin makanan nya" ucap mama Lisa pada Sania putrinya.


"tapi ma..." ucap Sania yang ingin menolak namun malah diberikan tatapan tajam ayahnya.


Akhirnya sania menurut mengambil piring kemudian diisi nasi.


"Bapak mau makan apa" ucap Sania pada Kevin.


"Jangan dipanggil bapak donk Sania, panggil mas gitu biar lebih mesra" ucap mami Monica menggoda.


Yang membuat kedua keluarga ini terkekeh geli karena melihat raut wajah Sania yang memerah karena malu.


Setelah selesai acara makan malam keluarga Hermawan pamit pulang karena sudah sangat larut.


"Sering sering main kesini ya sayang" ucap mami Monica pada Sania.


"Iya Tante ehh mami " ucap Sania pada mami Monica.


" Ya udah kita balik dulu , sampai ketemu di acara pernikahan" ucap Hermawan pada keluarga Brawijaya yang membuat mereka terkekeh geli.


setelah memasuki mobil, papa Hermawan melajukan mobil mereka menuju rumah.


didalam mobil Sania tampak protes dengan mamanya.

__ADS_1


"Mama sama Papa kok pake acara jodohin Sania sih" protes Sania .


"Sayang... , nak Kevin itu terbaik buat kamu, kurang apa coba dia, udah ganteng , mapan , pekerjaan keras " puji mama Lisa


"Udah kamu nurut aja Sania, semua ini juga demi kebahagiaan kamu" ucap papa Sania.


"Iya Ma.. Pa Sania nurut" ucap Sania pasrah.


"Gimana kalau pak Kevin tau aku ini nggak sebaik yang dia pikirkan, apa pak Kevin mau menerima aku apa adanya, trus gimana aku harus ngadepi Fadhil" batin Sania membuat kepala nya pusing memikirkan nasibnya dimasa depan.


Sesampainya di rumah Sania bergegas menuju kamar nya yang sudah lama tidak ia tempati karena memilih di kosan.


"Arggghhhh , gue harus gimana " gerutu Sania sambil membolak-balik kan badanya diatas ranjang.


"Gue harus omongin ini sama Fadhil secara baik, dan juga gue harus ngmong sama pak Kevin tentang masa lalu gue" ucap Sania yakin kemudian bergegas tidur.


paginya ...


"Eh sayang sudah siap ya , ini nak Kevin barusan datang buat berangkat bareng kamu" ucap mama Lisa.


"Sarapan dulu Sania, layani calon suamimu agar nanti jika sudah menikah kalian bisa terbiasa" nasihat papa sania.


"Iya Pa ." ucap Sania mengambil piring kemudian diisi dengan nasi goreng dan diletakkan didepan pak Kevin.


"Makasih calon istri' goda Kevin yang membuat Sania memerah malu dan terdengar kekehan dari orang tua sania.


setelah sarapan selesai keduanya bergegas berangkat kantor membawa mobil Kevin.

__ADS_1


didalam mobil tampak hening dan tak ada yang memulai pembicaraan.


"Pak, apa bapak yakin menikah dengan saya" tanya Sania.


" Kenapa??? kamu nggak mau nikah sama saya , kamu masih sayang sama mantan kamu itu" ucap Kevin ketus


"Bukan gitu pak , saya tidak sebaik yang bapak kira" ucap Sania ragu.


Kevin menghentikan mobilnya kemudian menatap Sania.


"Aku udah tau semuanya" ucap Kevin membuat Sania terkejut.


"Mau gimana pun buruknya masa lalu semua bisa diperbaiki, asal kamu ada niat buat berubah dan menjadi istri yang baik untuk aku dan ibu yang baik untuk anak anak kita kelak, aku nggak pernah mempermasalahkan masa lalu kamu" ucap Kevin sambil membelai rambut sania.


Sania yang mendengar kan ucapan Kevin terlihat terharu kemudian menangis.


"Hei hei kok malah nangis sih" ucap Kevin memeluk tubuh Sania.


"Makasih karena mau menerima aku apa adanya, aku pikir nggak akan ada yang mau menerima aku apa adanya" ucap Sania sambil terisak.


" Andai kamu tau Sania, udah lama aku suka sama kamu, banyak yang aku tau tentang kamu, hanya saja mungkin kamu nggak pernah merasakan nya" ucap Kevin


"aku harap setelah ini kamu bisa mencintai aku sebagai suami kamu " ucap Kevin kemudian mencium kening sania.


Sania mengangguk dan tersenyum bahagia.


Keduanya pun melanjutkan perjalanan ke kantor.

__ADS_1


Masalah Kevin selesai, semoga Fadhil nantinya bisa mengerti, batin Sania.


bersambung....


__ADS_2