
Hirruk pikkuk keramaian terdengar Disebuah club malam, disana terlihat seorang wanita meminum banyak alkohol hingga membuatnya mabuk dan merancau tak jelas.
"Dasar cowok maunya cuma enaknya aja, nidurin habis itu dibuang , jahat banget sih Dil ,, kamu itu jahat" rancau wanita itu dalam keadaan mabuk .
Ya Sania memang pergi keclub untuk menghilangkan rasa sakit hati nya setelah dibuang oleh Fadhil.
Ia ingin terbang melayang melupakan semua sakitnya dengan minum minum.
Selama ini Sania sudah menjaga dirinya dan menjadi wanita baik baik namun hanya karema terlalu buta dengan yang namanya cinta membuatnya merasakan perih yang amat sangat karena dibohongi dan dikecewakan.
Terlihat seorang laki-laki menghampiri sania, laki laki yang sedari tadi memperhatikan Sania dari jauh.
"Ayoo pulang aku anter, kamu udah mabuk!!" ucap pria yang suaranya tak asing untuk Sania, pria memegang lengan sania.
Sania menatap tajam laki laki yang memegang lengannya itu.
"Lepas gak , ohh kamu juga mau ikutan kayak Fadhil ya cuma mau nidurin aku terus ningalin hu huhu.. lepasin aku brengsek !!! " rancau Sania sambil menangis.
Karena geram dituduh yang tidak tidak akhirnya laki laki itu langsung mengendong Sania dan membawa masuk ke mobilnya.
Dalam perjalanan Sania terus merancau sampai tertidur karena kelelahan mengoceh.
Sesampainya di apartemen laki laki itu menidurkan Sania di ranjang big size nya, menyelimuti sania kemudian meninggalkan Sania tidur dikamar nya.
™™™™
Pagi yang cerah, Sania mengerjap mengucek matanya terasa pening kepala nya , efek dari sisa mabuk semalam. Ia ingat semalam memang pergi ke club dan minum banyak sekali namun setelah itu Sania tak sadar apa yang terjadi dan ketika bangun sudah ada dikamar yang asing menurutnya.
Mengedarkan pandangan dikamar yang bukan miliknya ya kamar ini bukan miliknya sepenuhnya Sania sadar itu.
karena kaget buru buru Sania membuka selimut nya dilihat pakaian nya masih utuh.
Sania cukup lega karena tidak ada kejadian yang mungkin menghancurkan masa depan nya lagi.
__ADS_1
Walaupun sekarang pun masa depan nya telah hancur.
Ya masa depan nya yang indah telah dihancurkan oleh mantan kekasih nya Fadhil.
Cukup menyesakan dada mengingat semua hal tentang fadhil.
Sania bergegas bangun dan mandi dikamar mandi sang pemilik apartemen yang Sania saja belum tau siapa pemilik apartemen yang membawanya itu.
Selesai dengan ritual mandi nya Sania kembali mengenakan baju yang ia pakai semalam, karena ia tak ada baju ganti lain dan ia saja masih belum tau siapa pemilik apartemen ini. selesai merapikan penampilanya Sania pun bergegas keluar dari kamar.
Sania berjalan pelan menuju sebuah Dapur dimana ia mencium aroma masakkan kala ia keluar dari kamar apartmen itu.
Terlihat seorang laki-laki tegap sedang berdiri mengayunkan spatula, ya laki laki itu sedang memasak.
Dengan penuh keberanian Sania mendekati laki laki tersebut, cukup membuat kaget Sania setelah tau siapa laki laki yang membawa kemari, laki laki yang amat sangat ia kenal.
Pak Kevin...
Duh matilah Sannia, mengapa pula ia bisa berada diapartemen milik bos nya itu.
"Pak Kevin " sapa Sania sedikit tegang dan malu.
"Oh kamu sudah bangun, aku masakin nasi goreng setelah ini kamu sarapan dan boleh pulang" ucap Kevin sesekali melirik ke arah Sania.
"Kok saya bisa diapartemen nya pak Kevin" tanya Sania sedikit penasaran.
"Kamu ini bodo apa gimana sih, mabuk sendirian ga ngajak temen gimana kalo kamu dibawa orang asing trus dijual " ucap Kevin penuh penekanan.
"Maaf pak sudah merepotkan bapak , terimakasih telah membawa saya ke apartemen bapak"ungkap Sania terlihat canggung.
.Memang benar sih ucapan pak Kevin, kalau saja yang membawanya bukan pak kevin entah apa yang akan terjadi padanya semalam karena ia sendiri dan dalam posisi mabuk berat.
"Ohh jadi kamu seneng saya bawa ke apartemen??"tanya Kevin sedikit menggoda .
__ADS_1
"Ehh bukan begitu pak, kalau nggak ada bapak mungkin saya sudah dijual orang seperti yang bapak bilang tadi" ungkap Sania sedikit malu.
"Saya hanya bercanda " Kevin tertawa membuat Sania sedikit kaget karena seumur umur Bekerja dengan Kevin Sania sama sekali tidak pernah melihat Kevin tertawa.
Setelah menghabiskan sarapan, Sania pamit pada Kevin dan mengucapkan terimakasih karena telah menolongnya semalam.
kemudian Sania pulang ke kosannya karena dia harus ganti seragam sebelum bekerja. Hari ini memamg masuk kerja dan bodohnya Sania semalam malah minum minum padahal paginya ia harus bekerja, siap siap meraskaan kepala pening batin Sania.
™™™
Ditempat lain...
Fadhil bangun dan melihat wanita yang semalam menemani tidur nya sudah tak disampingnya.
Keluar dari kamar terlihat wanita yang dicari nya sedang memasak.
Dia lantas melingkar kan kedua tangan nya dipinggang shilla , wanita yang sudah beberapa hari ini menyenangkan dirinya.
"Pagi sayang" ucap Fadhil .
"Ehhh sudah bangun bee, aku lagi bikinin omelette buat sarapan kita" ucap shilla sambil mengecup pipi Fadhil.
Fadhil terdiam, omelette..
Makanan kesukaan Sania.
Teringat Sania Fadhil bergegas pergi meninggalkan shilla , entah mengapa tiba tiba ia menginggat Sania hanya karena sebuah makanan.
Shilla sedikit heran kok tiba-tiba Fadhil pergi gitu aja tanpa bilang sepatah kata dan Shilla pun kembali melanjutkan memasaknya.
Bersambung....
.jangan lupa like vote dan komen
__ADS_1