Sania

Sania
18


__ADS_3

Tepat pukul 8malam, waktunya Sania pulang karena pekerjaan nya telah selesai dan berkas yang diberikan Kevin tadi siang telah diselesaikan sania dan diberikan kembali pada Kevin.


Kevin yang menerima berkas yang tadinya dikembalikan pada Sania itu sama sekali tidak protes dan membiarkan Sania pulang.


Sania kini berada di depan kantornya, sedang menunggu ojek online pesanannya.


sebuah mobil warna merah berhenti tepat didepan Sania berdiri.


Sania tau betul mobil siapakah itu dan ketika Sania ingin berbalik menghindari mobil itu, sang pemilik mobil telah turun dan berteriak pada Sania yang sedikit menjauh.


"Kamu bakalan nyesel kalau nggak masuk mobil aku sekarang" ucap Fadhil sang pemilik mobil yang dihindari oleh Sania.


Seketika Sania berhenti , dia cukup takut, Sania berfikir mungkin Fadhil masih menyimpan videonya ditempat lain.


Melihat Sania berhenti, kesempatan Fadhil untuk mendekati Sania.


"Kamu emang udah ngehapus video dihp aku tapi sekarang aku punya video yang jauh lebih menarik yang membuat aku penasaran kira kira gimana reaksi orangtua kamu liat anak perempuan satu-satunya mendesah kenikmatan dengan seorang pria" ucap Fadhil tersenyum menyeringai.


Sania shock dengan ucapan Fadhil, jadi Fadhil kembali merekam adegan panas mereka , kapan , dimana batin Sania .


Badan Sania mulai melemas , dia benar-benar telah pasrah karena percuma dia tidak akan bisa melawan Fadhil.


"Aku kangen kamu sayang" ucap Fadhil sambil memainkan rambut sania.


" Yukk pulang, nanti malem aku bikin kamu mendesah lagi kalau kamu nurut" ucap Fadhil ditelinga Sania kemudian meniup telinga Sania yang membuat Sania merinding geli.

__ADS_1


"Fadhil aku mohon sama kamu berhenti, jangan perlakuin aku kayak gitu lagi, aku mohon sama kamu, pergi,.. pergi dari kehidupan aku, aku cuma pengen hidup tenang," ucap Sania terlihat matanya sudah memerah menahan tangis.


"Selama aku belum puas nikmati kamu , jangan pernah berharap aku akan nglepasin kamu, nggak akan semudah itu Sania, satu satunya yang bisa membuat hidup kamu tenang hanya cukup menuruti semua keinginanku" ucap Fadhil tanpa menghiraukan Sania yang sudah mulai mengeluarkan air mata.


"Kamu jahat Fadhil, kamu jahat, apa sih kurangnya aku Fadhil, selama ini aku sayang kamu, aku nggak pernah main main sama perasaan ku , bahkan aku rela ngasih keperawanan aku buat kamu, biar kita bisa selalu bareng, tapi apa yang udah kamu lakuin ke aku, aku hanya kamu anggap ****** yang cuma bikin kamu puasin nafsu kamu, kamu jahat Fadhil" ucap Sania sambil terisak.


"Sayang,??? Kamu sayang!?? Bullshit... Aku udah nggak percaya apa itu cinta apa itu sayang apa itu pengorbanan, yang aku butuhin sekarang kamu nurut sama aku setiap aku minta kamu selalu ada, udah itu aja nggak usah bawa bawa perasaan cinta dan sayang kamu ke aku , itu nggak guna" ucap Fadhil.


" Jadi selama ini kamu nganggep hubungan kita itu apa??!" Tanya Sania sambil terus terisak .


"Bukanya kamu udah cukup tau jawabanya ,?!! Sekarang kamu masuk mobil aku , ikut aku balik ke apartemen" ucap Fadhil tegas.


" Aku nggak mau ... Aku nggak Sudi" ucap Sania sambil mengusap air mata nya.


Sania terkejut melihat adegan divideo itu jauh lebih parah dari video yang ia hapus tadi pagi.


Terlihat Sania lebih agresif memohon mohon pada Fadhil untuk dipuaskan karena pengaruh obat perangsang yang diberikan fadhil.


Setelah melihat adegan video tersebut akhirnya Sania pasrah mengikuti Fadhil memasuki mobilnya.


Fadhil tersenyum puas karena bisa membuat Sania menuruti keinginan nya.


Diseberang jalan terlihat seorang wanita mengepalkan tangannya melihat Fadhil membawa wanita lain.


Flashback on

__ADS_1


Fadhil bergegas pulang ingin menemui Sania, dia merasa sudah merindukan gadis itu, walaupun Fadhil hanya ingin mencari kepuasan hasratnya.


Terlihat Fani sekertaris fadhil dengan pakaian menggoda nya sudah menunggu Fadhil didepan pintu ruangannya.


"Fani , ngapain kamu masih disini" tanya Fadhil heran.


"Bapak tidak membutuhkan teman malam ini" tanya Fani dengan nada menggoda.


"Maaf Fani tapi saya sudah punya janji, kamu hati hati ya pulangnya" ucap Fadil dan berjalan meninggalkan Fani .


Terlihat jelas raut kekecewaan di wajah Fani.


Karena penasaran Fani akhir nya mengikuti Fadhil dari belakang.


Dan disinilah fani Sekarang, didepan kantor saingan perusahaan nya dan melihat Fadhil tengah berbincang dengan wanita lain hingga kemudian wanita itu memasuki mobil Fadhil.


Terlihat Fani nampak geram dan menggepalkan tanganya.


"Cuma aku yang boleh milikin kamu Fadhil," ucap Fani kemudian berlalu meninggalkan tempat itu .


Bersambung....


Jangan lupa like vote dan komen nya yaaa


Makasih 😀

__ADS_1


__ADS_2