Sania

Sania
z26


__ADS_3

Sania termenung di dalam ruanganya, dia memikirkan penawaran Fani.


Dibolak-balik nya kartu nama yang diberikan Fani.


"Apa aku terima aja ya penawaran Fani, tapi gimana kalau dia cuma main main.." batinya kemudian menelungkup kan kepalanya dimeja.


Sania pusing dan binggung, apa yang harus dilakukan nya.


Waktu pulang pun tiba terlihat Kevin menghampiri sania.


"Pulang ku antar" ucap Kevin singkat dan tegas kemudian berlalu tanpa menunggu jawaban dan langkah Sania.


Sania tampak mengikuti Kevin dari belakang.


sesampainya dimobil keduanya masih sama2 sama diam hingga akhirnya Kevin memulai pembicaraan.


"Gimana urusan kamu sama mantan kamu, udah beres???" tanya Kevin sambil terus melajukan mobilnya .


"Belum mas" jawab Sania terlihat takut


Kevin tiba tiba menghentikan mobilnya hingga membuat kepala Sania terbentur dasboard mobil.


Terlihat Kevin tampak geram.


"Kalau kamu masih cinta sama dia, enggak mau pisah harusnya kamu batalin perjodohan kita, aku yakin kok keluarga kita sama sama bisa ngerti karena kamu memang sudah memiliki kekasih" ucap Kevin emosi.


"Bukannya aku tidak mau melepaskan Fadhil mas , aku bahkan sudah mengikhlaskan Fadhil sejak fadhil mutusin aku, tapi memang masalahnya tidak semudah itu" ucap Sania tampak takut dan binggung juga bagaimana dia menjelaskan pada calon suami nya itu.

__ADS_1


"Trus masalah nya apa??" tanya Kevin


Sania hanya menggeleng kan kepalanya dia tampak benar benar binggung dan frustasi, Kevin yang melihat raut sedih Sania merasa bersalah karena sudah marah marah pada Sania, tapi mau gimana lagi, dia memang kesal dengan Sania yang masih saja tidak bisa meninggalkan mantan nya itu.


"Sekarang lebih baik kamu pikirkan baik baik mau melanjutkan pernikahan ini atau tidak, semua terserah kamu, saya tidak akan pernah memaksa kamu kalau kamu memang tidak menginginkan aku sebagai pendamping hidup kamu" ucap Kevin kemudian melajukan lagi mobilnya.


Sania hanya terdiam,  binggung apa yang harus dia lakukan, apa dia menerima tawaran. Fani saja untuk membantu nya batin Sania.


"Aku akan tetap melanjutkan pernikahan ini mas, biar bagaimanapun aku ingin membahagiakan orang tua ku dan aku juga tidak ingin terus terusan terpuruk dengan masa lalu" ucap Sania.


"Oke kalau itu keputusan kamu, selesaikan urusan kamu sama mantan kamu sebelum pernikahan kita, dan kalau kamu butuh bantuan aku bilang saja sebisa mungkin aku akan usahakan apapun untuk kamu" ucap Kevin.


"Terimakasih mas " ucap Sania singkat kemudian keduanya terdiam selama perjalanan hingga tiba di rumah Sania.


"Mas mau mampir" ucap Sania melepaskan seatbelt nya .


hati Sania merasakan getaran berbeda ketika diperlakukan lembut oleh Kevin.


keduanya memasuki rumah dan disambut oleh mama dan papanya Sania yang sedang berbincang di ruang tengah sambil menonton TV.


"Ehh anak mama udah pulang" sambut Lisa kemudian memeluk Sania bergantian dengan Kevin.


"Paa .. Maa... Kevin pulang dulu ya , udah malem besok pagi Kevin jemput sania lagi kesini' ucap kevin pada papa mama sania.


"Lohhh Kevin kenapa nggak nginep sini aja, bsok kan hari Minggu juga" tanya papa Sania.


"Besok aja ya paa kalau udah resmi" ucap Kevin sambil menyenggirkan bibirnya, kemudian mencium tangan papa mama dan pulang .

__ADS_1


Sesampainya dikamar Sania merebahkan diri diatas ranjang, dibukanya hp nya dan terdapat satu pesan dari Fadhil, yaa Fadhil.. membuat jantung Sania berdegup, bukan karena masih sayang tapi takut dengan ancaman ancaman Fadhil.


Aku kasih kamu waktu 2 hari, besok Senin kamu harus udah ngasih jawaban,aku harap jawaban kamu itu tidak mengecewakan.see u dear😘


Begitulah pesan yang dikirim Fadhil untuk Sania yang membuat Sania lemas.


Sania bergegas mencari kartu nama Fani kemudian mendial nomor fani.


"Halo Fani, ini aku sania yang tadi siang ketemu direstoran" ucap sania didalam telpon.


"Gimana , mbak setuju sama penawaran aku" ucap Fani didalam telepon.


"Iya , besok kita ketemu dikafe tulip ya jm 9, aku tunggu disana"  ucap Sania


" Ike MBk udah dulu ya," ucap Fani buru2 memutus kan sambungan telepon Sania.


Sania sedikit lega, semoga Fani bisa membantunya.


"Siapa yang telpon sayang"bisik Fadhil ketelingga Fani.


"Ohh itu temen kampus aku sayang" jawab Fani terlihat gugup.


Ya kini Fani tengah berada diapartemen Fadhil untuk menghabiskan malam panas dengan Fadhil karena Fani tau Fadhil sedang membutuhkan nya malam ini....


bersambung....


makasih buat yang masih setia baca cerita aku....

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komen nya ya....


__ADS_2