Satu Malam Panjang Bersama Laki Laki Misterius

Satu Malam Panjang Bersama Laki Laki Misterius
11. Bertemu (2)


__ADS_3

Pukul 7 pagi.


Setelah memastikan Alicia aman di rumah sakit, Ken pergi meninggalkan sebentar untuk menepati janjinya pada Areka. Sebagai bayaran karena Areka sudah membantunya.


"Kau tidak menemui orang tua Alicia?" tanya Areka, mereka berdua berlari beriringan menuju suatu tempat. Melewati hutan hutan dengan pepohonan berbentuk jamur. Areka sudah membawa Ken menuju 'dunia' nya.


Ken hanya menggeleng sebagai jawaban. Untuk apa? Dia hanya punya urusan dengan Alicia, Ken berfikir tidak perlu tahu dan berhubungan dengan orang lain kecuali Alicia. Ia tidak akan mengganggu ataupun ikut campur dengan urusan pribadi gadis itu. Yang akan Ken lakukan hanya menjaganya, membuat kontrak, dan mengabulkan keinginan Alicia sebagai bayaran kontak tersebut.


20 menit kemudian mereka sampai di sebuah danau berwarna keunguan. Ken menyentuh air danau itu, airnya tidak membuat basah. mencium baunya yang seperti ramuan obat. Itu adalah air suci yang digunakan untuk menjaga nyawa seseorang yang sedang sekarat. Jika di dunia manusia mirip seperti infus makanan untuk memperpanjang usia orang yang koma (tidak sadarkan diri untuk waktu yang lama).


"Ayo"


Air suci ini, tidak mudah untuk mendapatkannya. Bahkan bisa sampai sebanyak ini, membentuk sebuah danau. Entah berapa lama Areka mengelilingi dunia untuk mengumpulkan air ini. Konon katanya air ini adalah air kencing hewan peliharaan dewa, yang tersebar merata di bagian bagian bumi (hanya cerita yang dibuat buat untuk menjelaskan kenapa begitu sulit mendapatkan air suci).


Ken menoleh pada Areka yang pias wajahnya begitu sedih, ia jadi sedikit penasaran siapa yang akan mereka temui di bawah sana.


......................


#flashback


*Bruk


Lagi lagi Ken terjatuh untuk kesekian kalinya. Ia benar benar butuh istirahat sebentar, tapi kekhawatirannya pada Alicia membuatnya tetap memaksakan kaki untuk berdiri. Ken tahu ia sedang diikuti, entah apa yang diinginkan 'ikan amis' itu hingga mengikutinya sampai hampir setengah perjalanan.


Apa mungkin pemandangan seorang klan iblis yang sekarat ini membuatnya terhibur. Ken tidak peduli soal itu, mengabaikan Areka yang mengawasi dari dahan dahan pepohonan. Sampai kemudian sebuah tombak es kecil dilemparkan dari sana. Ken melompat, menghindar dengan tangkas.


Mata elang Ken menatap marah. Padahal ia sedang buru buru, padahal pria sialan itu sudah bilang ia boleh pergi, kenapa masih juga mengganggunya?!


Ken diam diam membentuk sebuah bola hitam di tangannya, hanya kecil, seukuran kelereng, tapi memiliki daya ledak yang mengerikan. Ia sudah habis kesabaran, Ken membiarkan Areka hidup karena pria menyebalkan itu adalah teman Alicia, Ken tidak mau menjadi pembunuh teman Alicia dan membuat gadisnya itu kecewa.


"Kau akan sampai besok pagi dengan jalan seperti kura kura begitu." Areka melompat turun. Mendekat. Ken tetap tenang, 10 detik lagi ia akan selesai membuat bola ledakan.


"Aku akan membantumu." lanjut Areka.


Ken menatapnya penuh curiga. Bagaimana mungkin orang yang baru menyerangnya dengan tombak es langsung berubah haluan mau membantu?


"Kau iblis level berapa, apa kau bisa menggunakan kemampuan regenerasimu itu pada orang lain?" tanya Areka. Ken mulai paham kemana arah pembicaraannya.


"Aku pernah dengar kalau beberapa diantara kalian memiliki kemampuan penyembuh. Ayo buat kesepakatan denganku, aku akan mengantarmu pada Alicia dan membantumu untuk menyelamatkannya jika kau bisa membantuku menyembuhkan seseorang."


Kesepakatan dibuat. Bagi Ken, hal itu bukan sesuatu yang sulit setelah mana sihirnya pulih nanti.


......................


Di dasar air ajaib ini ada seorang gadis yang sedang terbaring di batu besar berbentuk persegi panjang. Gadis itu seperti sedang tertidur nyenyak, memakai gaun putih yang indah.


Padahal gadis ini sedang berada di ambang kematian.


"Organ dalamnya hancur, jika keluar dari air ini dia akan langsung mati, sudah banyak orang dari klan lain yang aku bawa kemari tapi mereka semua bodoh, benar benar tidak berguna." jelas Areka.


"Aku berfikir jika bisa melakukan regenerasi dari dalam, apa mungkin organnya bisa utuh lagi? Seperti tubuhmu yang bisa beregenerasi setelah kuhancurkan kemarin." Areka menatap penuh harap pada Ken yang sedang memeriksa gadis itu.


"Bagaimana?" Areka bertanya cemas.


"Akan kucoba." jawab Ken, yakin. Sepertinya memang bisa.


Regenerasi itu bukan sihir. Tapi kemampuan genetik. Meski begitu, kapasitas mana sihir seseorang juga mempengaruhi kemampuan regenerasi tersebut. Iblis level rendah biasanya mati jika organ mereka hancur, mereka hanya bisa meregenerasi luka luka kecil seperti goresan atau luka bakar, level selanjutnya bisa melakukan regenerasi dengan batas paling parah patah tulang.


Ken adalah yang paling langka. Meskipun tubuhnya hancur terpisah menjadi beberapa bagian ia bisa seolah bangkit dari kematian.

__ADS_1


Genetik itu terjadi karena kelainan pada darah klan iblis, semacam kemampuan istimewa.


Yang membuat darah yang tersimpan di nadi berwarna hitam, disebut 'darah iblis'. Yang apabila tubuh lain terluka dapat di edarkan, memperkuat kemampuan sel sel darah dan jaringan, dalam menyembuhkan luka.


Pada iblis setingkat Ken, darah iblis di nadi kirinya berfungsi melakukan penyembuhan untuk dirinya sendiri, sedangkan di nadi kanan dapat dibagikan pada orang lain.


Ken menusuk pergelangan tangan kanannya.


"Apa kau bertaruh padaku?" tanya Ken tiba tiba, ia masih mengalirkan darah iblisnya pada gadis milik Areka.


Areka menatap tidak paham. Bertaruh apa?


"Waktu kau bertemu dengan Alicia di taman bunga mawar itu, kau seharusnya tahu jika Alicia akan menjadi perantara kebebasanku. Kenapa kau diam saja? Tidak melaporkannya pada petugas segel agar mereka memperkuat pengamanannya." jelas Ken.


"Apa kau gila? Bisa bisa identitasku ketahuan, bodoh!" jawab Areka, tidak mengalihkan perhatiannya pada sang gadis.


"Aku tahu kau tidak bodoh. Kau kan bisa bilang pada mereka jika 'Alicia bertingkah aneh, tiba tiba pergi ke taman bunga mawar'. Lalu manusia manusia yang selalu penuh kekhawatiran itu pasti langsung memeriksa keadaan segelnya yang sudah ku kikis sedikit demi sedikit setiap menit."


Areka tertawa. Semua yang dikatakan Ken tepat sasaran. Memang benar Areka juga berperan penting dalam kebebasannya, jika saat itu Areka lapor pada pihak asrama. Mereka pasti akan memperbaiki segelnya dan Ken tidak akan bisa bebas dalam waktu dekat.


"Lalu di hutan waktu itu, kau juga sengaja ada di sana." lanjut Ken.


Areka mengangguk.


"Karena kau tahu aku akan lewat jalur hutan, dan hutan itu adalah satu satunya yang tersisa di kota. Dan prediksi tempatmu mengerikan sekali."


Areka mengangguk lagi. Tapi itu sebenarnya bukan prediksi, Areka membuat ilusi di hutan yang akan dilewati Ken. Sebenarnya ilusi itu bekerja karena Ken dalam keadaan lemah, ilusi yang membuat Ken melihat jika seluruh batang pohon itu besar semua. Dengan pendengaran super tajam milik Areka, ia bisa langsung menemukan Ken ketika Ken terjatuh karena salah memilih pijakan. Seperti memijak ranting yang kecil.


Dan Ken masuk ke dalam jebakannya. Areka langsung berpindah tempat dimana Ken berada. Menjadikan situasi itu seolah hanya sebuah 'kebetulan'.


"Dan kau juga menyerang ku waktu itu hanya untuk mengetes ku kan. apakah aku iblis level rendah ataukah iblis level tinggi yang mampu melakukan regenerasi."


Sebenarnya Ken juga berfikir sama. Ia akan mengawasi 'ikan amis' ini. Dia bukan 'ikan' biasa, begitu licik dan penuh rencana. Tekadnya sangat luar biasa sampai berani bertaruh pada klan iblis sepertinya.


Ken tertawa kecil, ini pertama kalinya ia dimanfaatkan. Pertama kalinya ia masuk ke dalam skenario seseorang. pertama kalinya ia merasa jika orang lain memiliki kecerdasan setingkat dirinya. Dan orang itu pasti berbahaya jika dijadikan sebagai musuh.


"Aku bisa membunuhmu kapanpun aku mau." Ken berkata datar.


"Melenyapkan ikan sepertimu sangat mudah. Tapi aku tidak akan membunuh tanpa alasan, tidak lagi." Ken memelankan 2 kata terakhirnya.


Areka tersenyum kecil, tentu saja. Tanpa diperingatkan sekalipun Areka tidak akan mengganggunya. Ia pasti sudah kehilangan akal sehat jika berencana mengusik iblis level tertinggi ini.


Tanpa kesepakatan apapun mereka membuat satu keputusan yang sama.


Luka di nadi kanan Ken langsung tertutup. Ia menyentuh tangan gadis itu untuk mengetahui keadaan tubuhnya.


Darah iblisnya bekerja.


"Satu atau dua hari lagi dia akan sadar."


Areka mengangguk, ia tahu Ken tidak berbohong. Wajah gadisnya ini sudah mulai memerah lagi, tidak pucat seperti mayat.


Terima kasih, sungguh terima kasih. Sudah bertahun tahun ia menantikan saat ini. Areka sampai masuk ke dunia manusia untuk mencari klan klan lain yang mungkin memiliki kemampuan penyembuh. Tapi mereka semua sampah, bilang jika tidak ada harapan karena gadis ini 'sudah mati'.


Benar, organnya hancur sempurna. Jantungnya tidak berdetak, hanya karena air ajaib ini yang membuat gadis itu mampu bertahan.


Gadis ini adalah orang paling berharga bagi Areka.


"Aku akan kembali pada Alicia."

__ADS_1


Areka mengangguk lagi, mengusap ujung matanya yang berair. Sialan! padahal sudah ia tahan agar tidak terlihat oleh klan iblis di sampingnya ini.


...****************...


Di perjalanan menuju tempat Alicia, Ken berjalan melewati kota. Kali ini Ken bukan terkejut dengan keramaiannya lagi. Tapi terkejut karena sadar jika manusia manusia yang ada di kota ini sudah tidak murni. Hei bagaimana jika bukan hanya di kota ini? Bagaimana jika di seluruh dunia?!


'Siluman rubah'


'Undead'


'Siluman anjing'


'Setengah mermaid'


'Vampir'


Ken hampir tertawa saat ia bisa melihat mereka semua mengenakan pakaian dan bertingkah seperti manusia.


Menjijikkan.


......................


Ken mengetuk pintu kamar rumah sakit dimana Alicia berada. Kemudian masuk saat ada jawaban.


"Ken!" Alicia langsung bangun, berlari menabraknya. Tiang infus bergerak mengikuti gadis ini.


"Hei hati hati." Ken menangkap Alicia, menahan tiang infusnya yang hampir ambruk.


Alicia nyengir. Ia tahu kalau Ken tidak akan membiarkannya jatuh.


"Kau dari mana saja? Kenapa aku ditinggal? Eh kau membawa bunga Ken?! Apa ini untukku?" Alicia langsung merebut sebuket buka krisan yang Ken bawa. Bunga yang cantik, berwarna jingga dan terlihat begitu ceria. Baunya juga harum. Krisan asli tidak berbau, sepertinya Ken membelinya di suatu tempat karena sudah diberi parfum pengharum.



"Kenapa bunga krisan Ken? Kenapa bukan bunga mawar?" Alicia terkekeh, bukankah Ken identik dengan bunga mawar?


"Tidak tahu, orang di jalan yang memberiku bunga itu." jawab Ken apa adanya.


"Apa?" Alicia bertanya. Pias wajahnya berubah.


"Tadi waktu aku berjalan kemari ada seorang gadis yang memberiku bunga itu."


Alicia terdiam beberapa saat. Jadi bunga ini bukan untuknya? Jadi kesenangannya akan keromantisan Ken tadi hanya salah paham?


"Kalau kau suka, ambil saja. Lagipula aku tidak cocok dengan bunga." lanjut Ken dengan polosnya. Tidak menyadari jika wajah Alicia benar benar badmood parah.


"Ken..."


"Ya?"


Alicia mengembalikan bunga milik Ken.


"KAU BENAR BENAR JAHAT!" Alicia berteriak, berlari masuk ke dalam selimut ranjangnya. Membiarkan Ken yang dilanda bingung akan kemarahannya yang tidak jelas.


Sebenarnya selain marah Alicia juga merasa malu. Ken menyebalkan, tidak peka, dan bodoh!


Dengan wajah setampan itu tentu saja akan banyak gadis yang langsung suka padanya. Bahkan sampai diberi bunga oleh orang yang baru pertama bertemu?


Alicia mengepalkan tangan, sangat kesal. Gadis tidak tahu diri mana yang berani menyukai Ken nya!

__ADS_1


Gadis itu sudah bertekad akan segera mengumumkan pada dunia jika Ken ini miliknya!


__ADS_2