Satu Malam Panjang Bersama Laki Laki Misterius

Satu Malam Panjang Bersama Laki Laki Misterius
16. Rencana (2)


__ADS_3

Hidup memang penuh kejutan.


Siapa sangka jika orang yang harus dihancurkan oleh tuannya adalah orang yang sama yang harus ia singkirkan untuk mendapatkan seluruh kekayaan Damian group.


"Dibiarkan saja pun dia sudah menggali kuburannya sendiri, tuan. Bryan tidak akan mendapat harta warisan, ibunya juga akan gila. Keluarga sudah dipastikan jadi kehancuran pertamanya."


Benar, kehancuran pertama. Masih ada 2 lain yang harus dibereskan untuk membuat pasangan kontraknya puas.


Ken akan melakukan apapun. Asal bisa membuat kontrak paling sempurna dengan Alicia untuk memutuskan jiwanya dengan segel taman bunga mawar.


Manusia adalah makhluk yang memiliki tiga hal berharga dalam hidupnya: harta, tahta, cinta.


Yang dimaksud dengan harta adalah uang dan keluarga, Ken tidak perlu mempedulikannya karena Bryan tidak mungkin punya kesempatan untuk menang melawan Rafaela.


Sedangkan tahta adalah tentang kekuasaan, pandangan orang terhadap Bryan. Meskipun di keluarga Bryan tidak mendapatkannya, di relasinya terutama di kampus Bryan adalah seorang pemimpin yang disegani.


Dan cinta? Ken tersenyum simpul. Merasa kasihan dengan hasil yang akan Bryan dapatkan setelah membuang Alicia. Yang Bryan punya sekarang hanyalah cinta palsu dari fans nya dan gadis sombong yang terobsesi dengannya.


"Tuan, apa lagi yang perlu saya lakukan untuk membantu anda?" tanya Rafaela, melihat Ken masih sibuk membaca data tentang Bryan yang ia buat dalam satu malam.


Mulai dari biodata umum, laporan kesehatan, relasi, hingga sifat tabiatnya. Semuanya lengkap dan terstruktur tanpa celah. Rafaela sangat bisa diandalkan. Sekarang giliran Ken untuk melakukan eksekusi.


"Urus surat yang aku butuhkan untuk menjadi mahasiswa dengan jurusan dan kelas yang sama dengan Bryan. Gunakan seluruh uang dan kekuasaanmu jika diperlukan."


Meskipun menggelikan bergabung dengan drama para 'keledai', Ken sudah memutuskan akan mengambil seluruh milik Bryan.


Kemudian mengubah Alicia menjadi pasangan kontrak yang sempurna. Ken akan melakukan training kecil, mengajari gadisnya untuk menjadi sedikit jahat dan sedikit licik.


Rafaela mengangguk, langsung meminta sekretarisnya untuk menghubungi pihak universitas.


"Saya tidak akan kalah. Tuan, mari kita berlomba! Misi anda atau misi saya yang lebih bagus dan lebih cepat hasilnya. Kalau saya menang anda harus mengabulkan satu permintaan saya ya..." seru Rafaela. Mengepalkan tangannya bersemangat.


Ken tersenyum simpul, menggeleng.


"Pertandingannya tidak adil. Kau melakukan tugasmu sendiri, sedangkan aku masih membutuhkan bantuanmu. Kalau kau mau hadiah, katakan saja saat anggota kita sudah lengkap. Akan kuberikan apapun."


Bukan tanpa alasan Rafaela memberikan kesetiaan penuh pada Ken. Memberikan seluruh tubuh dan jiwanya menjadi hak milik Ken, tuan yang ia anggap sebagai dunia dan tuhan. Ken selalu lurus, memiliki ambisi dan kekuatan untuk mewujudkannya. Tidak pernah berubah walau ribuan tahun berlalu, ia tetap seorang pemimpin yang cerdas dan memiliki harga diri tinggi.


"Saya akan melakukan yang terbaik. Saya tidak akan pernah mengecewakan anda, my lord." Rafaela menekuk lutut, sebagai bukti loyalitas dan pengabdian tanpa batas.

__ADS_1


Kesetiaan bukanlah hal yang didapatkan dengan cuma cuma. Panjang sekali cerita antara Rafaela dan Ken yang berawal dari permusuhan, saling membenci dan saling membunuh. Menjadi sekutu yang paling ditakuti di dunia hitam.


Ken menatap tajam.


"Tentu saja kau harus begitu." samar samar mata Ken memancarkan siluet merah.


...****************...


Ken kembali lagi pada tuan putrinya pada pukul 8 malam.


Karena tidak bisa masuk lewat pintu depan, pria klan iblis itu menerobos jendela gedung asrama lantai 3 untuk menemui Alicia. Membuka paksa jendela yang terkunci, ia tahu jika Alicia ada di dalam, sengaja ingin mengejutkannya.


Tapi bukannya Alicia yang terkejut, malah Ken yang hampir jatuh karena tiba tiba mendapat lemparan vas bunga.


Bagaimana tidak? Alicia baru selesai mandi setelah mengerjakan tugas kuliahnya yang memusingkan. Baru saja ia melepas lilitan handuk dari badannya, hendak memakai baju.


Alicia pikir maling mana yang nekat memanjat gedung asrama dan membuka paksa jendela di balkon kamarnya yang sempit. Tanpa pikir panjang ia langsung mengambil benda di dekatnya dan melemparkannya kepada sang pelaku.


Untung saja Ken tangkas menghindar, masih bingung menyaksikan Alicia yang berteriak menyuruhnya keluar.


"Apa kau gila Ken?! Bodoh bodoh bodoh! Aku hampir jantungan gara gara kau! Untung yang dekat dengan tanganku vas bunga. Bagaimana kalau yang kulempar tadi kompor listrik ha?! Kau akan mati jatuh dari lantai 3."


"Tapi aku kan sudah melihat semuanya saat kita pertama bertemu. Kenapa sekarang kau lebay sekali, Alicia." Ken beropini, pura pura polos.


Wajah Alicia memerah teringat malam panas yang pernah ia lakukan dengan Ken waktu masuk ke taman bunga mawar. Tidak bisa berkata kata lagi terhadap protes yang Ken lontarkan, Alicia memukul kepala Ken dengan guling yang ia bawa untuk menutupi pahanya yang terbuka, ia sedang memakai celana pendek.


"Itu kan bedaa!!" Alicia berteriak. Malas berdebat.


"Sama saja, Alicia. Aku bahkan menyentuhmu dan membuatmu emb..."


Sebelum Ken mengatakan hal yang lebih jauh lagi, Alicia menutup mulutnya. Matanya mendelik memperingatkan Ken supaya berhenti membahas kejadian tersebut.


Ken tertawa renyah. Menggigit tangan Alicia dengan lembut, iblis itu memperlihatkan taring giginya yang tajam serta lidahnya yang lihai.


Alicia segera menarik tangannya, wajahnya memerah hampir seperti udang rebus. Ia tidak mau lagi tergoda dengan bujuk rayu iblis ini. Tidak, belum... Mereka tidak bisa melakukannya di sini ketika Ken belum membuat kontrak. Hal 'itu' akan dianggap 'menyakiti Alicia' sebagai pasangan kontraknya dan segel bunga mawar akan semakin menarik Ken agar kembali.


"Kau curang Ken, jangan melakukannya lagi!"


"Melakukan apa?" ulang Ken pura pura tidak mengerti.

__ADS_1


Alicia membersihkan tangannya, mencubit lengan Ken dengan keras. Gemas dan kesal.


Setelah pertikaian kecil itu selesai, Ken tiduran di sebelah gadisnya. Dekat dengan Alicia dapat mengurangi setengah sakit kepala yang ia rasakan setiap saat.


"Apa orang orang bodoh itu masih mengganggumu?" tanya Ken, sembari melihat wajah Alicia dan memainkan jemarinya di antara helai rambut sang gadis.


Alicia mengangguk. Menunjukkan memar di sikunya, baru terjatuh gara gara dikerjai oleh Lyodia dan teman temannya. Ken tahu itu, sudah satu Minggu ini Alicia di-bully oleh mereka. Lucu sekali, seperti melakukan bully terhadap anak sekolah dasar. Mereka menggunakan cara yang kekanak kanakan karena mereka pikir Alicia adalah gadis yang lemah.


"Aku bahkan dijauhi teman sekelas karena perbuatan Lyodia." keluh Alicia.


Ken membelai lembut kepalanya. Lagi lagi merasa bersemangat dengan perasaan buruk yang terpancar dari tubuh Alicia. Perasaan marah dan benci itu sangat dibutuhkan untuk membuat Alicia kuat.


"Apa kau masih bisa menahannya sebentar lagi?"


Alicia menatap mata hitam legam Ken. mengangguk, demi dirinya sendiri dan dendamnya pada Bryan, sebuah drama klasik akan dimainkan.


Ken tidak memberitahu bagaimana rencananya, Ken hanya menyuruhnya untuk diam dan berpura pura tersakiti. Itu benar benar permintaan yang aneh, tapi Alicia tahu maksudnya, hal itu dilakukan untuk membuat Bryan lengah dan semakin menganggap bahwa Alicia tidak berguna.


Bagaimana rasanya diinjak oleh orang yang kau anggap sampah? Itu akan membuatmu merasa menjadi kotoran yang jauh lebih buruk dari sampah.


"Ngomong ngomong besok Bryan mengundang keluargaku untuk makan di rumahnya. Aku tahu itu untuk membicarakan tentang pertunangan kami."


"Ken, aku yakin Lyodia juga akan datang dan dikenalkan sebagai calon baru. Mama papa ku pasti akan malu sekali kalau tahu anaknya dicampakkan." lanjut Alicia.


"Apa aku tidak usah datang saja ya?" tanya Alicia meminta pendapat.


Ken tersenyum lebar. Hei itu berita yang bagus sekali!


"Kau harus datang, Alicia. Aku akan membuat kejutan besok."


Dahi Alicia berkerut.


"Kejutan apa?"


Ken tersenyum misterius.


"Lihat saja besok."


Segera mengirimkan pesan singkat pada Rafaela. Demi kehancuran Bryan berikutnya, yang mendadak ditambahkan dalam rencana jahat mereka.

__ADS_1


Sebaliknya, bukan Alicia, tapi Bryan lah yang akan mempermalukan dirinya sendiri besok malam.


__ADS_2