
Jika diberi waktu tiga jam untuk menyelesaikan masalah, Ken akan menggunakan dua jam untuk berfikir dan satu jam untuk eksekusi.
Selama ini Ken bukan hanya berdiam diri saja di dalam segel. Ia tidak lagi pasrah akan takdir seperti sebelum mengenal Alicia. Ken sudah memiliki alasan untuk keluar, maka bodoh sekali jika ia tidak melakukan apa apa dan hanya berharap datangnya bantuan.
Untunglah Ken bukan orang bodoh.
Setelah berminggu minggu mengamati cara kerja segel, Ken menemukan sesuatu yang mengejutkan. Yang entah kenapa ribuan tahun tidak ia sadari.
Ken yang notabenya seorang klan iblis tidak memiliki kemampuan membuat ilusi, ia tidak punya kemampuan untuk membuka portal ataupun menciptakan dunia seperti klan duyung. Tapi aneh sekali karena di dalam taman bunga mawar Ken bisa membuat dunia sesuai yang ia bayangkan. Bahkan dunia itu adalah dunia nyata yang bisa dirasakan oleh Alicia saat pertama kali bertemu dengan gadis itu.
Ken sadar jika itu bukan kekuatannya, itu adalah salah satu 'fasilitas' yang ada di segel ini.
Lantas pertanyaan kedua adalah, untuk apa kekuatan membuat dunia itu ada di sini?
Awalnya Ken berfikir ini adalah fasilitas istimewa supaya ia tidak bosan. Jadi Ken bebas berimajinasi dan bermain di dunia yang ia inginkan, agar ia tidak berusaha untuk kabur.
Tapi bukan kah itu aneh? Segel ini adalah hukuman, mana mungkin diciptakan fasilitas untuk tahanannya menghibur diri?
Ya, karena hal itu adalah kunci dan teka teki. Bukan fasilitas melainkan cara kerja.
Segel ini adalah hukuman. Tidak mungkin sebuah hukuman diberlakukan selamanya. Jika memang selamanya mana mungkin ada istilah 'bebas dengan membuat kontrak' artinya bebas bersyarat dong?
Kunci keluar dari segel itu ada di dalam segel ini sendiri.
Di malam hari, ketika bulan purnama berpendar pendar besar menghias langit. Ken duduk di tengah tengah taman bunga mawar. Memfokuskan kekuatannya pada sekeliling.
Meski menutup mata, Ken dapat merasakan tanah, udara, temperatur, bahkan suara serangga dan gemelisik angin menggerakkan dedaunan.
Ken menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan. Sudah lama ia tidak menggunakan kemampuan ini. Sangat sulit untuk berkonsentrasi pada satu hal, dibutuhkan keinginan kuat dan ketekunan, karena yang akan Ken lakukan adalah mengaktifkan kemampuan tingkat tinggi.
"Aku tidak menyangka akhirnya kau menemukannya juga. Padahal sudah benar duduk tenang di taman itu."
Ken tersenyum, perlahan membuka matanya. Ia berhasil berpindah tempat menemui pemilik segel ini. Di sebelah kanannya adalah ruangan serba hitam dengan satu titik putih, sedangkan di sebelah kirinya adalah ruangan serba putih dengan satu titik hitam.
Sang pengatur kebaikan dan keburukan. Ken duduk di antaranya.
"Bebaskan aku." Ken berseru tegas, tidak punya waktu untuk berbasa basi.
"Membebaskan mu? Haha... Hahahaha... Apa anak muda ini baru bangun tidur? Lancang sekali mulutnya." titik hitam yang berbicara, suaranya serak besar menggema.
"Setelah mengabaikan perintah, tidak menjalankan tugas dengan semestinya, dan malah membuat kerusakan, menghabisi seluruh makhluk hidup di dunia ini kau meminta kebebasan?!" titik hitam menjawab lebih baik.
"Iya"
"APA KAU BERCANDA?!" titik hitam berteriak, suaranya yang sudah besar semakin diperbesar sampai sampai bahkan bisa memecahkan gendang telinga.
"Tidak bisa, makhluk sepertimu tidak punya hak untuk kembali ke dunia luar. Klan mu sudah tidak dibutuhkan lagi. Menciptakanmu adalah kesalahan tak terampuni, memberikan kekuatan luar biasa pada satu makhluk untuk mengatur dunia hanyalah khayalan sampah. Kau malah menghancurkannya dengan kekuatan yang kau punya." - titik putih.
"Tapi aku tetap harus keluar." Ken menjawab, tetap berusaha untuk tenang. Ia tidak terprovokasi oleh kalimat kalimat buruk yang ditujukan untuknya.
"Anak tidak tahu diri ini! Karena itu harusnya kau dimusnahkan saja!" - Titik hitam.
Ken menghela napas, ia tahu jika tidak mungkin mudah membujuk dewa. Bukannya bebas, bisa bisa ia malah terbunuh di sini jika membuat sang titik hitam pemilik kemurkaan dan kehancuran itu marah.
__ADS_1
Tapi Ken tidaklah datang tanpa rencana, ia orang yang selalu memperhitungkan tentang untung rugi. Jelas Ken punya kartu AS untuk melakukan negosiasi intens ini.
"Pedang Azura, aku tahu dimana ayahku menyimpannya."
"Apa?!" dua titik itu bereaksi bersamaan.
"Biarkan aku bebas, aku akan memberitahukan pada kalian dimana pedang itu berada. Bukankah pedang itu yang bahkan ditakuti oleh langit? Yang ayahku buat dari tulang belakang hewan suci."
Dua titik itu serempak menggerung, ayah Ken adalah iblis gila yang berani membunuh hewan suci dan dengan lancangnya membuat senjata dari tulang belakang hewan itu. Setelah kematiannya, pedang yang ia buat mengikuti jasadnya bahkan hingga ke neraka sekalipun. Sebagai bentuk hukuman, pedang itu tertusuk di perut, merusak tubuh dan jiwa ayah Ken.
Pedang yang dibuat dari tubuh paling suci namun digunakan oleh makhluk paling kotor, membuatnya jadi haus akan jiwa. Kekuatannya luar biasa, ia ada untuk memakan jiwa jiwa di sekitarnya, bahkan dewa sekalipun tidak tahu dan tidak berani mencari.
Meski begitu jika bisa tentu saja mereka harus mendapatkannya dan menghancurkan benda mengerikan tersebut.
Berhasil! Ken merasa ia memenangkan negosiasi!
"Kau benar benar iblis gila, berani sekali menggunakan benda itu untuk penawaran."
Well, bukankah semua iblis itu gila?
"Tapi kebebasanmu tetaplah harga yang mahal meskipun ditebus dengan keberadaan pedang Azura." -titik putih.
Ken menatap kesal ke kanan. Hei pedang itu bahkan tidak ada di seluruh penjuru dunia ini, dewa saja tidak ada yang bisa menemukannya dan mereka bilang itu informasi murah?!
"Bawakan pedang itu pada kami!" -Titik hitam.
Kali ini Ken terdiam cukup lama. Membawakan pedang itu sama dengan keluar dari segel tanpa kontrak, tubuhnya akan tercabik cabik hancur begitu masuk ke tempat area pedang Azura tertancap. Bahkan bisa saja pedang itu memakan jiwanya. Kedua dewa itu tahu jika Ken tidak akan mampu. Itu adalah tawaran yang berat sepihak, sangat merugikan pihak Ken.
Suka adalah sesuatu yang harus dibuktikan, bukan omong kosong belaka untuk membuat wanitanya senang. Ken tidak bisa mengatakannya, ia belum mampu. Selagi masih berada di sini, Ken tidak punya hak untuk mengikat Alicia dengan janji suka.
"Akan kulakukan."
...****************...
"Tolong antar aku ke rumah, Elena. Aku punya rencana." seru Alicia tiba tiba setelah bangun dari tidurnya.
Elena dan Areka sedang membuat jaring besar berwarna hijau, berasal dari rumput laut beracun. Jaring itu kuat dan tidak bisa dipegang oleh orang lain.
"Eh apa ini?" Alicia mendekat hampir menyentuh jaring beracun tersebut jika Areka tidak memukul tangannya.
"Jangan lancang."
Alicia melirik kesal. Mengusap tangannya yang panas.
"Jadi, rencana apa yang kau punya? Padahal semalaman kau cuma bermesraan dengan Ken." tanya Areka tidak tertarik, ia fokus menyulam jaring.
Saat memukul tangan Alicia, Areka sempat membaca pikirannya. Membuatnya tahu apa saja yang Alicia lakukan bersama Ken di dalam mimpi. Ken tidak mengatakan rencana apapun jadi rencana yang akan Alicia katakan pasti dari pemikirannya sendiri. Dan pemikiran Alicia itu sama sampahnya dengan pemikiran Elena. Dua gadis yang sama sama tidak masuk akal.
"Tidak sopan! Elena saja tidak membaca pikiranku tanpa izin!"
Di seberang Elena terkekeh. Alicia menoleh padanya, wajah jahil Elena menahan tawa.
"Sial. MENGINTIP INGATAN ORANG ITU TIDAK SOPAN!" Alicia berteriak.
__ADS_1
"Iya iya maaf deh, janji gak lagi deh." bujuk Elena. Alicia mengepalkan tangan kesal, kalau ada Ken di sini pasti ia tidak akan mau bersama dengan dua duyung menyebalkan ini. Ia seolah tidak punya privasi.
"Jadi apa rencanamu? Pastikan itu sesuatu yang luar biasa, jangan jangan kau bersemangat cuma mau memberikan ide sampah." seru Areka dengan mulut tajamnya. Areka terlihat begitu lelah, bawa matanya menghitam.
"Ken menceritakan padaku soal tabiat siluman rubah. Rubah ekor sedikit memiliki ketertarikan nafsu dengan manusia, rubah ekor banyak memiliki ketertarikan kekuasaan. Ayo kita tangkap rubah rubah ekor rendah dulu menggunakan diriku."
Demi mendengar rencana Alicia yang ternyata jauh lebih sampah dari dugaannya, Areka memukul kepala gadis itu dengan kepalan tangan.
"KAU BODOH YA?! BAGAIMANA KALAU MALAH KAU YANG TERTANGKAP?!" Teriak Areka di depan wajah Alicia.
"AKU TIDAK AKAN TERTANGKAP!" Alicia balas berteriak, tidak mau kalah.
"DENGAN JAMINAN APA KAU BERANI MEMBUAT PERNYATAAN BODOH ITU HA?!" -Areka
"AKU SUDAH BANYAK LATIHAN." -Alicia
"Gadis tidak berguna ini..." Areka mengepalkan tangannya, sekali lagi hampir memukul Alicia tapi tawa Elena membuatnya terhenti.
"Ide bagus! Hei, biarkan Alicia jadi umpan! Jaring ini akan lebih berguna jika bisa mengumpulkan banyak orang sekaligus."
Areka menggeleng, tidak setuju. Ken bisa benar benar bangkit dari kematian dan membunuhnya jika Alicia sampai berada dalam bahaya.
"Alicia tidak selemah itu, Areka. Meski dia bodoh, tapi dia tidak idiot kok. Alicia juga pasti bisa kalau hanya menjadi umpan."
"Aku tidak setuju. Aku tidak percaya idiot ini bisa melakukan sesuatu."
Alicia menjambak rambut Areka. Elena bilang dia tidak idiot!
Tapi Elena menghentikan tawa dan senyumannya, mulai serius.
"Iblis itu bilang jika dia akan melindungi Alicia. Bukan sebagai pasangan kontrak tapi sebagai sesuatu yang berharga. Bagaimanapun caranya ia tidak akan membiarkan Alicia mati muda. Areka, apa kau pikir dengan kepribadian Ken, dia hanya diam menunggu bantuan di dalam segel?"
Mata Areka melebar, ia memang berfikir jika iblis itu tidak bisa melakukan apapun sekarang.
"Dia sedang melakukan sesuatu, aku yakin itu. Iblis itu berbeda, ia adalah orang yang bertanggung jawab. Entah apa yang terjadi di masa lalu sepertinya dia tidak menginginkannya terjadi begitu."
Alicia mengangguk.
"Ken bukan iblis yang suka merusak, ia tidak suka peperangan." imbuhnya.
Elena tahu itu, ia sudah melihat semua yang Alicia lihat. Ken adalah iblis sejati yang masih melakukan tugasnya sebagai puncak pemimpin klan. Ia adalah orang yang tidak mau ditakuti, ia ingin menjadi pemimpin yang disegani. Melindungi yang lemah dan mengekang yang kuat agar tidak bertindak semena mena.
"Tidak apa apa, ayo gunakan Alicia. Agar iblis itu juga semakin berusaha keras meloloskan diri dari segel dewa."
Areka tersenyum ngeri, ia jadi sedikit kasihan pada Ken. Dua gadis di depannya ini benar benar ingin menguji dan bertaruh padanya.
"Terserahlah."
......................
Yang masih baca cerita ini absen dong...
Rumit banget ya ceritanya😭, kadang author juga suka bingung apa dulu yang harus diceritain. soalnya banyak banget rancangan konfliknya😭. Semoga kalian paham dan nggak bosan😭❤️.
__ADS_1