Satu Malam Panjang Bersama Laki Laki Misterius

Satu Malam Panjang Bersama Laki Laki Misterius
31. Tumbuh


__ADS_3

Selagi Alicia belum pandai menggunakan belatinya, Elena tidak membiarkan gadis itu pulang. Negara yang Alicia dan Areka tempati sudah sepenuhnya dikuasai oleh siluman rubah. Orang orang yang melakukan protes di depan gedung pemerintahan berhasil ditangkapi, kurang dari satu jam mereka semua disekap, dibawa ke dunia dimensi lain milik siluman biadab tersebut.


"Bagus, setidaknya kau bisa lah membunuh satu hingga dua siluman rubah ekor satu atau dua."


"Hanya dengan belati ini?"


Elena mengangguk.


"Belati itu beracun Alicia. Dibuat khusus oleh duyung pengrajin, kandungannya berbahaya."


Alicia mengerjap. Memperhatikan ujung belati yang berwarna kemerahan. Ia menduga ada sebuah sihir di sini, klan duyung adalah klan pembuat racun terhandal. Mereka bisa membuat beragam cairan dengan fungsi macam macam seperti cairan untuk membuat lawan lumpuh, hilang ingatan, atau bahkan cairan kematian. Kemudian mampu mengubah air menjadi benda padat, karena itu tidak sulit bagi klan duyung menciptakan senjata mematikan.


"Eh, kalau aku tidak sengaja tergores..."


"Tentu saja kau akan mati, langsung detik itu juga." Elena santai memotong.


Alicia mendelik, bisa bisanya Elena memberinya benda berbahaya seperti ini tanpa mengatakan apapun. Untung saja Alicia cukup berhati hati dengan senjata tajam. Kalau tidak sengaja kena bisa tamat riwayatnya, hei tapi bukankah berarti senjata ini seperti pisau bermata dua?


"Senjata itu buta dan tuli, ia tidak bisa mengenali tuannya. Tentu saja kau harus berhati hati."


"Ya ya, tapi belati ini cukup nyaman digunakan. Ringan dan tajam. Meski jangkauannya dekat." Alicia melompat, kemudian berputar, menusuk boneka manekin kayu milik Elena tepat di jantungnya.


"Karena siluman rubah itu sangat lincah dan reflek mereka bagus. Menggunakan pistol atau panah tidak mungkin untukmu. Setidaknya ternyata kau punya sedikit bakat bela diri, tangan dan kakimu juga elastis. Kau sudah bisa bertarung, Alicia!"


Alicia tersenyum bangga. Selama satu Minggu latihan, ini adalah kali pertama Elena memuji. Ya pujian itu berarti besar, karena Alicia memang berusaha dengan sangat keras, sampai lupa makan dan istirahat.


Saat tidak ada Ken ia merasa kehilangan malaikat penjaga, Ia juga tidak mau membuat Ken khawatir dan menyalahkan dirinya sendiri yang tidak bisa membantu. Saat bertemu nanti malam Alicia akan melaporkan progres latihannya. Setidaknya, kemajuan yang dialami Alicia dapat mengurangi sedikit beban.


"Kalau begitu apa aku boleh ikut Areka keluar?" tanya Alicia hati hati. Sudah 3 hari ini Elena tidak mengizinkannya pulang, atau bahkan keluar dari dunianya.


Hanya Areka yang pergi untuk melihat situasi dan menyelidiki tempat dimana siluman rubah menyekap para manusia. Itu sangat berbahaya, tapi Areka adalah penyusup yang handal. Ia bisa berkomunikasi dengan hewan sehingga membuatnya memiliki 'banyak mata dan telinga'. (Maksudnya Areka mendapat informasi di banyak tempat tempat berbahaya melalui hewan)


"Alicia, siluman rubah itu siluman yang ditakuti setelah klan iblis. Klan rubah ekor banyak memiliki senjata mistis yang bahkan bisa melumpuhkan satu klan iblis. Seperti yang terjadi pada Ken."


"Ken tidak mati! Dia bilang kalau dirinya sudah terlepas sepenuhnya dari segel, mustika rubah apalah itu tidak akan bisa membunuhnya."

__ADS_1


Elena mengangguk.


"Itu berarti mustika rubah mampu membunuh klan iblis yang memiliki kekuatan setengah milik Ken. Kau tau, Ken mu itu... bahkan iblis level tinggi lain tidak memiliki setengah kekuatannya. Artinya mustika rubah mampu membunuh klan iblis."


Alicia menggigit bibir bawahnya, logika itu benar. Situasi sekarang sangat rumit.


"Ah iya, ini ponselmu aku kembalikan." Elena melempar benda persegi panjang yang sudah semingguan ia sita agar Alicia fokus latihan.


Gadis itu bersorak, akhirnya!


Hal pertama yang Alicia lihat adalah line. Ada banyak sekali panggilan tidak terjawab dari keluarga, kerabat, dan Asera. Mereka mengirimkan sebuah gambar di waktu yang hampir bersamaan.


"Ada apa?" Elena mendekat, gadis itu segera menyambar tubuh Alicia yang seperti hampir ambruk, kehilangan tenaga. Ada sesuatu yang terjadi, yang membuat ekspresi bahagia Alicia berubah begitu drastis


Di layar ponsel Alicia, tertulis sebuah berita dengan gambar seorang laki laki sedang merangkul wanita muda.


'Pemilik perusahaan fashion terbesar melakukan pelecehan pada karyawannya' Itu adalah judul yang ditulis besar besar dalam berita tersebut.


"Alicia, aku yakin ini bukan ayahmu." seru Elena, juga terkejut. Tidak menyangka ayah Alicia akan tertangkap juga. Bukankah ayah Alicia adalah orang penting yang tidak bisa ditemui sembarang orang?!


"Elena apa... apa yang akan dilakukan siluman rubah itu pada ayahku?" tanya Alicia gugup.


"Aku tidak tahu Alicia. Aku minta maaf harus mengatakan ini, tapi mungkin hampir seperti yang dialami Areka." pelan Elena. Gadis itu jujur, ia tidak akan berbohong pada hal yang berpengaruh besar pada Alicia.


Bagi Elena, berbohong demi kebaikan sama seperti bom waktu. Saat ketahuan yang tersisa hanyalah amarah yang meledak ledak.


Meski tidak mengatakannya dengan jelas, jawaban Ken juga menjurus kesana. Alicia duduk di tanah, mengepalkan tangannya, jantungnya berdebar begitu kencang. Tapi Alicia tidak menangis. Entah kenapa, daripada sedih tak berdaya yang dirasakan Alicia adalah perasaan khawatir dan marah.


Alicia belum menyadarinya, bersama dengan Elena, Areka, dan Ken membuat mentalnya terlatih, terbentuk dengan perlahan. Elena dan Areka membantunya untuk berhenti menjadi anak manja, ia dituntut untuk mandiri dan berlatih demi melindungi dirinya sendiri.


Sedangkan Ken yang kuat dan overprotektif, membuat Alicia juga ingin sepertinya. Menjadi seseorang yang mampu melindungi semua hal berharga. Ken yang mati matian menggunakan dirinya sebagai tameng, suatu saat Alicia juga akan melakukan hal yang serupa.


...****************...


Malamnya Alicia kembali bertemu dengan Ken. Gadis itu tidak membahas tentang se gawat apa dunia luar, tidak juga membahas tentang orang tuanya yang sudah diculik dan digantikan oleh siluman rubah. Alicia sudah memutuskan untuk tidak menambah rasa bersalah Ken padanya.

__ADS_1


"Sebenarnya aku sangat penasaran bagaimana hubunganmu dengan orang tuamu. Apa klan iblis memang tidak dekat dengan orang tuanya?" tanya Alicia tiba tiba. Gadis itu tidak melanjutkan melihat masa lalu. Ia ingin mengobrol dengan Ken, mengetahui tentangnya dari mulut laki laki itu sendiri.


Ken tertawa hambar, ikut duduk di tepi sungai di samping Alicia.


"Bukankah kau sudah melihatnya sendiri? Apa Alicia ku ini tidak bisa menyimpulkan sesuatu. Katanya lulus cumlaude." jawab Ken, berusaha menghindari pertanyaan.


"Kau tidak menunjukkan tentang ibumu Ken."


Ken terdiam sebentar, lantas mengalihkan pandangannya ke arah arus sungai.


"Aku sudah lupa. Bisa kita tidak membahasnya Alicia?"


"Oh iya, aku ingin tahu bagaimana latihanmu, kau belum menceritakannya." Ken tersenyum tipis, menoleh pada gadisnya. Matanya tidak bisa berbohong, Ken menyimpan banyak cerita pedih soal wanita yang melahirkannya.


Alicia dapat menangkap energi sedih dari Ken, gadis itu tiba tiba memeluknya. Menepuk nepuk punggung Ken


"Haha, kenapa? Kau aneh sekali hari ini. Apa ada sesuatu yang terjadi?"


"Ken, apa kau menyukaiku?" akhirnya Alicia mengatakannya. Sesuatu yang tidak pernah berani ia tanyakan selama ini. Bahkan sekalipun bahkan tidak. Hanya Ken yang selalu menuntut rasa suka padanya, sedangkan Alicia sendiri terjebak dalam kebimbangannya. Ia takut terhadap fakta tentang perasaan Ken.


Bagi seorang wanita, penolakan bisa menjadi trauma yang cukup berdampak besar. Dan Alicia sudah mengalaminya. Ia pikir seluruh laki laki sama saja, hanya mengambil keuntungan seperti yang dilakukan Bryan, kemudian membuang setelah tidak diperlukan.


Apakah Ken hanya memanfaatkannya? Sebenarnya gadis itu tidak masalah dengan hal itu. Hanya saja Ken terasa berbeda. Ken rela mengorbankan dirinya untuk Alicia. Berkali kali menyelamatkannya dari maut.


Hanya saja, sekarang Alicia sudah mulai serakah.


"Aku tidak tahu."


"Alicia, aku... hanya merasa nyaman saat bersamamu." Ken memeluknya. Begitu erat.


"Memangnya apa untungnya bersamaku? Bukankah aku gadis yang merepotkan, cengeng, dan sering membuatmu dalam masalah."


Ken mengangguk, ia tidak menyangkal soal itu. Tapi juga tidak menjawabnya. Ken hanya terus memeluk, hingga Alicia dibangunkan oleh Elena dan kembali ke dunia nyata.


"Tolong antar aku ke rumah, Elena. Aku punya rencana." seru Alicia, matanya menyorotkan rasa percaya diri.

__ADS_1


Elena bilang bahwa Ken adalah iblis yang begitu luar biasa. Untuk bersama dengannya, Alicia tidak boleh lagi jadi seorang penakut yang bersembunyi di balik batu. Alicia memutuskan untuk mengambil sebuah peran, bukan seorang putri manja yang hanya bisa menangis hingga keinginannya dituruti.


__ADS_2