Satu Malam Panjang Bersama Laki Laki Misterius

Satu Malam Panjang Bersama Laki Laki Misterius
13. Gadis bermata biru


__ADS_3

Aku pergi sebentar menemui teman. Aku akan kembali nanti sore. Selamat beristirahat, Alicia.


Alicia meremat sebuah kertas yang bertuliskan pesan singkat Ken untuknya. Gadis itu baru bangun pukul 8 pagi, dan dia sudah dibuat badmood oleh kertas menyebalkan ini. Alicia melempar kertas itu ke lantai, memutuskan untuk melanjutkan tidur karena badannya masih lemas.


"Cyaaaa...."


*BRAAKK


Datanglah satu orang berisik yang ingin ikut menghancurkan paginya segera setelah menghancurkan pintunya yang ke sekian kali.


Alicia melempar bantal. Malas menemui gadis yang sekarang berlari ke arahnya dengan mata berkaca kaca.


......................


Meskipun di surat Ken bilang ingin menemui seseorang, sebenarnya pria berusia ribuan tahun itu tidak tahu siapa yang harus ia temui untuk mengajarinya cara hidup di dunia yang sekarang.


Ini bukan zaman perang dimana seluruh klan terpecah, ia bisa langsung masuk dan menjadi penguasa jika dunia masih kuno seperti itu.


Sekarang, di sini adalah dunia masa depan tanpa bambu dan tombak, tanpa sihir dan kekuatan, dunia yang didominasi oleh manusia lemah. Jika ingin hidup di sini, ia harus mengikuti aturan hidup mereka.


Ken menghela napas, ia juga belum punya identitas, rumah, ataupun pekerjaan yang bisa dilakukan. Tidak mungkin ia menggantungkan hidupnya pada Alicia terus terusan. Bisa bisa jika orang tua Alicia tahu, mereka akan melarang Alicia bertemu dengannya.


"Permisi, apa anda seorang model?"


'Mau apa babi ini?' Itulah kira kira isi pikiran Ken ketika seseorang dengan perut buncit menghampirinya, memberinya kartu nama, wajah laki laki usia paruh baya itu tersenyum dengan mulutnya yang lebar.


Ken menerima kartu nama yang pria itu sodorkan. Ia bisa membaca, Ken pernah ikut belajar pada ibu ibu yang mengajari anaknya membaca di taman bunga mawar. Saat Ken bilang 'mengamati' manusia itu berarti dia menyerap seluruh pengetahuan yang dibawa orang luar ke taman mawar.


"Model bisa menghasilkan uang berapa?" tanya Ken, mengembalikan kartu nama yang diberikan orang itu. Di sini tertera tulisan yang sama dengan nama toko pakaian yang kemarin ia datangi dengan Alicia. Toko pakaian yang sangat besar pasti menghasilkan banyak uang.


Orang itu menyebutkan nominal uang yang bisa didapatkan Ken dalam satu jam pemotretan. Sialnya Ken tidak mengerti tentang mata uang dan seberapa banyak yang pria itu tawarkan.


"Kurang, aku tidak mau kalau hanya segitu." Ken cuek, sok jual mahal dan menolak. Itu adalah trik meningkatkan kualitas. Jangan langsung mau kalau ditawari sesuatu, maka orang itu akan menawar lebih besar lagi.


"Astaga tuan! Itu bisa digunakan untuk makan mewah satu bulan."


Satu bulan? Hei bagi Ken yang berusia ribuan tahun satu bulan itu seperti satu hari.


Ken beranjak pergi, memasukkan tangannya ke saku celana. Berlagak tidak peduli.


Orang itu menimbang nimbang.


Ken adalah harta karun dunia permodelan yang baru ia temui pagi ini. Wajah yang begitu indah diimbangi dengan tubuh tinggi besar, Ken adalah jawaban dari penjualan yang akan meningkat di masa depan.


Tentu saja harga segitu tidak menarik perhatiannya. Orang itu langsung berfikir jika Ken adalah orang terkenal atau seorang model profesional. Cara jalannya saja begitu keren.


"2 kali lipatnya tuan! Akan saya berikan dua kali lipatnya!" Pria itu mengikutinya, masih membujuk.


Ken terlihat berfikir. Menyeringai, menatap dengan serius, mata tajamnya memegang kendali atas pandangan orang itu yang tak bisa lepas dari wajahnya.


"5. Kalau 5 kali lipat aku mau." jawab Ken tidak tahu malu. Hei ia pikir 5 kali lipat itu sedikit?!


"Itu namanya pemerasan tuaann..."


"Ya sudah." Ken mengangkat bahu, kembali berjalan.


Satu, dua, tiga, empat, li...


"Baik! 5 kali lipat tapi satu setengah jam!"


Ken tertawa.


"Deal."

__ADS_1


...****************...


Gadis yang ditunggu Areka sejak kemarin akhirnya membuka mata birunya lagi.


"Hei sialan, sepertinya kau senang sekali berlagak seperti putri tidur."


Gadis itu tertawa kecil, mengusap mata Areka yang berair. Areka menciumnya lembut.


Apa gadis itu yang membuat Areka tidak bisa dirayu oleh gadis lain? apa gadis itu yang membuat Areka menjauhkan diri dari lawan jenis? Jawabannya iya! Gadis yang sejak usia 5 tahun sudah berada di sisi nya itu begitu berharga. Bagi Areka maupun bagi klannya.


"Terima kasih sudah menjagaku."


"Dengan senang hati, tuan putri." Areka mengecup singkat punggung tangannya.


Gadis bermata biru laut itu bangun dari tidur panjangnya.


"Aku ingin bertemu dengan orang itu. Aku harus berterimakasih langsung padanya."


Areka mengalihkan pandangan. Tidak suka dengan apa yang gadisnya pinta.


"Sekarang? Aku ingin berdua denganmu lebih lama lagi."


"Kita bisa melakukan 'itu' nanti malam. Berterimakasih pada penyelamatku jauh lebih penting."


Areka akhirnya mengangguk. Menggendong wanita yang ia panggil putri tersebut dengan kedua tangannya.


"Kita akan keluar, hati hati dengan pernapasanmu."


"Iya, tidak perlu khawatir. Seluruh organ ku sudah utuh lagi, mereka berdetak." gadis itu memegang dadanya yang hangat.


"Syukurlah, aku senang mendengarnya." Areka tersenyum lega. Ia bisa mengantarkan gadis itu melihat dunia luar. Dunia yang sudah banyak berubah 10 tahun terakhir ini.


......................


Ken berhasil mendapat uang! Tapi hanya satu lembar tulisan di atas kertas. Saat ia takut ditipu Ken terpaksa pergi menemui Alicia sesegera mungkin, dan demi melihat banyak sekali angka nol di atas cek itu Alicia menatap kagum Ken.


Mereka duduk di taman. Ken tidak bisa masuk ke asrama Alicia tanpa baju dan wig perempuan.


"Apa itu banyak?"


"Ini bahkan bisa untuk sewa apartemen satu tahun. Lalu masih bisa untuk makan satu bulan. Aku tidak percaya gaji seorang model bisa sebanyak ini, memangnya model toko pakaian mana?" Alicia bertanya antusias, ia senang Ken mencoba melakukan sesuatu di dunia ini. Itu berarti Ken berencana tinggal di sini dalam waktu yang lama, bukan?!


"Arthea."


Lagi lagi Alicia terkejut dengan jawaban singkat Ken. Itu adalah toko pakaian yang ia datangi dengan Ken kemarin.


Toko pakaian milik keluarganya!


Salah satu brand yang paling terkenal dan memiliki banyak cabang luar negeri. Yang membuat keluarga Alicia akhirnya berkolaborasi dengan Damian Group hingga terjadilah perjodohan itu.


Hidup memang penuh plot twist.


"Kerja bagus Ken. Apa kau ditawari semacam kontrak?" tanya Alicia lagi. Gadis itu kenal dengan manager baru bertubuh gempal yang mengambil alih produksi pakaian pria, karena pakaian pria mereka memiliki angka penjualan yang turun drastis beberapa bulan terakhir. Kalau Ken dibayar semahal ini, pasti respon tim survei bagus dan manager tua itu tidak mungkin membiarkan Ken lolos begitu saja.


"Iya. Tapi aku tidak mau."


"Kenapa?" tanya Alicia. Ia tidak akan bilang jika yang memperkerjakan Ken adalah orang dari keluarganya.


"Karena kontraknya dua tahun. Itu terlalu lama."


Alicia tertawa. Benar juga. Ia tidak mau waktu Ken habis untuk bekerja dan lupa dengannya. Alicia juga tidak mau Ken jadi model terkenal lalu diberi banyak tawaran kerja, bertemu banyak orang dan gadis gadis cantik seprofesi. Ah membayangkan hal itu bisa membuat Alicia gila!


Sebenarnya Ken tidak perlu bekerja. Dengan uang bulanan Alicia saja cukup untuk makan dan menyewa apartemen.

__ADS_1


Apa ia harus tinggal berdua dengan Ken saja ya untuk menghemat biaya sewa? Jadi ia tidak perlu di asrama lagi. Tidak perlu khawatir akan terganggu waktu di apartemen karena Ken tinggal dengannya. Alicia cekikikan sendiri membayangkan hal nakal itu, saat ia bisa melakukan apapun dengan Ken!


"Kau memikirkan apa heh." Ken menyentil kening Alicia.


"Hei sakit tahu." Alicia meringis, mengusap keningnya. Lama lama ada cekungan di sini jika Ken terlalu sering menyentilnya.


Taman di siang hari sangat nyaman, tidak dingin dan tidak panas. Udaranya segar. Ken juga terlihat suka dengan pemandangan pohon pohon di sini, yang begitu asri dan merelaksasi mata.



Keduanya menghabiskan siang yang menyenangkan saat tiba tiba ada seorang gadis tak dikenal mencoba memeluk bahu Ken dari belakang, Ken tangkas menghindar membuat gadis itu hampir terjerembab ke depan. Ia sudah tahu jika dua ikan itu mengawasinya, tapi tidak menduga jika mereka berani mendekat dengan sembrono seperti itu.


Areka menahan tangan gadisnya agar tidak jatuh. Kejadian ini benar benar cepat, Alicia dibuat bingung dengan hal yang mendadak ini. Siapa gadis berwajah luar biasa cantik dengan mata biru laut itu? Kenapa dia bersama Areka? DAN KENAPA GADIS ITU MENCOBA MEMELUK KEN?!


Ken menatap tidak suka. Ia kenal dengan gadis ini, ia gadis yang tertidur panjang di bawah air ajaib.


"Hei tidak perlu menghindar begitu kan, Elena baru sembuh, bagaimana kalau dia terjatuh?!" Areka membela Elena yang terlihat murung. Padahal gadisnya tadi sangat senang keluar dan ingin bertemu dengan penyelamatnya.


Demi mendengar apa yang dikatakan Areka, Alicia ingin menjawab dengan bahasa kasar. Memangnya siapa gadis ini?! Apa hubungannya dengan Ken?! Apa wajah main peluk peluk begitu di usia 20 tahun?!


"Kau gila ya?! Tentu saja aku menghindar. Dia mencoba menyentuhku." jawab Ken, menatap sang gadis tidak suka.


Membuat Alicia merasa tenang dan menang. Alicia langsung menggandeng tangan Ken, menunjukkan pada gadis itu jika Ken miliknya.


"Disentuh Elena tidak akan membuatmu korengan." Areka yang menjawab sinis.


Sekarang dari mata Ken dan Areka seolah ada listrik yang terpancar. Mereka berdua memang tidak akan pernah cocok.


Elena terlihat sedih, Areka menggenggam tangannya. Gadis ini mungkin sudah berusia 20 tahunan, tapi ia sudah koma sejak 10 tahun lalu. Usia mentalnya masih di angka 10 tahun. Karena itu, baginya memeluk orang yang menyelamatkannya adalah hal biasa, ia pikir begitu caranya berterimakasih.


"Kotor." jawab Ken singkat. Harinya jadi buruk gara gara kedatangan dua mermaid jadi jadian ini. Bukankah seharusnya kaum duyung itu di laut saja?


Mata Elena melebar, air matanya jatuh, ia langsung menyembunyikan wajahnya di dada Areka. Sama saja dengan gadis itu, Areka terlihat marah pada Ken. Juga Alicia yang tidak menyangka Ken mengatakan kata kata yang membuat seorang gadis menangis.


Ken menghela napas, kenapa jadi ia yang seolah tokoh antagonisnya?


"Tanganmu kotor. Kau baru makan es krim kan? Bersihkan dulu sana." Ken mengalihkan pandangan. Meski 'kotor' yang ia maksud bukan kotor dari es krim. Tapi kotor karena gadis itu klan mermaid yang amis.


Jawaban Ken cukup bijak, gadis itu langsung berhenti menangis dan tertawa canggung. Membersihkan tangannya di pancuran taman. Lalu mengulurkan tangan pada Ken. Mengajak berkenalan.


"Aku Elena, terima kasih sudah menyelamatkanku tempo hari. Namamu?"


Dengan amat sangat terpaksa Ken menerima uluran tangan gadis itu karena Areka menatapnya penuh ancaman.


Tidak! Ken bukan takut dengan Areka. Areka tidak bisa membunuhnya, ia hanya khawatir pria licik itu melakukan sesuatu pada Alicia.


"Ken."


Dan saat tangan mereka bersentuhan, Ken merasakan aliran listrik aneh yang membuatnya langsung melepaskan genggaman tangan sang gadis. Menatap waspada lantas menjauhkan Alicia dari gadis itu.


"Ada apa?" Alicia bertanya, Ken tiba tiba mendorongnya mundur.


Elena hanya menyeringai melihat reaksi Ken. Ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan.


Elena bukan sembarang mermaid. Jelas gadis itu memiliki kemampuan yang bahkan membuat Ken harus mengawasinya.


Manipulasi ingatan.


Umumnya para mermaid memiliki kemampuan untuk menghapus ingatan. Hal itu digunakan agar klan mereka dapat bersembunyi di lautan tanpa gangguan, mereka bisa menjadi klan yang keberadaannya dilupakan dan hidup dengan tenang.


Hanya menghapus saja.


Sedangkan Elena ini, entah siapa dia.

__ADS_1


Gadis berwajah malaikat itu mampu membuat ingatan baru di memori otak orang lain sesuai yang ia inginkan.


"Alicia... Jangan dekat dekat dengannya." Ken berbisik. Mata elangnya menatap tajam dan penuh ancaman terhadap Elena dan Areka.


__ADS_2