
Hari ini setelah selesai mata kuliah pagi, Alicia dijemput oleh supir untuk pulang ke rumah orang tuanya yang ada di luar kota. Mereka mengajak Alicia untuk berbelanja bersama sekaligus untuk menghiburnya. Kedua orang tua itu paham, betapa sedihnya anak semata wayang mereka.
"Aku minta maaf. Kalau tidak mau, papa dan mama tidak perlu hadir. Biar aku sendiri yang kesana." lirih Alicia menunduk, papa dan mamanya sedang memilihkan gaun yang cantik untuk putri tunggalnya itu.
Sebenarnya kedua orang tua Alicia sudah tahu jika hubungan putrinya dengan putra pemilik perusahaan IT terbesar itu renggang. Sejak mereka mengunjungi Alicia yang sakit, putri mereka sudah tidak memakai cincin pertunangan.
Sang papa mencubit pipi chubby Alicia, tersenyum menenangkan.
"Tupai kecil papa jangan sedih begini dong. Kita hadapi bersama ya." seru lembut sang ayah, mamanya juga sama lembutnya, tidak pernah marah meskipun ini bukan masalah kecil.
Pasti akan repot sekali mengurus surat kabar dan artikel cemoohan yang akan terbit. Tentang Alicia, putri tunggal pemilik perusahaan fashion ternama gagal bertunangan dengan putra semata wayang Damian Group.
Alicia menghela napas panjang, apanya yang kejutan. Ia sudah bisa menebak akan se menyebalkan apa malam ini.
Ken, apa yang kau rencanakan hingga menyuruhnya untuk tetap datang.
......................
Lalu di tempat lain, di waktu yang hampir bersamaan, Lyodia mengajak Bryan untuk membeli baju bersama.
Di toko pakaian 'Arthea', sengaja sekali memilih tempat dimana Bryan dikenal baik oleh para pekerja sebagai tunangan resmi Alicia.
"Apa gaun ini cocok untukku, sayang?" Lyodia mengeraskan suaranya, ia ingin menyebarkan rumor tentang Bryan yang selingkuh kemudian dilanjutkan oleh Alicia yang gagal bertunangan.
Gosip yang ingin dibuat oleh Lyodia adalah 'Pantas saja nona Alicia diputuskan, kalau aku jadi tuan muda Damian Group aku pasti juga akan memilih model sekaligus dokter muda cantik ini'. Hei tidak ada yang tidak kenal dengan Lyodia di kota ini, ia sudah sering diundang acara televisi sebagai perempuan independen yang luar biasa, berhati malaikat membantu masyarakat miskin berobat.
Bryan yang setuju dengan keinginan Lyodia mendekatkan dirinya, tersenyum lembut.
"Tentu saja sayang, dengan tubuh indahmu gaun apapun pasti terlihat menawan." merengkuh pinggangnya memamerkan kemesraan.
Bisik bisik diantara para pegawai pun mulai terdengar berisik. Bagi Lyodia sebagai biang keladi gosip, bisikan itu seperti kicauan burung. Gosip inilah yang akan membuat Alicia malu hingga tidak berani keluar rumah lagi.
Dua pasangan yang serasi, lebih licik dari jebakan laba laba.
......................
Sementara itu di tempat lain, 1 jam sebelum makan malam kedua keluarga besar itu terjadi. Ada seseorang yang akan berperan penting dalam merubah alur cerita.
__ADS_1
Identitas yang dibuat oleh Rafaela sangat berguna untuk rencana Ken nanti. Seharian ini Ken sudah membaca banyak buku tentang saham dan cara kerja sebuah perusahaan untuk menjadi tamu kehormatan di rumah besar Damian Group. Ia adalah seorang investor penting, pemegang saham kedua terbesar di perusahaan itu. Entah bagaimana Rafaela mengaturnya, Ken masuk kategori orang terkaya di negaranya. Memiliki banyak prestasi dan investasi dimana mana.
"Sebenarnya saya sudah bilang ke papa kalau tuan tidak bisa hadir. Tapi akan saya sampaikan lagi kalau kehadiran tuan akan jadi kejutan saat makan malam keluarga. Tuan sangat penasaran dengan Bryan ya?"
"Ppft... Papa ya..." Ken menahan tawa.
Rafaela di seberang telepon mendengus kesal. Terlalu lama bersandiwara membuatnya jadi terbiasa menganggap seorang manusia sebagai orang tuanya. Sangat memalukan.
"Jangan mengejek saya, tuan. Saya melakukan semua ini demi anda." seru Rafaela, merajuk. Suaranya manja, membuat telinga Ken sedikit geli karena itu suara besar dan serak seorang lelaki tulen.
Rafaela sedang berusaha menuntaskan tugas penting di luar negeri, tugas yang diberikan Ken padanya. Mencari 2 yang lain dari klan iblis yang masih tersegel. Bagaimana cara ia mencarinya? Dengan menggunakan rumor. Sama seperti rumor tentang 'taman bunga mawar' itu. Pasti di luar sana akan ada rumor rumor yang mirip agar manusia waspada dengan suatu tempat yang dianggap berbahaya.
Lupakan tugas Rafaela, kembali pada Ken yang sudah tampan dan keren sekali dengan kemeja coklatnya. Ia dilayani oleh stylish berpengalaman milik Rafaela di sebuah mansion pribadi.
Ia akan menjadi tamu kehormatan yang terlambat datang. Seharusnya ia datang sore pukul 5 bersama rekan rekan bisnis keluarga Damian group yang lain, tapi Ken akan datang hampir bersamaan dengan acara makan malam keluarga mereka bersama dengan keluarga Alicia.
"Ahh... pasti akan menarik sekali." Ken menyeringai, tidak sabar menunggu jam pertemuan.
3 orang dengan perasaan dan tujuan yang berbeda itu akan berkumpul di tempat yang sama.
#Alicia POV
Tante dan om menyambut baik keluargaku, kami makan bersama di ruang makan besar. Meskipun makanannya enak, tapi perutku mual karena tidak nyaman dengan tatapan licik Bryan. Masih belum ada pembicaraan serius yang terjadi. Papa, Bryan, dan om sedang membicarakan tentang bisnis keluarga, berkeliling rumah besar ini melihat lihat teknologi terbaru yang sedang dikembangkan oleh perusahaan Damian.
Sedangkan aku bergabung dengan mama dan Tante membicarakan fashion terkini. Tante atau mama Bryan terlihat lebih tua dari biasanya. Entah kenapa kerutan di kening dan pipinya bertambah.
Benar benar canggung! Kenapa para orang tua ini tidak segera membicarakan inti pertemuan dan menyilahkan kami pulang sih. Ah menyebalkan sekali.
Pukul 8 malam sebuah mobil merah masuk ke dalam pagar rumah, parkir di dekat mobil kami. Seorang wanita yang menyetir sendiri mobil tersebut, keluar dengan gaun putih elegan.
Haha... tebakanku memang gila soal Bryan yang akan mengenalkan Lyodia sebagai tunangan barunya. Dan kegilaan itu benar benar diwujudkan. Wahh... Bryan memang luar biasa.
"Selamat malam Tante... Ah maaf, apa Tante sedang ada tamu? Sepertinya saya salah timing mengunjungi Tante hari ini."
Rubah betina sialan ini....
"Wah siapa gadis cantik ini?" ujar mamaku, ikut dalam percakapan. Mamaku adalah wanita paling kuat sedunia. Meskipun sudah tahu siapa Lyodia, mama pura pura bodoh dan menyapanya dengan ramah.
__ADS_1
Lyodia menyambut uluran ramah mamaku. Lantas ganti mengulurkan tangannya ke depan, mengajakku bersalaman. Anjing betina ini... Padahal di sekolah dia menggerakkan anak buahnya membuatku menderita. Benar benar, topengnya setebal rasa tidak tahu malunya.
"Dia dokter ku. Meski masih muda begini sudah mengelola klinik sendiri." Mama Bryan bangga memperkenalkan siapa Lyodia.
Mamaku hanya mengangguk, mulai tidak nyaman. Menggenggam erat tanganku. Ah tangan mama dingin.
Aku tidak apa apa mama... Sejak Bryan memutuskanku 5 Minggu yang lalu, skenario menyebalkan ini sudah ada dalam bayanganku. Aku tidak sedih, sebaliknya aku malah lega bisa melepas status 'tunangan' itu sesegera mungkin dengan sah!
Kami kembali masuk ke ruang makan, di meja tertata rapi makanan ringan serta dessert dessert mahal. Aku sudah tidak berselera, yang kuinginkan sekarang hanya bagaimana cara supaya acara basa basinya segera selesai dan aku bisa pulang.
"Yang ingin kami bicarakan kali ini terkait Bryan dan Alicia."
Itu dia kalimat yang sejak tadi aku tunggu tunggu. Bagus om, lanjutkan!
"Dari pihak kami benar benar minta maaf harus membuat keputusan ini. Tapi ini juga demi kebaikan kedua belah pihak. Mungkin dari tuan sendiri sudah tahu apa yang terjadi pada kedua anak kita. Bryan dan Alicia sudah berteman sejak lama, mungkin memang bukan jodohnya saja."
Papa Bryan cukup cerdas memilih kata kata pembuka. Tuan besar Damian Group, orang jenius yang tidak suka ber omong kosong. Ia cakap dalam bisnisnya mengambangkan perusahaan jauh lebih besar dari penerus terdahulu.
Tapi papa ku juga tidak kalah, tersenyum ramah, menerima dengan lapang dada.
"Memang benar, sepertinya dokter muda itu telah merebut hatimu ya Bryan."
Sial ternyata tidak! Demi mendengar apa yang dikatakan oleh papa mataku melotot serasa hampir keluar dari tempatnya.
Papa! Ini bukan tempat dimana papa bisa menyindir terang terangan begitu tahu! Bahkan om dan Tante dibuat tidak bisa berkata kata begitu. Astagaa... harusnya tadi kita rencanakan dulu apa yang boleh dan tidak boleh disinggung.
"Benar om, anda sangat mengerti selera saya."
Gila gila gila... Bahkan Bryan sendiri juga memperkeruh suasana. Membuat papa ku semakin naik pitam.
"Jaga ucapanmu Bryan. Lyodia adalah dokter mama. Jangan libatkan dia dalam masalahmu dengan Alicia."
"Mama bicara apa. Kan Lyodia memang pengganti Alicia."
Aha... Bryan kau benar benar sudah kehilangan akal sehatmu. Kalimat yang terang terangan bilang bahwa 'Lyodia jauh lebih baik dariku' di depan kedua keluarga kita.
Bryan mengibarkan bendera perang.
__ADS_1