Satu Ranjang Dengan Mantan

Satu Ranjang Dengan Mantan
Mengetahui Arla hamil


__ADS_3

"Apa?! Kau hamil Khalisa? Siapa Ayah dari bayi itu?!" tanya Andi.


"Andi! Kenapa kau malah bertanya seperti itu? Jelas-jelas selama ini aku hanya berhubungan denganmu! Satria belum pernah menyentuhku, bagaimana mungkin kau bertanya tentang siapa Ayah dari bayi ini?!" bentak Khalisa.


Karena merasa bersalah Andi segera memeluk kekasihnya. "Maaf sayang, aku syok tadi, maafkan aku, ya, kau benar bayi itu adalah bayiku, karena selama ini hanya aku yang bisa menyentuhmu," ucap Andi sambil mengelus punggung kekasihnya.


Khalisa merasa gelisah sekali, bukannya senang karena sedang mengandung benih Andi, dia malah merasa khawatir karena takut jika Satria akan mengetahui tentang perselingkuhannya dengan Andi.


Satria belum pernah menyentuhnya sama sekali, dan kini dia malah tengah mengandung benih kekasih gelapnya. Bagaimana mungkin Satria akan mencintainya jika mengetahui kalau dia sudah berhubungan dengan pria lain.


*****


Mobil berhenti di sebuah rumah mewah berlantai dua. Satria segera turun lalu berlari membukakan pintu untuk Arla.


Setelah Arla turun, pandangannya menyapu seluruh bagian rumah bernuansa Eropa yang begitu mewah. Dia merasa terpana dan takjub dengan pemandangan itu.


Arla baru ingat jika dia pernah berbicara kepada Satria beberapa tahun lalu jika dia ingin sekali mempunyai rumah bernuansa Eropa berlantai dua seperti yang di lihatnya kini. Tak terasa matanya berembun karena merasa terharu Satria kini bisa mewujudkan keinginannya.


"Kau akan tinggal di sini sekarang, aku akan mengunjungimu setiap hari, maaf untuk saat ini aku ingin kau merahasiakan tentang hubungan kita, aku belum siap untuk mengatakannya kepada keluargaku, mereka pasti akan sangat syok mendengarnya, apalagi Papahku sedang sakit sekarang," jelas Satria pada Arla yang hanya terdiam saja.


Sakit sekali rasanya jika dia harus menjadi istri kedua juga statusnya harus di rahasiakan dari keluarga suaminya sendiri. Apalagi sekarang Arla tengah mengandung, perasaannya pasti sensitif sekali.


"Ayok masuk, aku sudah mempersiapkan semuanya untukmu, pembantu, satpam dan pekerja kebun sudah aku siapakan. Besok mereka akan datang pagi hari, jadi sebaiknya kau istirahat saja sekarang ya!" kata Satria yang hanya mendapat anggukkan saja dari istrinya.


Mereka berjalan memasuki rumah bersamaan. Tiba-tiba saja kepala Arla terasa pusing, tubuhnya terhuyung hampir jatuh, untung saja Satria menangkapnya dengan cepat.


"Ada apa? Apa kau sakit lagi?" tanya Satria yang memandang cemas pada istrinya.


Arla menoleh memandang wajah tampan Satria yang begitu dekat. Dahinya mengerut dengan matanya yang memicing melihat wajah Satria, membuat laki-laki itu juga melakukan hal yang sama.


PLAK!!


Arla kembali menampar wajah Satria untuk yang kedua kalinya.


"Aw! Sakit! Kenapa kau terus saja melakukan KDRT padaku? Sejak kita menikah kau terus saja menamparku tanpa sebab?!" tanya Satria sedikit kesal .

__ADS_1


Melihat suaminya kesal dan terlihat kesakitan Arla malah tertawa karena merasa lucu."Di pipimu ada nyamuk!" katanya sambil terkekeh membuat Satria semakin gemas padanya.


Melihat istrinya tertawa di hadapannya untuk yang pertama kalinya Satria tersenyum senang. Akhirnya dia bisa kembali melihat tawa Arla yang selama ini dia rindukan.


Cup!


Satria mengecup bibir Arla yang seketika berhenti tertawa. Mereka saling berpandangan dalam keheningan.


Ada apa ini ? Kenapa aku merasa gugup? ucap Arla dalam hatinya.


Kamu begitu cantik dan menggemaskan Arla...


Satria juga berbicara dalam hatinya sambil memandang Arla dengan lekat. Dia mendekatkan kembali wajahnya untuk mengecup bibir seksi berwarna merah muda milik Arla, tapi Arla segera menghindar, dia menahan tubuh Satria dengan tangannya.


"Jangan lakukan lagi!" tegas Arla.


"Jangan lakukan sekali? Wkwkwk.." sambung Satria sambil tertawa.


Kelakuan tengilnya memang selalu membuat siapa saja kesal juga rindu padanya. Terutama Arla, dia memang sudah terbiasa dengan sikap tengil Satria sejak lama. Meskipun dia juga pernah menjalin kasih dengan seorang laki-laki, sikap lucu Satria tetap selalu membuatnya merasa rindu.


Sambil mengikuti langkah suaminya, Arla tersenyum karena kini dia merasa senang bisa kembali dekat dengan Satria yang selama ini dia rindukan.


"Ini kamar kita, apa kau suka?" tanya Satria sambil tersenyum menoleh ke pada Arla.


"Iya, aku suka!" jawab Arla kemudian.


Satria mendekat, dia menggendong tubuh Arla yang terkejut, kemudian menaruh tubuh munggil itu di atas ranjang. "Istirahat dulu di sini, aku akan pesan makanan dulu, kau mau sarapan apa pagi ini?" Satria duduk, lalu menaruh kedua tangannya seaka mengunci tubuh Arla tak boleh kemana-mana.


Merasa gugup karena wajah mereka terlalu dekat, Arla mendorong bahu suaminya agar sedikit berjarak. "Aku mau makan mangga muda!" jawab Arla.


"Apa? Makan mangga muda sepagi ini?" tanya Satria heran.


Alisnya berkerut memikirkan sesuatu yang mungkin dia ketahui. "Apa kau hamil?" lagi Satria bertanya kepada Arla yang masih terdiam.


"Jawab aku! Apa kau hamil?"

__ADS_1


Karena mereka kini sudah menikah, Arla mengangguk mengiyakan pertanyaan itu tanpa berkata apapun.


Mata Satria berbinar melihatnya, dia merasa bahagia mengetahui jika Arla kini tengah mengandung. Beberapa kali Satria mencium pipi Arla dengan antusias karena merasa senang. Perasaannnya begitu bahagia tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata lagi.


"Terimakasih Tuhan, sebentar lagi aku akan menjadi seprang Ayah!" ucap Satria sambil menengadahkan wajahnya mengucap syukur pada yang Maha Kuasa.


Arla tersenyum melihatnya, hatinya kini merasa lega karena tak ada lagi sesuatu yang harus dia sembunyikan yang selalu menjadi beban pikirannya.


"Aku mencintaimu Arla," ucap Satria sambil mencium tangan istrinya dengan lembut, matanya tetap memandang kepada Arla yang sedang tersenyum.


"Terimakasih, kau sudah menjaga bayi kita dengan baik," ucap Satria lagi.


"Iya, usianya sekarang sudah dua minggu lebih," balas Arla.


"Bolehkah aku berbicara dengannya?"


Arla mengangguk mengiyakan meski itu terlalu dini untuk di lakukan karena janin mereka masih begitu kecil.


"Hallo, jagoan Papih, sedang apa kamu di dalam perut? Apa yang kamu rasakan di sana? Apa kamu mau mangga muda? Baiklah, nanti Papih belikan mangga muda untuk kamu ya sayang, jangan nakal ya, kasihan Mamah kamu, " ucap Satria sambil mengelus perut Arla yang merasa di gelitiki olehnya.


"Bukan seperti itu caranya berbiacara dengan janin," Arla tertawa geli mengucapkannya.


Mereka kemudian tertawa bersama melupakan permusuhan yang selalu terjadi di antara keduanya.


*****


Beberapa makanan sudah tersedia di atas meja makan, itu semua di siapkan Satria yang beberapa menit lalu memesan makanan via aplikasi sesuai dengan keinginan Arla. Dia menurut saja memesan semua makanan yang di inginkan istrinya.


"Ayok makan sayang," kata Satria sambil menarik kursi untuk di duduki istrinya.


"Setelah ini, aku akan panggilkan Dokter untuk memeriksa, makanlah dulu," Sambungnya lagi yang membuat ekspresi wajah Arla berubah.


"Jangan panggilkan Dokter lagi, aku tidak mau di periksa!" tolak Arla.


"Bukan Dokter laki-laki, aku akan panggilkan Dokter perempuan untukmu, nanti malam akan aku panggilkan dia kesini biar kau segera di periksa dan minum vitamin," jawab Satria santai begitu meyakinkan istrinya yang merasa trauma.

__ADS_1


__ADS_2