
Satria dan Andi masih memikirkan cara dan menyusun rencana untuk segera melacak keberadaan Frans yang sudah menculik Arla.
"Apa yang harus kita lakukan Andi?" tanya Satria mondar-mandir dengan segala kecemasannya.
"Sepertinya kita harus lapor poilisi saja, dengan begitu mereka akan langsung bertindak agar Arla segera di temukan dan Frans segera di tangkap," usul Andi pada mantan bosnya.
"Itu bukan ide bagus, karena Frans sudah berpesan tidak boleh melapor polisi, aku tahu betul sikapnya. Dan dia mengancam akan melakukan hal buruk pada Arla, jadi bagaimana ini?" jawab Satria kebingungan.
"Ada satu cara lagi sebenarnya." Kata Andi.
"Apa itu?" Satria mendekat ke arah Andi yang sudah menemukan ide.
Mereka berbincang menyusun rencana untuk bisa membebaskan Arla dari Frans yang licik dan kejam. Setelah itu keduanya pergi mengendarai mobil yang sama.
...****************...
__ADS_1
Frans masih menunggu Arla tidur. Dia sama sekali tak mau Arla sampai melarikan diri lagi darinya, lalu mereka kembali berpisah sampai Arla akan memilih tetap hidup bersama Satria. Karena cinta buta yang begitu menggebu, dia buta hati menculik dan kekeh meminta Arla untuk menjadi istrinya.
Lambat laun matanya mulai kantuk, Frans bosan harus terus menunggu Arla yang berpura tidur. Dia merebahkan diri di samping gadis itu. Perlahan matanya terpejam karena rasa kantuk yang sudah tidak bisa di tahan lagi.
Arla membuka matanya perlahan, menoleh ke arah samping yang terdapat Frans sudah tidur di sana. Dengan hati-hati dia duduk perlahan, lalu bangkit untuk melarikan diri.
Arla mengendap-ngendap berjalan menuju pintu, lalu dia segera membukanya sambil bernafas lega.
"Mau kemana kamu?" suara Frans terdengar dari belakang.
Deg!
"Mau coba-coba melarikan diri hah?" ujarnya di tengah-tengah menaiki tangga.
"Frans, tolong lepaskan aku!" mohon Arla sambil menangis.
__ADS_1
Frans menurunkan tubuh Arla, dia mendorong tubuh kecil itu ke tembok. Lalu mengunci kedua tangan gadis itu dengan tangannya.
"Lihat aku! Lihat aku sebentar saja, kenapa kau keras kepala sekali?!" suara lantang itu membuat Arla menangis ketakutan. "Aku orang mencintaimu selama ini, kau tidak perlu bersembunyi, tidak perlu merasakan takut menjadi istri gelap yang tak pernah di anggap, kau akan bahagia bersamaku, tapi kenapa kau malah ingin pergi dariku hah?!" bentaknya penuh emosional.
"Aku tidak mencintaimu, meskipun aku hanya seorang istri gelap, tapi aku tidak pernah keberatan dengan ststuku, aku mencintai Satria dan akan tetap mencintainya sampai kapanpun!" tegas Arla yang mulai berani kembali melawan musuhnya.
Dengan kesal Frans memegang dagu Arla. Wajahnya penuh dengan ekspresi kebencian. "Dan meskipun begitu, aku tidak akan pernah melepaskanmu! Ayok kita lakukan sekarang agar kau menjadi milikku!" kemudian Frans menarik tangan Arla menuju kamar. Dia tak menggubris Arla yang kesakitan akibat tangannya terlalu kuat di genggam.
"Sakit!" ringis Arla.
BRUK!
Frans melempar tubuh Arla ke atas ranjang seperti yang dia lakukan tadi.
"Kali ini aku tidak akan melepaskanmu!" ujarnya sambil membuka bajunya lalu melemparnya ke sembarang arah.
__ADS_1
"Jangan Frans!" mohon Arla lagi.
"Sampai kapan aku harus menunggu, padahal kau sudah ada di depan mata!" kata Frans lagi.