Satu Ranjang Dengan Mantan

Satu Ranjang Dengan Mantan
Ancaman Yulia


__ADS_3

"Apa?! Apa maksud semua ini? Apa kamu sedang bercanda Andi?" tanya Satria tak percaya mendengar ucapan Andi barusan.


"Tidak Pak Satria, saya tidak sedang bercanda, saya ingin berkata jujur saat ini pada Bapak maupun teman di samping Bapak itu, sebenarnya dari awal perusahaan itu bukanlah milik keluarga Bu Yulia dan Pak Radit Sanjaya, perusahaan itu adalah milik orang tua saya." Jelas Andi lagi semakin membuat Satria kebingungan.


"Tunggu-tunggu, apa katamu? Perusahaan yang aku pimpin sekarang bukan milik Keluarga Sanjaya? Tapi milik kedua orang tuamu? Kenapa bisa begitu?"


Andi mulai menceritakan dari awal hingga akhirnya dia bisa kembali menguasai apa yang selama ini harusnya menjadi haknya. Mendengar fakta yang baru saja Andi katakan membuat Satria percaya tentang kebenaran itu.


Andi bercerita bahwa dia sengaja berpacaran dengan Khalisa agar bisa mendapatkan perusahaan milik orang tuanya, dia juga sengaja mengabdi untuk menjadi asisten pribadi Satria agar bisa dengan mudah juga mencari informasi karena berkali-kali melamar menjadi karyawan di kantor selalu saja gagal.


"Jadi, apa rencanamu selanjutnya? Bagaimana jika mereka kembali merencanakan akan mengambil perusahaan itu?" tanya Satria.


"Mudah saja, aku akan mencari bukti terlebih dulu agar mereka bisa segera di jebloskan ke penjara!" kata Andi tegas sekali.


"Baiklah kalau begitu, seperti yang kau inginkan, aku akan berpura-pura terus mengelola perusahaan milikmu, nanti akan ku sampaikan perkembangan perusahaan padamu," kata Satria dengan senang hati membantu mantan asistennya.

__ADS_1


"Baik, Pak Satria, teriamakasih atas pengertiannya," ucap Andi.


"Kalua begitu, aku pergi dulu," Satria dan Arla hendak bangkit tapi Andi mencegahnya.


"Tunggu dulu, saya ingin memberitahu satu hal lagi pada Bapak," cegah Andi.


"Apa itu?" Satria dan Arla duduk kembali.


"Sekarang Kahlisa sedang hamil, dan mungkin saja bayi yang sedang dia kandung itu adalah milikku, anda jangan sampai terlena Pak Satria, dia akan merencanakan sesuatu agar bayi itu diakui oleh anda, aku terpaksa harus meninggalkannya bukan tanpa alasan, hanya saja aku tak ingin dia terus memanfaatkanku." Jelas Andi terlihat guratan kesedihan dalam wajahnya.


"Aku sudah tahu, semalam dia hampir saja keguguran, sekarang sedang di rawat di rumah sakit," jawab Satria santai.


"Iya, Khalisa sempat pendarahan, tapi tidak terlalu parah, datanglah kesana, temui dia dan jangan pernah lari dari tanggung jawabmu!"


Ucapan itu membuat Andi sedikit tersadar, niatnya membalas dendam ke pada Keluarga Sanjaya yang telah merenggut kebahagiaan serta membuarkannya menjadi yatim piatu sangatlah besar. Tapi, ketika baru saja mendengar ucapan Satria yang mengatakan Khalisa hampir saja keguguran membuat nyalinya menciut.

__ADS_1


Bagaimanapun juga Andi masih mempunyai rasa pada Khalisa yang di perdaya oleh kedua orang tuanya.


"Aku pergi dulu," kata Satria memberi kode pada Arla untuk segera pergi bersamanya.


"Iya," jawab Andi lemas dengan pikirannya yang begitu menerwang jauh mengenang masa-masa indahnya bersama Khalisa.


...****************...


Khalisa kini masih terbaring di ranjang rumah sakit dan kondisinya sudah cukup membaik. Di temani ibunya yang duduk di samping ranjang, dia sesekali meneteskan air mata karena mengingat Andi yang sudah meninggalkannya.


"Kenapa menangis hah?!" bentak Yulia pada putrinya.


"Mamah, bagaimana aku tidak sedih, sekarang usia kehamilanku sudah enam bulan lebih, sedangkan Satria belum pernah menyentuhku, Andi juga pergi meninggalkanku, selama ini aku sudah sering sekali memanfaatkannya supaya mencari informasi tentang Satria, gara-gara misi Mamah dan Papah juga kami jadi berpisah sekarang!" kata Khalisa sambil menangis.


"Apa kamu bilang? Gara-gara misi kami, kamu dan si miskin Andi itu jadi berpisah? Apa kamu lupa, apa tujuan kita sebenarnya hah? Kamu ini, pake acara hamil anak si Andi segala lagi!" balas Yulia dengan nada galak dan emosi.

__ADS_1


"Iya, tujuan kita juga untuk menguasai harta kekuarga Satria, tapi itu bukan keinginanku, itu cuma keinginan kalian berdua! Di saat aku mulai jatuh cinta ke pada Satria, dia malah tak pernah melihatku! Dan di saat aku mulai sadar akan ketulusan Andi, dia malah pergi dariku! Itu semua salah Mamah dan Papah!" teriak Khalisa menunjuk ke arah wajah ibunya.


"Dasar anak tidak tahu di untung! Kau pikir kami melakukan ini untuk apa hah? Ini untuk kebahagiaanmu juga. Ingat ya, Kahlisa, awsas saja jika suatu saat nanti kamu mengungkap kebenaran ini, Mamah dan Papah tidak akan segan akan mengusirmu dari rumah, kamu juga akan di benci oleh keluarga Satria!" Jelas Yulia dengan tatapan nyalang seperti harimau yang siapa memangsa mangsanya.


__ADS_2