Satu Ranjang Dengan Mantan

Satu Ranjang Dengan Mantan
Di Atas Ranjang Bersama Frans


__ADS_3

Di sebuah ranjang berukuran king Arla duduk sambil memandang ke arah Frans yang kini berdiri di hadapannya.


"Kau masih tetap cantik Andini," ucap Frans tapi kemudian dia menutup mulutnya. "Upss...maksudku, Arla, hahaha...," sambungnya sambil menutup mulut dengan ekspresi mengejek.


"Lepaskan aku, sebenarnya apa maumu dengan sengaja menculikku?!" bentak Arla tak ada takutnya.


"Nyonya Arla, biar aku beritahu kamu, aku sebenarnya sudah sangat lama memendam perasaanku padamu, dari awal kita bertemu di sebuah kafe tempatmu bekerja, aku sudah menjadi pengangum rahasiamu. Aku tidak akan pernah melepaskanmu, aku hanya ingin kau menikah denganku. Pikirkan baik-baik, pilih aku, atau suamimu itu tidak akan selamat!" ancam Frans sambil memegang dagu Arla dengan penuh sensasional.


"Aku tidak akan memilihmu!" tegas Arla.


"Oke, itu tidak masalah, bahkan dengan mudah aku bisa memilikimu seutuhnya kalau itu pilihanmu, aku akan tetap menikahimu!" balas Frans lagi menyeringai.


"Cari saja wanita lain yang lebih cantik di luar sana di banding denganku!" kata Arla.


Frans malah semakin dekat, dia mendorong tubuh Arla sampai wanita itu berbaring di atas ranjang. Arla yang ketakutan, menahan tubuh laki-laki itu dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Jangan seperti ini! Menjauhlah!" kata Arla mendorong tubuh Frans, tapi tenaganya tidak kuat.


"Teruslah seperti itu karena aku suka memaksa wanita, itu lebih menantang bagiku!" jawab Frans sambil menyeringai.


"Lepaskan aku sekarang juga, atau...,"


"Atau apa? Kita akan habiskan malam bersama, aku tidak mau kau kembali lagi ke rumah itu, jelas-jelas di sana kau tidak menemukan kebahagiaan, kenapa masih bertahan dan selalu saja mengalah?" Frans mengingatkan Arla tentang hal itu, tapi Arla tak mau terhasut ucapan buruk laki-laki kejam yang kini mengungkungnya.


"Frans..., kau terlahir dari seorang wanita, ibumu wanita, tidak seharusnya memperlakukanku seperti ini, ingat, kita tidak pernah mempunyai hubungan apapun, jangan lakukan hal yang buruk padaku!" Arla membalas ucapan Frans.


Frans tidak menggubris, perlahan dia mulai beraksi dengan membuka kancing baju yang di kenakan Arla. Perempuan cantik itu memberontak, dia tak terima dengan pelecehan yang di lakuka Frans padanya. Tangannya bergerak agar Frans berhenti beraksi.


Sejenak Frans merenung melihat wajah cantik yang matanya sudah mengalir deras air mata akibat perlakuan itu. Rasa iba muncul dalam hati, dia bangkit mengurungkan niat busuknya.


Segera Arla duduk sambil merapikan bajunya yang sempat terbuka. Dia mundur lalu menelungkupkan wajah di atas lutut sambil menangis ketakutan.

__ADS_1


Melihat hal itu membuat hati Frans luluh. Namun tetap saja dia tak mau melepaskan Arla begitu saja. Usaha yang selama ini dia lakukan akan sia-sia saja.


"Tunggu di sini, aku akan kembali!" ucap Frans sambil pergi. Dia mengunci pintu kamar itu setelahnya.


"Satria...tolong aku, hik...hik..., aku membutuhkanmu sekarang," ucap Arla sambil menangis.


Dia bangkit, lalu berpikir mencari cara untuk melarikan diri. Arla berjalan menuju jendela kamar. Dia mengintip melihat di luar ada beberapa bodyguard Frans berjaga di sana.


Otaknya terus berputar memikirkan bagaimana agar mereka tak bisa menangkapnya. Arla berjalan mondar-mandir sambil terus berpikir.


Terdengar suara pintu akan terbuka. Dia segera kembali menuju ranjang untuk berpura-pura tertidur.


Ternyata Frans yang datang kembali. Laki-laki tampan itu berjalan menghampiri Arla yang matanya sudah terpejam. Dia duduk di samping Arla sambil terus memandang kagum wajah cantik yang di miliki pujaannya.


"Kau memang cantik Arla, wajahmu selalu cantik. Bahkan ketika kau tertidur," ucapnya membelai wajah Arla dengan lembut.

__ADS_1


Cup!


Satu kecupan mendarat di pipi gadis itu. Frans tak merasa curiga dengan yang dilakukan Arla. Dia mengira Arla benar-benar tidur karena kelelahan.


__ADS_2