Satu Ranjang Dengan Mantan

Satu Ranjang Dengan Mantan
Khalisa keguguran?


__ADS_3

Malam ini adalah acara pesta perayaan ulang tahun Khalisa. Arla sudah berdandan rapih mengenakan dress yang baru dia beli tadi sore bersama Satria.


Acara pesta di selenggarakan di sebuah hotel mewah. Dia keluar dari kamar, melihat Satria kini sudah ada di depannya.


Deg!


Hampir saja bertabrakan, jantung Arla berdegup kencang melihat Satria yang kini begitu memesona. Dia melontarkan senyuman dengan wajahnya yang begitu tampan.


"Ayok kita berangkat sekarang, Mamah dan Papah sudah menunggu di mobil," kata Satria.


"Iya, sebentar, tasku ketinggalan, kamu duluan saja." Jawab Arla gugup.


"Baiklah, kalau begitu," Satria pergi menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah.


Kali ini giliran Khalisa yang datang menghampiri Arla. "Kau pikir kau ini siapa hah?" ujar Khalisa sambil menjambak rambut Arla.


"Aw! Sakit!" ringis Arla memegang tangan Khalisa yang begitu kuat menjambak rambutnya.


"Jangan pernah berani mendekati suamiku! Atau kau akan tahu akibatnya! Kau hanya menumpang di rumah ini, lagipula Mamah Diana hanya menganggapmu sebagai pembantu, bukan sebagai putrinya. Jadi, jangan pernah kelewat batas!" Khalisa melepas jambakkannya sambil mendorong kepala Arla.

__ADS_1


Dengan emosional Arla berdiri, lalu dia menjambak rambut Khalisa. "Kau pikir kau juga siapa hah?! Jangan pernah anggap aku akan takut padamu Khalisa! Sudah lama kau menginjakku, aku tidak akan membiarkan kau terus menginjakku lagi!" Arla melepas jambakkannya sambil mendorong kepala Khalisa persis seperti yang perempuan itu lakukan.


"Kurang ajar kau! Beraninya kau melawanku?! Akan aku adukan perbuatanmu itu pada Mamah dan Papah Andri, agar kau di usir dari rumah ini!" telunjuk Khalisa mengarah pada wajah Arla.


"Aku tidak takut! Lakukan saja jika kau ingin mengadukan apa yang baru saja terjadi!"


"Dasar kau ******!" Khalisa pergi setelah mengucapkannya sambil menghentakkan kakinya.


"Ya ampun, apa yang baru saja aku lakukan?" Arla baru sadar dengan apa yang sudah dia lakukan, dia duduk di tepi ranjang sambil merenung saat tak sengaja melihat perut Khalisa yang membuncit.


"Apa Khalisa hamil?" gumamnya.


"Aaaaa...tolong!" jerit Khalisa membuat Satria, Diana dan juga Andri berlarian menghampirinya.


"Khalisa, sayang, ya ampun!" kata Diana.


"Aaa...sakit Mah..sakiiiitt...," ucap Khalisa yang kini di bantu oleh Satria untuk berdiri, tiba-tiba cairan segar berwarna merah mengucur pada betis Khalisa.


"Darah?!" kata Diana panik.

__ADS_1


"Darah?" Satria malah kebingungan melihatnya.


"Khalisa, apa kamu sedang hamil?" tanya Diana.


"Cepat bawa aku ke Dokter, perutku sakit, Mah," jawab Khalisa dengan wajahnya yang sudah pucat.


"Baik, sayang, ayok Mamah bantu," Diana membantu menantunya memapahnya menuju mobil.


Sedangkan dari balik pintu rumah yang terbuka, Arla melihat mereka memapah Khalisa. Dia juga melihat Darah segar mengucur di bagian betis perempuan itu. Betapa terkejutnya Arla saat melihat hal itu, dia sudah bisa menebak sendiri jika Khalisa kini sudah keguguran.


"Ya ampun!" ucapnya sambil membungkam mulutnya sendiri.


Mobil melaju dengan cepat mendatangi sebuah rumah sakit agar Khalisa segera mendapat penanganan. Sesampainya di rumah sakit, perempuan itu di bawa ke ruang IGD.


Anggota keluarga di minta untuk menunggu di luar ruangan. Penuh dengan kecemasan yang mereka rasakan. Malam yang harusnya menjadi malam kebahagiaan, justru malah menjadi bencana bagi Khalisa.


Diana segera menghubungi besannya. Dia menceritakan kejadian yang baru saja di alami oleh menantu kesayangannya itu.


Satria tak kalah cemasnya dengan Diana dan juga Andri. Mereka sama-sama berdo'a agar Khalisa bisa selamat dan tak terjadi hal buruk padanya.

__ADS_1


__ADS_2