Satu Ranjang Dengan Mantan

Satu Ranjang Dengan Mantan
Kerja Sama


__ADS_3

Dokter keluar lalu mengizinkan Satria untuk masuk ke ruangan. Perasaannya bercampur aduk saat melangkah membuka pintu. Takut jika wanita itu benar-benar Arla istrinya.


Air mata tak terasa jatuh membasahi pipinya. Satria masuk, lalu dia melihat seorang wanita yang kini terbaring lemah. Tapi, dia tidak bisa mengenali wajah wanita itu karena ada begitu banyak perban yang menutupi wajahnya.


"Apakah kamu Arla? Aku harap kamu bukan Arla istriku, siapapun kamu, terimakasih telah menolong dan menyelamatkan ibuku, aku mohon bertahanlah, jika kau istriku Arla, aku mohon Arla, bertahanlah, aku sangat mencintaimu, bertahanlah demi bayi kita, maafkan aku selalu membuatmu susah dan menderita," ucap Satria menangis sambil berdiri. Tangannya bertumpu pada pembatas ranjang.


"Satria, kenapa kamu menangis?" Herman mendekat ke arah putranya. Dia baru saja datang.


"Dia adalah orang yang sudah menyelamatkan Mamah, Pah, Satria sedih melihat kondisinya seperti ini," Satria menghapus air matanya.


"Iya, Papah juga sedih sekali melihatnya, dia benar-benar orang yang baik, setelah dia sadar nanti, Papah akan membawanya ke rumah karena Papah bingung dengan status keluarganya yang tidak Papah ketahui. Tidak ada identitas yang di temukan."


"Iya, Pah," jawab Satria lesu karena takut saja jika wanita itu memang benar Arla.


******

__ADS_1


Khaliisa duduk sendiri di atas sofa sambil menunggu kedatangan Satria yang sampai malam ini belum pulang juga.


"Kemana dia? Apa dia pergi bersama wanita sialan itu lagi? Benar-benar kau sudah di pelet oleh wanita sialan itu Satria!" Khalisa bangkit, lalu dia mondar-mandir karena merasa gelisah.


"Pelayan!" teriaknya lantang.


Beberapa pelayan berseragam khusus datang menghadap. Kali ini Khalisa tidak ingin Satria curiga dengannya, dia sengaja mempekerjakan banyak pelayan agar Satria percaya terhadap ucapannya siang tadi.


"Iya, Nyonya, ada apa?" tanya pelayan tertua.


"Buatkan aku jus strawbery! Dan kau, pelayan paling muda! Kau tidak boleh merias wajah di rumah ini! Untuk kalian semua juga, kalian dilarang merias wajah juga berpakaian seksi di rumah ini, kalau tidak, aku akan memecat siapa saja orang yang berani melanggar aturanku!" teriak Khalisa penuh dengan ketegasan.


"Kalian harus mengerjakan peran kalian masing-masing dengan baik! Jika tidak, aku juga akan memecat kalian! Jangan pernah ada yang berani mengadu apapun pada Tuan kalian, apalagi sampai menggodanya, aku tidak segan lagi akan segera memb*nuh siapa saja yang berani merusak rumah tanggaku! Cepat kerjakan pekerjaan kalian, aku tidak menggajihmu untuk bersantai saja!"


"Iya, Nyonya," jawab mereka bagaikan robot.

__ADS_1


"Baguslah kalau kalian mengerti!"


*********


Frans datang ke rumah Khalisa dengan berjalan cepat sambil menahan amarah di dadanya. Dia menerobos masuk tanpa permisi.


"Kau sembunyikan dimana Arla perempuan jahat?!" tanya Frans menunjuk ke arah wajah Khalisa.


"Apa maksudmu Frans? Kenapa kau tiba-tiba saja datang menuduhku yang tidak-tidak, kau bahkan mulai peduli dengan wanita sialan itu, asal kau tahu ya, dia itu menggunakan guna-guna supaya para lelaki terpikat padanya! Dan kau sudah tertipu olehnya Frans!"


"Kau pintar sekali berakting Khalisa! Seharusnya kau jadi pemain sinetron saja sekarang, bakatmu benar-benarhebat! Jika saja Satria tahu akan hal ini aku yakin dia akan mencearikanmu! Sekarang dia sudah menikah dengan....," Frans tidak sengaja akan mengungkap sesuatu.


"Menikah dengan siapa? Apa maksudmu Frans? Aku masih belum mengerti apa maksudmu? Siapa yang sudah menikah? Apa itu Satria?" cecarnya pada Frans yang tampak gugup.


"Tidak ada gunanya bicaradenganmu!" Frans berbalik lalu pergi meninggalkan Khalisa tapi perempuan itu mengejarnya menuju teras.

__ADS_1


"Frans tunggu dulu! Aku ingin menawarkanmu sebuah kerja sama, kau bisa mendapatkan Arla seutuhnya dan aku bisa mendapatkan Satria juga jika kita kompak bekerja sama!" teriak Khalisa pada Frans yang kini berhenti tanpa menoleh.


Frans berpikir sejenak, cintanya pada Arla memang bukan main-main, meski dia tahu Arla tidak mencintainya. Tapi lelaki tampan itu yakin, jika suatu saat Arla pasti bisa menerimanya. Dia tahu Arla sedang mengandung benih orang lain, tapi itu semua tidak mengubah rasa cinta Frans pada pujaan hatinya.


__ADS_2