Secret Alexa

Secret Alexa
MCIML BAB 10- Bertanya


__ADS_3

Ceklek..


Pintu kamar Megan perlahan terbuka dan menampilkan Megan yang berdiri di depan pintunya menggunakan baju tidur.


Kedua gadis itu tersenyum di saat mereka sudah melihat wajah Megan dengan jelas.


“Ada apa malem-malem ke sini?”. Tanya Megan sembari menaikkan sebelah alisnya karena melihat anaknya beserta teman satu-satunya yang anaknya miliki sedang bersama berdiri di depan pintu kamarnya.


“Kami mau ngomong, bunda udah tidur?”. Jawab Alexa lalu kembali bertanya.


Megan menggelengkan kepalanya pelan dan membuka pintu kamarnya tanda dia mengizinkan kedua gadis itu masuk ke dalam.


“Bunda lagi liat nilai kakak kamu, bisa-bisanya dia udah kelas sebelas tapi nilai MTK nya kayak anak SD kelas tiga!”. Oceh Megan sembari berjalan ke arah sofa dan di ikuti dengan langkah Alexa beserta Sinta.


Megan beserta dua gadis itu kini duduk di sofa yang ada di dalam kamar Megan.


Kamar Megan sangat besar hingga mungkin itu adalah ukuran satu rumah hingga bisa menaruh sofa, kasur dan beberapa hiasan salah satunya adalah televisi di dalam ruangan tersebut.


“Jadi, ada apa kalian ke sini?”. Tanya Megan lagi.


Sinta tersenyum ke arah Megan dengan tangan yang mengepal, sebenarnya dia juga takut, tapi dia sangat ingin melihat Alexa mengadakan pesta.


“Anu.. jadi gini Tante..” Ujar Sinta terhenti di saat dia memegang lehernya untuk mengurangi rasa canggung. “Emm.. Tante inget gak kalau bentar lagi Lexa ulang tahun?”. Dia bertanya dulu agar alur pembicaraan mereka nyambung.


Megan mengangguk. “Tau, Tante inget”. Mana mungkin dia lupa dengan tangga ulang tahun anak perempuan satu-satunya itu.


Alexa tersenyum mendengar perkataan ibunya. “Kalau gitu kita rayain yah Bun!”. Sahut Alexa dengan antusias.


Megan, Sinta dan Andre langsung melihat ke arahnya.


‘Aduhh.. kenapa langsung di bilang sih ’ Padahal rencananya Sinta ingin mencairkan suasana dulu agar mudah untuk Megan mengizinkan Alexa pergi merayakan ulang tahun nya.


“Eh? kok tumben? biasanya bunda suruh kamu gak mau pergi, kok sekarang mendadak?”. Tanya Megan penasaran.


Sinta kini semakin mengepal tangannya kuat, keringat dingin nya keluar karena dirinya yang gugup setengah mati, dia berharap agar Alexa tak mengatakan yang sebenarnya kepada Megan.

__ADS_1


“Ya kan sekarang aku udah punya Sinta!”. Alexa tersenyum sambil menunjuk ke arah Sinta yang duduk di sebelah nya.


“Apa hubungan Sinta sama kamu mau rayain ulang tahun?”.


“Emm.. apa yah..” Alexa terlihat berfikir keras mencari jawaban dari pertanyaan yang ibunya berikan. “Karena Sinta bilang kalau umur 15 tahun tuh adalah umur yang paling penting”. Walau tak mengerti apa yang di masuk dengan penting itu, tapi Alexa hanya mengingat itu saja dari pembicaraan nya dengan singa kemarin.


Megan menaikkan sebelah alisnya, melihat ke arah Sinta yang sepertinya tak nyaman.


“Kamu kasih tau apa aja sama Lexa?”. Tanya Megan dan refleks membuat Sinta kaget setengah mati.


Sinta mendongak kan kepalanya, melihat ke arah wajah Megan yang tak jauh dari sofa yang dirinya duduki bersama Alexa.


“A-Anuu.. saya gak ada cerita apa-apa kok tan”. Jawab Sinta jujur. “Saya cuman bilang kalau di umur 15 tahun tuh bener-bener umur yang paling seru dan keren!”. Sambungnya.


Megan menganga tak percaya. “Serius?”. Tanyanya hampir tak percaya.


Sinta menganggukkan kelamnya dengan cepat karena takut jika Megan akan marah karena dia sudah memberi tahu Alexa hal-hal yang seharusnya antara tidak perlu atau perlu Alexa tahu.


Tapi sebenarnya..


Megan berdiri dari sofanya.


Berjalan ke arah Sinta yang kini pikirannya mulai over thinking tentang Megan yang berjalan ke arahnya.


Bugh..


Megan menepuk pundak Sinta pelan dan hal itu membuat dia melihat ke arah Megan.


“Bagus! Tante bangga sama kamu! semoga kedepannya kamu bisa bujuk dia buat pakai make up!”.


Perkataan megan benar-benar di luar ekspektasi Sinta.


Sinta hanya bisa menganga lalu mengangguk kepalnya pelan tanda dirinya mengiyakan permintaan Megan.


“A-Anu.. Tante gak marah karena aku kasih tau ke dia tentang itu?”. Tanya Sinta ragu-ragu di saat Megan hendak balik ke sofa nya.

__ADS_1


“Enggak, tapi Tante bakal marah kalau kamu ngasih tau ke dia tentang dewasa! Tante gak suka anak perempuan satu-satunya yang tante punya salah pergaulan!”. Ujar Megan lalu duduk di sofanya kembali.


“Jadi, boleh nih ulang tahun nya di rayain?”. Tanya Alexa yang sudah penasaran sedari tadi menunggu jawaban dari Megan.


Megan mengangguk kan kepalanya pelan sembari tersenyum. “Boleh, kamu boleh rayain ulah tahun kamu, nanti bunda Carikan gedung buat acara dan kamu bisa undang temen-temen sekelas kamu biar rame”. Kata Megan.


Hal itu tentu saja langsung membuat Sinta beserta Alexa menimbulkan senyum mereka.


“Aaaa yes! makasih Bun!!!”. Alexa senang, dia kini benar-benar senang karena dia tak jadi mengecewakan perasaan Sinta dan dia juga bisa merasakan merayakan ulang tahun yang Sinta bilang enak.


“Udah itu aja? yaudah sana balik ke kamar terus langsung tidur, udah malem ini!”. Titah Megan sembari meminum teh nya yang ada di atas meja.


Sinta dan Alexa mengangguk, mereka berdua langsung pergi dari sana dengan senyum di wajah mereka berdua.


Ceklek..


Pintu kamar Megan di tutup oleh Alexa dan dia langsung pergi kembali ke kamarnya bersama dengan Sinta.


“Bunda yakin mau rayain ulang tahun dia di gedung? seriusan aja bun!”. Andre masih tak percaya jika Megan akan benar-benar menyewakan gedung untuk acara Alexa nantinya.


“Iya bener lah, emang kenapa? kamu juga mau ulang tahun kayak gitu?”. Jawab Megan lalu kembali bertanya.


Pertanyaan yang Megan tanyakan itu benar-benar membuat Andre tak habis pikir.


Bagaimana mungkin dirinya yang keren, seorang pria dan populer itu merayakan ulang tahun, itu hanya pesta untuk anak kecil saja.


Atau anak polos seperti Alexa.


“Tapi bun.. nanti kalau ada apa-apa gimana? di sana 'kan nanti Banyak yang Dateng, dan otomatis pasti rame!”. Andre merasa jika sesuatu tak enak akan terjadi nantinya.


Tapi sebelum itu terjadi, dia lebih baik mengatakan ini kepada Megan terlebih dahulu.


“Maksud kamu?”. Tanya Megan yang masih tak mengerti dengan pikiran anak nya.


“Maksud aku, mending gak usah aja deh, soalnya ka-”.

__ADS_1


“Udah gak papa, sekali-kali biar dia seneng, lagian bunda juga pingin liat Lexa bersikap kayak cewek, bunda udah capek nyuruh dia pakai make up, pakai gaun atau apa lah, tapi dia gak mau nurut dan di saat Sinta yang bilang dia penasaran, jadi apa salahnya sekarang kita buatin aja dulu?”. Sahut Megan sebelum Andre selesai mengucapkan semua yang ada di otaknya.


__ADS_2