Secret Alexa

Secret Alexa
MCIML BAB 32- Deja Vu


__ADS_3

Tanpa di sangka, ternyata Alexa bisa membujuk hati ayahnya. Alexa berhasil keluar dari mansion Domani dan tunggal di apartemen Maudy sekarang.


Dia juga mengatakan akan sekolah dari kediaman Maudy.


Maudy di sini mungkin bisa sampai 1 atau 2 tahun. Maudy bukan orang kaya raya seperti keluarga Alexa, dia memang menjadi anak angkat di keluarga Domani, tapi dia tak mau meminta sepeserpun harta kekayaan dari keluarga Domani.


Padahal Megan dan Bryan sudah sangat memaksanya, tapi dia yang keras kepala terus saja menolak hingga akhirnya Megan dan Bryan menyerah.


Tapi tentu saja harta bagian Maudy tak di makan oleh Bryan ataupun Megan, mereka menyimpannya dan akan memberikan harta itu jika kelak Maudy memiliki anak.


“Mau nonton bareng?”. Tanya Maudy di saat melihat Alexa yang mengambil air dingin dari kulkas.


Alexa melihat ke arahnya, lalu dia melihat ke arah televisi yang berada di depan Maudy. Maudy sedang melihat film horor yang baru-baru ini di bicarakan oleh triple a.


Katanya film itu bisa membuat kita terbawa suasana.


Alexa penasaran dengan film itu, tapi triple a tak pernah mau menemaninya untuk menonton film itu jadi dia tak pernah menontonnya.


Alexa duduk di sebelah Maudy, dia meminum air yang ada di dalam botol perlahan jarena menyesuaikan dingin air itu dengan mulutnya.


Duar!


Tiba-tiba saja hantu itu keluar dan menimbulkan suara keras, membuat Alexa jantungan dan hampir saja menumpahkan airnya.


“Haduhhh.. udah ah, mending mama nonton sendiri aja, aku gak sanggup”. Ucap Alexa berdiri sembari mengelus dadanya yang kaget setelah mati.


Alexa langsung pergi dari sana sementara Maudy masih fokus kepada film horor nya.


Maudy adalah pecinta horor dan menantang, jadi jika hanya begitu saja dia sudah biasa melihatnya.


Krieett..


Alexa membuka pintu kamarnya, masuk ke dalam kamar lalu langsung mengunci kamar itu.


Dia menaruh air es yang dia bawa di atas nakas dan setelah itu dia merebahkan tubuhnya di atas kasur.


“Dua.. empat.. enam..” Gumam Alexa, entah mengapa tapi dia menyebutkan angka-angka genap sembari menatap langit-langit kamarnya.


Alexa tersenyum sayup, lalu dia melirik ke arah kanan nya dan memiringkan tubuhnya, Alexa mengambil guling nya lalu memejamkan mata.


“Tunggu beberapa hari lagi, aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini". Gumamnya sebelum dia beranjak pindah alam(tidur).

__ADS_1


...***...


Pagi-pagi jam 6 Alexa sudah bangun dari tidurnya, dia langsung menonton acara televisi karena dia tak bisa tidur lagi.


Setelah setengah tujuh Maudy keluar dari kamarnya dengan setelan rapi dan bersi.


Alexa yang penasaran tentu saja langsung bertanya. “Mau ke mana ma?”. Tanya Alexa dan menatap Maudy dari bawah sampai atas.


“Cantik gak?”. Tanya Maudy, dia memutar-mutar badannya untuk menunjukkan baju yang dia pakai.


“Cantik". Jawab Alexa. “Tapi mama mau ke mana?”. Alexa bertanya pertanyaan yang sudah dia tanya tadi, tapi Maudy masih belum menjawabnya.


“Mau ke pasar”. Jawab Maudy sembari tersenyum.


Maudy tidak memiliki pembantu karena menurutnya dia masih sanggup melakukan aktivitas-aktivitas itu.


“Mau ikut?”. Tanya Maudy kepada Alexa.


Alexa langsung menggelengkan kepalanya. “Gak ah, nanti aku ilang di sana”. Jawab Alexa.


Maudy hanya bisa tertawa mendengar itu, dia langsung kembali ke kamarnya dengan tawanya itu.


Setelah beberapa saat Maudy bersiap-siap akhirnya dia pergi ke pasar dan meninggalkan Alexa di apartemen nya.


Dia melihat di sana sangat ramai, mungkin gedung apartemen ini lumayan terkenal.


Banyak staf yang bekerja di sana.


“Permisi, cari apa ya?”. Tanya seseorang setelah dia sampai di sebelah Alexa.


Dia bertanya seperti itu karena melihat Alexa yang sedari tadi celingak-celinguk seperti mencari sesuatu.


Padahal nyatanya dia hanya sedang melihat-lihat lokasi gedung itu saja.


Alexa melihat ke arah orang itu, dia seorang pria yang sangat tampan dan malah kini dia tersenyum kepada Alexa.


“Ahh.. gak ada sih.. aku cuman jalan-jalan aja soalnya bosen”. Jawab Alexa.


“Owh.. mau gue ajak jalan-jalan ke taman?”. Tanya pria itu lagi sembari tersenyum.


“Emm.. boleh-boleh!”. Jawab Alexa antusias.

__ADS_1


Pria itu tersenyum dan langsung berjalan perlahan, sementar Alexa mengikutinya dari belakang.


Alexa mau ikut dengan pria itu karena dia melihat wajah pria itu yang masih mudah, tentu saja jika pria itu sudah tua dia tak akan mau ikut dengannya.


Bukan karena tua jelek dan muda tampan, tapi dia sering mendengar berita kalau pria tua berbahaya dan suka menculik gadis-gadis.


Note: Maksudnya tua tuh kayak orang tua umur 30+ 50- gitu yah. Kan gak mungkin orang tua yang umurnya 80 menculik gadis-gadis, toh buat apa sama mereka kalau mereka culik.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka benar-benar sampai di taman, taman itu berada di belakang gedung apartemen.


Alexa dan pria itu jalan-jalan santai di jalur taman karena matahari pagi hari ini tak terlalu panas.


“Btw, siapa nama kakak?”. Tanya Alexa.


“Nathan”. Jawabnya sambil tersenyum.


“Oh.. kakak juga tinggal di apartemen sini yah?”.


“Iya”. Jawabnya.


“Udah lama tinggal di sini?”.


“Gak sih baru-baru ini aja tinggal di sini, soalnya di sini dekat sama sma gue”. Jawab Nathan.


“Eh? kakak sekolah di Of Oak Hill?”. Tanya Alexa, sekolah yang dekat di sekitar apartemen itu hanya sekolah Of Oak Hill saja.


Nathan menganggukkan kepalanya pelan.


“Waw keren! kakak kelas berapa? terus di mana, terus udah berapa tahun sekolah di sana?!”. Tanya Alexa beruntun, tiba-tiba saja dia menjadi orang yang sangat penasaran.


Entah kenapa, tapi setelah dia melihat wajah Ivan yang mirip dengan Sinta, itu membuatnya menjadi seperti semula dan bahkan dia hampir bisa melupakan Sinta.


“Gue tahun ini tahun baru tahun pertama, tapi gue kelas sebelas, kemaren pas kepada sepuluh gue gak di sini”. Jawab Nathan.


Alexa hanya berdeoh saja lalu berdengung, dia terus melangkah perlahan menyusuri jalanan taman yang lumayan ramai dengan anak-anak, remaja, orang dewasa dan beberapa orang lansia.


Suasana ini memang sangat ramai, tapi itu sangat hangat, seperti sebuah kehangatan yang dulu pernah Alexa rasakan.


Tapi dia sudah lupa, kapan dan di mana dia merasakan kehangatan yang sama seperti di saat ini.


Deja Vu? yah, itu adalah kata yang cocok untuk keadaan nya saat ini.

__ADS_1


“Duduk di sana dulu, gue mau beli minuman di sana". Ucap Nathan sembari menunjuk ke arah sebuah bangku yang ada di bawah pohon besar.


Alexa melihat ke arah kursi itu lalu manggut-manggut dan langsung berjalan ke sana, sementara Nathan pergi untuk membeli minum.


__ADS_2