
Evan langsung menarik lengan Alexa di saat bel istirahat baru saja berbunyi, sementara keliy dari tadi semirik karena dia sudah memiliki firasat kalau Evan cemburu dengan Nathan yang terlihat akrab dengan kekasihnya.
“Duh Van lepasin! sakit Van!! Evan!!”. Alexa terus berontak di saat Evan terus menariknya, untungnya keadaan sekolah masih agak sepi karena banyak murid yang masih di kelas.
Evan membawa Alexa ke rooftop lalu mengunci pintu rooftop dan menyuruh Alexa duduk di kursi yang ada di sana.
Alexa meringis kesakitan di saat Evan baru melepas cengkraman yang lumayan kuat itu, dia menghembus pergelangan tangannya yang terasa perih.
“Kamu kenapa sih Ev-”.
Belum sempat Alexa bertanya, tiba-tiba dia terdiam di saat merasa bahwa bibirnya yang menyatuh dengan bibir Evan.
Evan mencium Alexa dengan sangat brutalnya hingga membuat gadis itu kehabisan nafas.
Alexa menarik rambut bagian belakang Evan agar ciumannya dengan Evan bisa terlepas.
Setelah beberapa saat akhirnya Evan melepaskan french kiss mereka dan menatap Alexa yang lemas di depannya karena ulah dirinya tadi.
Alexa kini memburuh nafas dengan tubuhnya yang lemas, untuk mengangkat kepalanya saja dia hampir tak bisa.
“Hikss.. kamu kenapa sih?! hikss..”. Tanya Alexa di iringi dengan Isak tangisnya di saat nafasnya sudah agak stabil.
Evan tak menjawab, sebenarnya apa yang dia lakukan hanya hilaf akibat kecemburuannya saja, tapi dia terlewat melakukannya.
Dengan wajah datarnya Evan memeluk Alexa erat dan menyembunyikan wajah Alexa di dadanya.
__ADS_1
Air mata Alexa berhasil membasahi baju seragam yang dia gunakan, tapi itu tak masala bagi Evan karena dirinya bisa membeli baju lagi nanti di kantor kepala sekolah jika perlu.
“Maaf aku kelewatan, tapi aku gak suka liat kamu deket-deket sama cowok”. Gumam Evan sembari mengelus kepala Alexa.
Alexa tiba-tiba tersadar lalu mengusap air matanya setelah dia melepaskan pelukan Evan.
“Kamu masih mau lanjutin hubungan kita? aku udah tau semua ceritanya dan kalau kita lanjutin hubungan kita itu bakal rumit banget jadinya nanti, dan ayah aku pasti juga gak setuju kalau kamu pacaran sama aku”. Gumam Alexa dengan nada gemetar tanpa melihat ke arah Evan. “Gimana kalau kita pu-”. Ucapan Alexa terhenti di saat jari telunjuk Evan berada di bibirnya.
“Sett.. kamu denger ini, aku udah perjuangin kamu sampai sejauh ini, aku gak akan mungkin bisa lepasin kamu gitu aja”. Ucap Evan dengan wajah serius. “Kamu jangan pernah bahas tentang kata putus di depan aku, aku cinta sama kamu, aku gak suka kamu deket-deket sama cowok lain, untuk masalah ayah kamu.. itu kita bisa atasi pelan-pelan nantinya, okay?”. Sambung Evan sembari mengelus lembut pipi Alexa yang di basahi oleh air mata.
“Tapi kakak kembar aku sekolah di sini juga, aku rasa mereka juga gak bakal suka di saat ngeliat aku Deket sama kamu terutama kak andre”. Ucap Alexa lagi.
Benar, mungkin Andre lah yang paling benci dengan keluarga Anggara, padahal yang hatinya di sakiti adalah Andrean dan yang terluka adalah Alexa, tapi dia sangat membenci keluarga Anggara.
Dia membenci keluarga Anggara bukan untuk dia sendiri, tapi dia membenci keluarga Anggara karena dia tak suka di saat melihat saudara nya di lukai oleh seseorang.
Alexa tiba-tiba teringat sesuatu, dia pernah melihat keadaan seperti ini sebelumnya di drama Korea yang dia lihat bersama Sinta.
“My classmate is my love!”. Ucap Alexa penuh semangat dan membuat Evan menatapnya bingung. “Aku pedang liat drama ini, ini kisah cinta antara dua pasangan yang saling menyembunyikan hubungan mereka di depan publis, mereka teman sekelas sekaligus kekasih!”. Ucap Alexa menjelaskan.
“So.. maksud kamu kita sembunyikan hubungan kita di depan semua orang, gitu? dan bilang sama mereka kalau kita gak ada hubungan apa-apa gitu?”. Tanya Evan memastikan, apakah otaknya sama dengan pemikiran Alexa atau tidak.
“Iya kamu bener, cuman ini cara kita satu-satunya, kita sembunyikan dulu hubungan kita sambil cari cara gimana caranya agar keluarga aku bisa setuju”. Jawab Alexa.
“Tapi kalau begitu aku pasti bakal terus was-was, terutama kamu makin lama makin imut dan cantik, terus tadi cowok yang gak pernah aku liat tuh dia deket banget sama kamu”. Ucap Evan setelah duduk di sebelah Alexa.
__ADS_1
“Oh dia, aku juga kurang tau sih tentang dia, kami gak sengaja ketemu tadi”. Ucap Alexa berbohong.
“Yakin? bukannya kamu tua nama dia? siapa yah namanya.. em.. na.. Natha.. Nathan 'kan?”. Ujar Evan setelah mengingat nama Nathan yang tadi Alexa sebutkan di depan pintu kelas.
Alexa manggut-manggut pelan. ‘Duh.. kenapa mulut ini suka banget berdusta sih ’ Batin Alexa, dia merasa kesal dengan dirinya sendiri. “Dia ngasi tau namanya pas tadi juga”. Ucap Alexa.
Detik berlalu menjadi menit dan akhirnya di menit ini bel masuk pun berbunyi, setelah membahas tentang Nathan mereka berdua hanya diam saja.
Tapi Evan diam bukan sekedar diam, dia diam karena sedang memikirkan rencana yang Alexa sarankan kepada dirinya tadi.
“Okay aku setuju buat kita nyembunyiin status kita ini, tapi kalau ada apa-apa bilang aja sama aku and kita ini nyembunyiin hubungan bukan putus, jadi jangan coba-coba buat nerima cinta dari laki-laki mana pun”. Ucap Evan final, dia setuju dengan rencana Alexa dan hal itu membuat Alexa tersenyum. “And, jangan terlalu deket sama cowok manapun”. Sambungnya.
Alexa hanya manggut-manggut kecil dengan binar senyumnya.
“Ini udah bel masuk, kamu bisa duluan ke kelas karena tadi kamu kan udah telat jadi kalau misalkan telat lagi pasti bakal di marah”. Usul Evan.
Alexa lagi-lagi hanya manggut-manggut saja lalu melangkah kecil menjauh dari Evan.
“Oh satu lagi”. Ujar Evan dan membuat Alexa membalikan badannya.
Tapi Alexa kaget di saat tiba-tiba saja Evan sudah berada di dekat nya dan tanpa abah-abah langsung mencium bibirnya lagi.
Itu membuat jantung Alexa berdegup kencang.
Alexa memegang bibirnya yang sedikit di gigit oleh Evan. “Evan.. ini gak berdarah 'kan? takutnya nanti ada yang curiga loh”. Tanya Alexa karena dia merasa bahwa bibirnya agak sakit tapi di saat dia menyentuh bibirnya sama sekali tak ada darah yang menempel di jarinya.
__ADS_1
“Gak ada". Jawab Evan dan sekali lagi mencium Alexa, tapi kali ini dia mencium kening Alexa.
Alexa hanya berdeoh saja lalu Evan kembali menyuruhnya untuk segera kembali ke kelas dan Alexa pun menuruti perkataan nya.