
“Anyway.. dari kelas mana Lo?”. Tanya Mora kepada Alexa, dia sebelumnya sama sekali tidak pernah melihat Alexa berada di sekolah itu.
“Kelas.. kelas..” Gumam Alexa, dia terlihat berfikir berada di kelas mana dia.
“Di kelas 11 IPA 6, why?”. Sahut Evan yang mendengar obrolan mereka berdua.
“Ouwh.. btw kalian ada hubungan apa?”. Tanya Mora yang cukup penasaran karena melihat Alexa dan Evan yang dari tadi terus dekat seperti perangko.
“Temen”. Jawab Alexa cepat, sementara Evan yang mendengar itu serasa seperti di tusuk oleh seribu pedang dari belakang.
Mora hanya berdeoh lalu tak lama kemudian Faris memanggilnya untuk kembali ke kelas karena bel sudah berbunyi.
“Oh ya, boleh minta nomor wa Lo gak?”. Tanya Mora, kepada siapa? tentu saja kepada Alexa.
Alexa mengerjapkan matanya, tak percaya bahwa gadis itu meminta nomor miliknya dan bukannya milik Evan yang tampan itu.
“Ahh.. emm.. aku gak main handphone”. Jawab Alexa sembari mengosok belakang lehernya.
Mora menatapnya tak percaya, bagaimana mungkin ada seorang gadis SMA tidak mengunakan headphone, itu hampir bisa membuat Mora jantungan mendadak karena setahunya anak kelas 6 jaman sekarang saja sudah memiliki ponsel sendiri.
“Ahh.. sayang banget, it's okay kalau gitu gue pigi dulu”. Ucap Mora lalu membalikan badannya dan melangkah pergi, tapi setelah beberapa langkah dia menghentikan langkahnya dan memutar kepalanya kembali melihat Alexa dan Evan. “Kapan-kapan kita main lagi, okay”. Ucap Mora sembari tersenyum dan begitu saja langsung pergi.
Alexa yang bingung hanya mengangguk saja dan membalas senyuman Mora.
“Dia suka kamu”. Ucap Evan tiba-tiba ketika Mora sudah menghilang dari pandangan mereka.
Plak!
Pukulan itu melayang tepat di punggung Evan dan seketika membuat Evan meringis kesakitan.
“Gak mungkin, gak usah ngaco deh, dia tuh keren mana mungkin belok!”. Ucap alexa yang tak mau menerima ucapan Evan.
Evan hanya diam saja lalu menyingkir kan tangan Alexa dari pundaknya dan setelah itu langsung berdiri. “Siapapun itu, you are mine”. Ucap Evan dan langsung pergi meninggalkan Alexa.
__ADS_1
Alexa yang mendengar itu hanya diam di tempat, lalu dia tiba-tiba saja semirik dan mengikuti langkah Evan perlahan.
...***...
Alexa kini sampai di apartemen Maudy, dia langsung masuk ke dalam kamarnya setelah sampai karena merasa kantuk.
“Hmm.. ah, okay, baik, baik”. Terdengar suara Maudy dari luar kamar Alexa, dia sedang berbicara dengan seseorang di telpon. “Okay, okay, aku akan ke sana”. Ucap Maudy lagi dan akhirnya sambungan telpon mereka terputus.
Alexa yang penasaran keluar dari kamarnya untuk bertanya kepada Maudy.
“Mama,, siapa itu?”. Tanya Alexa setelah sampai di tempat Maudy berada.
“Hmm.. oh ini, mama ada urusan, gak papa kan kamu di rumah sendiri? mungkin mama pulangnya juga bakalan larut”. Jawab Maudy lalu kembali bertanya.
Alexa menganggukan kepalanya pelan. “Iya, it's okay, mama hati-hati yah”. Jawab Alexa lalu berpesan kepada Maudy.
Maudy hanya mengangguk sembari tersenyum, setelah itu Maudy masuk ke kamarnya meninggalkan Alexa di ruang tamu.
...***...
Walau kata orang ponsel adalah mainan terbaik bagi anak muda jaman sekarang, tapi Alexa merasa jika bermain ponsel dan tidak bermain ponsel sama saja.
Alexa kini sedang men-scroll Tik Tok karena kata Maudy aplikasi itulah yang paling menghibur, beberapa jam berlalu tapi sama sekali tidak ada yang menarik, hanya ada gadis-gadis yang berjoget di depan kamera dengan baju yang bisa di bilang tidak sopan.
Alexa hendak keluar dari aplikasi Tik Tok, tapi tiba-tiba saja jarinya terpeleset dan men-scroll lagi ke bawah.
Kali ini lain, berita ini seperti tak asing menurut Alexa, dia seperti pernah melihat pria yang ada di berita itu, tapi siapa? dia lupa.
Tapi, tak lama dan setelah memperhatikan nya lebih teliti, kini dia tahu bahwa itu adalah Bryan ayah kandungnya.
Alexa terus melihat berita yang ada di Tik Tok itu hingga selesai bahkan Alexa mengulang-ulang berita tersebut.
“Lexa, mama pu..” Ucapan Maudy terhenti di saat dia baru masuk satu langkah dan melihat Alexa yang bermain ponsel di sofa, tapi dia berhenti karena melihat Alexa yang sangat fokus kepada ponselnya. “Sayang, mama pulang”. Ucap Maudy sekali lagi dan setelah itu langsung masuk lalu menutup pintu apartemen nya.
__ADS_1
“Wellcome to home mah”. Jawab Alexa sembari tersenyum, dia langsung keluar dari akun Tik Tok nya dan mematikan ponselnya.
“Liat apa tadi? kok serius banget?”. Tanya Maudy.
“Cuman liat Tik Tok aja”.
“Really?”.
“Yes”. Jawab Alexa antusias dengan wajah yang meyakinkan, toh dia memang benar-benar hanya menonton Tik Tok saja sedari tadi.
Maudy hanya berdehem lalu menaruh tas nya di atas meja dan duduk di kursi yang bersebrangan dengan Alexa.
“Anyway mah.. kabar bunda gimana?”. Tanya Alexa, sudah hampir seminggu dia tak mendapat kabar tentang keadaan Megan saat ini.
“It's okay, kakak kamu katanya pulang besok soalnya dia tadi barusan chat mama dan kalau untuk bunda kamu.. mungkin setengah atau satu bulan lagi baru boleh pulang”. Jawab Maudy seadanya saja.
Alexa hanya berdeoh lalu menatap Maudy kembali dengan wajah penuh tanya. “Mah.. mama akhir-akhir ini ke mana? kok kayaknya selalu seneng aja sih?”. Tanya Alexa, dia baru sempat bertanya tentang hal ini padahal sudah dari kemaren dia ingin menanyakannya.
“Ihhhh.. kepo yah”. Jawab Maudy.
Alexa hanya diam lalu memalingkan pandanganya dan mengambil ponselnya yang ada di atas meja tepat di depannya.
“Udah ah, aku mau tidur, besok sekolah”. Ucap Alexa dan langsung berdiri dari sofa.
“Okay, good night babby”. Jawab Maudy sembari tersenyum.
Alexa membalas senyuman itu dan setelah itu dia langsung pergi dari sana.
Gadis itu langsung masuk ke kamarnya, mengunci pintu, cuci muka dan kaki, kembali ke kasur lalu merebahkan dirinya di sana.
Karena Alexa yang sudah lama tidak bermain basket, dia merasa tubuhnya agak pegal-pegal sedari tadi.
Di saat dia melamun untuk memijat pundaknya, tiba-tiba saja dia kembali teringat tentang Bryan yang ada di Tik Tok.
__ADS_1
“Ayah.. ternyata..” Gumam Alexa, dia berhenti memijat pundaknya dan kini menelungkup kan dirinya di atas kasur dengan wajahnya yang ada di atas bantal.
“Ahhh.. lupain, itu juga bukan urusan ku sih”.