
Wush..
Suara angin lewat di telinga Alexa, angin itu berhasil menerbangkan helai-helai tipis rambut Alexa.
Itu agak sedikit geli di saat rambut mengenai daun kuping atau wajah, tapi Alexa tak menghiraukan itu.
Langit sudah agak sore, dia memandang jalanan dari atas balkon kamar nya.
Alexa masih berada di mansion Domani karena Maudy yang belum menjemput nya, tapi kemungkinan dia akan berada di sini lagi nanti malam.
“Ternyata jadi orang dewasa gak seenak itu, gak segampang itu dan gak se-asik itu”. Gumam Alexa dengan wajah nya yang terlihat lemas seperti wajah galau.
Dia putus cinta? ouwh, tentu saja tidak.
Tidak semudah itu bagi Evan untuk melepas kan nya, jadi ada apa? Alexa hanya sedang lagi galau aja.
Maybe..
“Eh? itu kak Andrean? dari mana dia?”. Gumam Alexa di saat melihat Andrean yang menaiki motornya masuk ke pekarangan mansion.
Alexa langsung berjalan ke arah pintu kamarnya dan keluar dari kamar menuju ke lantai bawah.
“Apa tuh kak?”. Tanya Alexa ketika dia sampai di lantai bawah dan berpapasan dengan Andrean.
Andrean melihat ke arahnya. “Ohh ini, cemilan tadi beli di supermarket”. Jawab Andrean seadanya saja.
Alexa berdeoh lalu mendekati Andrean dan melihat kantung plastik yang berisi lumayan banyak camilan, Alexa mengambil salah satu camilan yang ada di plastik itu.
“Gue minta ini kak”. Ucap Alexa sembari menunjukkan ke Andrean camilan yang ingin dia minta. “It's okay?”. Tanya Alexa.
Andrean mengangguk kan kepalanya lalu pergi meninggalkan Alexa menuju ke ruang game Andre.
“Oh ya kak, nanti gue pulangnya gimana?”. Tanya Alexa lagi sebelum Andrean menghilang dari pandangannya.
“Kalau Tante Maudy gak dateng, nanti gue yang anter Lo”. Jawab Andrean.
Alexa memang harus pulang ke rumah Maudy karena semua seragam dan buku pelajaran nya ada di apartemen Maudy.
Ceklek..
Pintu ruang game di buka oleh Andrean, dia langsung masuk ke dalam dan menuju ke meja Andre.
“Nih”. Ucap andrean sembari meletakkan plastik yang berisi camilan itu ke meja yang ada di depan Andre.
Andre melihat nya lalu tersenyum kecil. “Thanks”. Ucap Andre.
Andrean hanya mengangguk kecil lalu mengambil satu camilan dan duduk di kursi game miliknya yang berada di sebelah Andre.
__ADS_1
Mereka berdua kini bermain game bersama untuk beberapa jam sembari memakan camilan.
Selang beberapa jam akhirnya sudah jam 18.23, tak terasa Andrean dan Andre bermain game sangat lama di ruangan itu karena memang di sana tertutup dan memiliki AC yang pastinya membuat siapa saja betah di sana bahkan untuk satu hari penuh.
Tookk..Tokkkk...Tookkk...
Alexa mengetuk pintu ruangan itu agak kuat sembari memanggil nama kakaknya satu persatu.
“Kak rean! kak Andrean! anterin gue pulang yokk!!”. Teriak Alexa dari depan pintu.
Karena Andre dan Andrean yang mengunakan headphone dan sedang bermain game di ruangan itu, tentu saja suara Alexa tak di dengar oleh mereka berdua.
Alexa berdecih karena tak ada yang menyahut, dia kembali ke bawah untuk menunggu mereka.
“Kenapa nona? kok mukanya di tekuk gitu sih?”. Tanya seorang maid, dia adalah pengasuh Alexa sejak Alexa kecil.
Alexa melihat ke arah wanita itu. “Tuh biasalah, di panggilan gak denger-denger kalau udah main game!”. Jawab Alexa agak kesal ketika mengingat kedua kakaknya tak ada yang menyahut panggilan nya satupun.
Wanita itu berdeoh lalu tersenyum. “Kalau begitu saja pergi dulu yah nona, saya masih ada kerjaan soal nya”. Pamit wanita itu sembari membungkuk di depan Alexa memberi hormat.
Alexa hanya mengangguk dan wanita itu langsung pergi dari hadapan nya.
Setelah satu jam berlalu akhirnya game Andre dan Andrean berakhir, mereka langsung melepas headphone masing-masing dan melihat ke arah jam yang ada di dinding.
Mereka spontan kaget ketika melihat jam sudah hampir menuju 19.00, Andrean yang tak percaya langsung melihat ke arah jam tangan nya, ternyata memang sama.
Andrean juga sama, dia langsung mematikan semua peralatan game salah satunya adalah komputer dan setelah itu langsung keluar dari sana, AC nya juga tak lupa diri nya matikan.
Karena Andre yang mandi di kamar mandi kamar, akhirnya Andrean harus menunggu adiknya dulu baru mandi.
Tapi karena dia yang bosan menunggu di kamar akhirnya dia memutuskan untuk turun ke bawah dan mencari keberadaan Alexa.
“Ngapain?”. Tanya Andrean ketika melihat Alexa yang menonton televisi sembari memakan beberapa camilan, mungkin wanita tadi yang memberikan nya itu.
Alexa melihat ke arah Andrean datar, dia masih kesal kepada kakak nya. “Nonton televisi”. Jawab Alexa singkat.
Andrean ikut duduk di sebelah Alexa dan mengambil camilan yang ada di meja.
“Ihhh! belom mandi!!”. Ucap Alexa dan agak mendorong Andrean ketika Andrean dekat dengan nya. “Jorok banget!”. Ucap gadis itu lagi.
Andrean hanya tersenyum paksa lalu memakan camilan tanpa mau memikirkan perkataan Alexa tentang diri nya.
“Andre lagi mandi, jadi gue di sini dulu”. Ucap Andrean jujur.
Alexa tak open dengan apa yang Andrean katakan, dia hanya fokus kepada televisi dan makanan nya saja.
“DI MANA BRYAN?!!!” Tiba-tiba saja suara wanita yang berteriak menggemah di ruangan itu.
__ADS_1
Alexa yang memegang camilan di tangan nya terperanjat kaget hingga menjatuhkan toples itu dan camilan yang ada di dalam nya.
Andrean juga tak kalah kaget, dia langsung berdiri ketika seorang wanita sudah berada tak jauh jaraknya dari mereka.
“Siapa anda?!”. Tanya Andrean agak kesal, bagaimana bisa orang asing itu masuk ke rumah orang lain dan berteriak di sana.
Wanita itu melihat ke arah Andrean dan Alexa, dia langsung mendekati kedua anak itu dengan wajah emosi nya.
“Di mana Bryan?!”. Tanya wanita itu kepada dua anak yang ada di depan nya.
Alexa tak menjawab pertanyaan nya karena dia seperti merasa tekanan hingga akhirnya tak bisa membuka mulut untuk bicara.
“Dia berada di luar negri, ada urusan apa anda mencari nya? dan bisakah anda lebih sopan lagi saat di rumah orang?!”. Jawab andrean lalu kembali bertanya kepada wanita itu.
Wanita itu berdecih lalu mendekati Alexa secara tiba-tiba dan secepat kilat.
Dia langsung menarik Alexa dan menahan kedua tangan Alexa lalu tangan nya yang satu lagi mengeluarkan pisau yang dia sembunyikan di balik bajunya.
“A-Apa...?”. Alexa bingung harus mengatakan apa, dia kaget di saat wanita itu menarik nya dan menodongkan pisau di lehernya.
Pisau itu sangat berkilat, kemungkinan itu pisau baru yang sangat tajam.
“HEI!”. Teriak Andrean ketika pisau itu sedikit lagi mengenai leher Alexa, dia hendak merebut Alexa tapi wanita itu mengancamnya.
“Jangan mendekat, atau aku akan membuat yang lebih parah dari ini”. Ucap wanita itu dengan semirik di ujung bibirnya.
Dia menyayat kecil di leher Alexa hingga mengeluarkan darah, walah itu hanya sayatan kecil tapi itu bisa mengeluarkan darah banyak.
Mungkin karena darah Alexa tidak pernah atau jarang keluar sebelum nya.
Andrean menelan ludah kasar ketika melihat Alexa yang kesakitan akibat lehernya di sayat dan mengeluarkan darah.
“Hikss.. kak tolong hikss.. sakit”. Ucap Alexa dengan Isak tangis nya, dia merasa panik dan sakit di saat bersamaan.
Andrean tak bisa melakukan apa-apa, dia tak berani maju lebih ke depan karena wanita itu mengancam nya dan kalaupun dia maju tentu saja dia pasti akan kalah dari wanita itu.
Semua maid yang ada di sana hanya diam saja, mereka ingin keluar dari sana tapi ada beberapa penjaga di depan pintu mansion yang wanita itu suruh.
Setelah darah Alexa lumayan keluar banyak wanita itu menyeka luka Alexa dan otomatis membuat anak itu semakin kesakitan.
Wanita itu mengeluarkan sebuah botol kecil yang ada di balik bajunya dan mengambil darah segar Alexa yang masih mengalir.
‘Tunggu! jangan bilang ’ Batin Andrean, dia menutup mulutnya di saat melihat wanita itu mengambil darah Alexa yang mengalir hingga memenuhi botol kecilnya.
Wanita itu semirik lalu memasukkan kembali botol itu ke dalam bajunya, dia menjilat darah Alexa yang masih mengalir sambil semirik.
“Manis nya..” Gumam wanita itu, dia memegang kedua pipi Alexa, terlihat wajah Alexa yang menjadi pucat karena darahnya yang lumayan banyak keluar.
__ADS_1
Apakah cewek ini vampir? apakah dia gila? ada urusan apa dia mencari Bryan? kenapa dia menyayat leher Alexa dan mengambil darah gadis itu? mengapa dia berkata bahwa darah Alexa manis?