
Ketika baru saja Alexa ingin tenang dari dunia fantasinya kemarin, sudah ada saja masalah baru lagi datang.
Itu adalah masalah otaknya yang gampang over thinking di saat melihat Evan dan keliy bersama.
Padahal Evan sama sekali tidak punya bahkan seujung kuku pun rasa suka kepada keliy, apa lagi ketika mengingat bahwa keliy adalah orang yang licik.
“Kenapa Lo sa?”. Tanya Nathan ketika melihat Alexa yang memijat kening nya sendiri.
Alexa melihat ke arah Nathan lalu menghela nafas dan kembali memijat kening nya.
“Eh, eh.. tau gak?”. Tanya Kenzo tiba-tiba. “Sebentar lagi kan halloween, nah ada festival halloween di kota, mau pergi bareng gak? sekali-kali gitu”. Ucap Kenzo memberi tahu kepada teman-temannya.
Alexa menaikkan sebelah alisnya, bukan hanya Alexa tapi semua yang ada di sana kecuali Evan.
“Gue gak bisa, ortu gue pulang n gue mau pergi”. Jawab Evan.
Alexa melihat ke arah Evan dengan penuh tanda tanya, dia baru kali ini mendengar Evan mengatakan ortu dan sebelumnya tidak ada yang mengatakan atau membicarakan orang tua Evan atau Ivan.
“Mau ke mana?”. Tanya Alexa penasaran.
__ADS_1
“Paling ke restoran”. Jawab Evan di iringi dengan hela nafas berat. “Sebener nya gue males ikut dan kalau di suruh milih antara ikut dan tinggal di rumah, gue lebih milih di rumah aja, tapi ortu gue maksa-maksa”. Kata Evan dengan wajah suntuknya.
“Yaudah nikmatin aja kali, gue nih udah dua tahun gak ketemu sama ortu gue”. Sahut Kenzo.
Kenzo sebenarnya tinggal di apartemen yang sama dengan Nathan dan Maudy, maka dari itu dia kemarin bisa bertemu dengan Alexa dan Nathan di taman apartemen.
Evan hanya diam saja sembari meminum jus yang sudah ada di depannya sejak tadi.
Mereka semua mengobrol dengan asik dan melupakan keberadaan keliy seolah keliy hanya sebuah asap di sana.
Keliy yang mendapat perlakukan itu menjadi kesal, dia sangat kesal di saat melihat Alexa yang dengan mudahnya bisa dekat dengan mereka semua.
Mereka hanya manggut-manggut dan mengatakan ya saja.
Keliy pergi meninggalkan empat orang itu di kantin, dia entah mau pergi ke mana sekarang.
“Eh, kamu kenal sama keliy?”. Tanya Alexa bisik-bisik kepada Evan.
Tapi Nathan dan Kenzo yang memiliki pendengaran tajam itu tentu langsung menatap Evan dan Alexa dengan ekspresi bergejolak penuh selidik.
__ADS_1
“Kalian masih pacaran?”. Sahut Kenzo di saat Evan baru mengangkat bibirnya ingin bicara menjawab pertanyaan Alexa.
“Gak”. Jawab Alexa.
Kenzo sebenarnya sudah tahu bahwa keluarga Domani dan keluarga Anggara tak akur, sejak awal dia sudah punya firasat bahwa nantinya hubungan Alexa dan Evan akan selesai, dan sekarang tebakan nya benar.
Tapi itu hanya status di luar saja, di dalam Evan dan Alexa masih berpacaran, mereka adalah my classmate is my lovely.
Evan hanya diam saja, dia tak bisa mengatakan apa-apa walau sebenarnya dia ingin mengatakan sesuatu.
“Trus.. kenapa masih panggil kamu, kamu-an?”. Tanya Nathan penasaran dan membuat ekspresi penuh selidik menatap Alexa.
Alexa tersenyum canggung seraya mengelus bagian belakang lehernya dan kembali lagi melihat Nathan.
“Gak papa sih, biar hormat aja gitu sam yang lebih tua”. Jawab Alexa dengan senyum canggung.
Entah bagaimana, tapi dengan bodohnya Nathan percaya dengan apa yang Alexa katakan.
“Kalau gitu, mulai sekarang Lo harus bilang aku kamu sama gue”. Ucap Nathan dan seketika membuat Alexa menatapnya bingung sementara Evan menatapnya sinis dan dingin.
__ADS_1
Tapi Nathan tak peduli dengan tatapan dari Evan maupun Alexa.