Secret Alexa

Secret Alexa
MCIML BAB 27- Masih Kagak Ngerti


__ADS_3

Andrean berlari keluar dari ruangan UGD. Andre yang penasaran dan khawatir langsung mengikuti langkah kembarannya itu.


“Rean! rean!! Lo kenapa sih?! woy, rean!!”. Andre terus berteriak memanggil Andrean dan berusaha menghentikan langkahnya, tapi tak bisa karena Andrean lari cukup kencang.


Bugh!


Di saat sudah sampai belokan, Tiba-tiba ada seseorang dan karena Andrean yang tak fokus, akhirnya dia jatuh akibat menabrak orang yang sedang berjalan.


“Rean". Andre langsung membantu Andrean untuk berdiri. “Ah, maaf”. Ucap Andre sembari membungkuk kepada orang yang Andrean tabrak.


Orang itu tak menjawab, dia hanya berdecih lalu pergi dari sana karena sepertinya dia sedang terburu-buru.


Andrean ingin segera pergi, tapi Andre memegang tangannya kuat hingga dia tak bisa kemana-mana.


“Lo kenapa sih?! ada apa?!”. Tanya Andre yang sudah emosi, dia tak pernah melihat Andrean menangis bahkan di saat mereka masih kecil Andrean sangat jarang menangis hingga bisa di hitung jari.


Andrean tak menjawab, dia malah melamun dengan mata yang berkaca-kaca.


“Rean!!”. Akibat Andre memanggil namanya, akhirnya lamunan nya buyar dan menatap ke arah wajah Andre yang ada di depannya.


Andre menaikan sebelah alisnya. “Why Drean?”. Tanya Andre lagi.


“D-Dia.. Dia.. Ivan.. dia.. hikss.. an.. dia Ivan..hikss..”


Andre semakin tak mengerti dengan tingkah Andrean, kini Andrean malah menangis tanpa memperdulikan orang-orang yang melihat nya.


Andre langsung menarik lengan andrean dan pergi dari sana, dia tak mau jika mereka akan di jadikan sebagai bahan gosip nantinya.


Kini Andrean dan Andre berada di rooftop rumah sakit, karena hanya di sana tempat yang sepi di rumah sakit ini.


Andre langsung menyuruh Andrean duduk di kursi yang ada di sana, dia menyuruh Andrean untuk tenang dulu baru dia akan bertanya lagi nantinya.


Setelah beberapa saat akhirnya Andrean tenang walau masih terdengar isak tangisnya sedikit.


“Lo kenapa sih rean? Ivan kenapa dan siapa dia? dan yang lebih penting, apa hubungan dia sama Lo?”. Tanya Andre beruntun sembari menatap wajah Andrean yang ada di depannya dengan penuh selidik.

__ADS_1


“Dia... d-dia... Ivan..” Gumam Andrean.


“Iya gue tau dia Ivan, masalahnya apa hubungannya sama Lo?”.


“Dia Ivan yang dulu.. dia Ivan.. Ivan yang satu tahun lalu”. Kini Andrean bingung ingin mengatakan apa, apa lagi menjawab pertanyaan Andre.


“Tunggu? apa? satu tahun lalu?”. Andre tak mengerti, sama sekali tidak mengerti. “Maksud nya?”. Dia butuh penjelasan.


“Dia Andre Anggara”. Ucap Andrean. Seketika mata Andre membelalak tak percaya, dia langsung menatap Andrean shock setelah mati.


“Gak, gak.. gak mungkin”. Andre tak percaya itu, dia tersenyum untuk meyakinkan bahwa apa yang Andrean katakan hanya sebuah kesalah pahaman Andrean saja.


“Gak Dre! gue serius! dia Ivan.. hiksss.. dia Ivan Dre!!”. Andrean menaikkan suaranya agar Andre mau percaya dengan perkataan nya itu.


“Gak mungkin! bukannya dia di rawat di Korea dan sekarang udah mati?!!”. Itulah info yang Andre dengar selama ini, dia tidak mau percaya dengan perkataan Andrean.


“Tapi itu dia! dan dia masih idup!!”. Ucap Andrean. “Dia sadar karena Alexa..” Sambungnya.


“Gak, gak, gak. Ini pasti salah, pasti Lo salah liat, gak mungkin ini beneran, iya gak mungkin”. Andre masih tak mau percaya dengan perkataan Andrean.


Sementara Andrean hanya bisa memegang kepalanya frustasi sembari menatap lantai yang dia pijak.


Andrean hanya diam saja.


Andre mengendus sinis. “Gimana sekarang? trus kalau papa tau gimana? bisa gawat nih..” Gumam Andre sembari mengacak-acak rambutnya sendiri.


Andre melihat ke arah langit, kini sudah sore dan berwarna jingga.


“Udah mau malem, mending kita bawa si Lexa pulang dulu aja”. Sambungnya lalu melangkahkan kakinya pergi. “Lo bisa nunggu di mobil”. Pesannya sebelum pergi.


Andrean tak menjawab nya, dan setelah beberapa data dia pergi dari sana setelah membersihkan susah air matanya.


Andrean Langsung mengikuti perkataan Andre, dia langsung pergi ke tempat parkir dan masuk ke dalam mobil.


Sementara Andre langsung kembali ke ruangan Ivan walau agak ragu dia untuk kembali ke sana, dia terpaksa kembali karena hendak membawa Alexa pulang.

__ADS_1


Tookk..Tookkkkk...Toookkkk...


Andre mengetuk pintu ruang Ivan beberapa kali, dia langsung membuka pintu itu dan melihat ke dalam, tapi di dalam hanya ada suster dan staf yang bersih-bersih.


“Orang yang ada di ruangan ini di mana?”. Tanya Andre kepada salah satu orang yang jaraknya dekat dengannya.


Orang itu melihat ke arah Andre. “Oh, dia udah di pindahin ke ruang rawat karena kondisinya sudah benar-benar stabil, kalau mau tau ruang nya di mana kamu bisa tanya di meja administrasi”. Jawab orang itu sembari tersenyum.


Andre langsung pergi dari sana setelah mengucap terima kasih.


Andre langsung menuju ke arah meja administrasi dan setelah bertanya akhirnya dia sekarang tahu Ivan di rawat di mana.


Tookk...Tokkk...Toookkk...


Andre mengetuk pintu ruang rawat beberapa kali dan setelah ada yang menjawab dia langsung masuk ke dalam.


“Lexa, ayo pu...” Ujarnya terhenti di saat melihat adiknya Lexa yang sedang memeluk Ivan. Andre langsung berjalan ke sana dan hendak mengambil Alexa.


Tapi, tiba-tiba tangannya di tarik oleh Evan yang tiba-tiba muncul di belakangnya. “Kenapa?”. Tanya Evan berbisik dengan nada dingin. “Tenang, gue gak bakal ngapa-ngapain adek Lo kok karena gak mungkin gue nyakitin si penyelamat kakak gue”. Sambungnya dengan semirik.


Andre menyentak kan tangannya hingga membuat lengan Evan terlepas dari tangannya.


“Asal Lo tau yah, dia gak ada hubungan apa-apa sama masalah kita! kalau Lo punya masalah yah kita aja gak usah bawa-bawa dia!!”. Ucap Andre sembari menatap Evan sinis.


“Ohh~ okay.. bawa aja sana dia pulang”. Ujar Evan. “Tapi, kalau dia mau..” Dia tersenyum, tampak seperti semirik iblis.


Andre mengeryitkan alisnya. Dia langsung mendekat ke arah Alexa dan hendak menaruh tangan Alexa.


“Gak, aku gak mau ikut! aku masih mau sama sinta!”. Alexa langsung menghindar dan memeluk Ivan semakin kuat.


Ivan hanya tersenyum ke arah Andre, dan Andre kini semakin kesal dengan Ivan dan juga Evan, bahkan dia sekarang kesal dengan Alexa yang sudah seperti tak waras itu.


Bisa-bisanya dia menganggap Ivan yang seorang laki-laki sebagai Sinta yang seorang perempuan.


Andre tak mengatakan apa-apa lagi, tapi tiba-tiba saja dia mengangkat Alexa ala karung beras dan membawa Alexa pergi dari sana begitu saja.

__ADS_1


“Lepas! ihhh! aku mau sama sinta!!”. Teriak Alexa di saat Andre hendak menuju pintu keluar.


Andre tak menggubris perkataan Alexa, dia sudah muak dengan semua ini dan hanya ingin beristirahat saja.


__ADS_2