
[Kenzo: Gimana? jadi ke festival halloween gak?]
[Evan: Absen]
[Kenzo menambahkan Nathan di group]
[Nathan: Weh, kok bisa di sini gw?]
[Kenzo: Lo mau ikut ke halloween gak sama gw?]
[Nathan: Well lah, gw gabut pun nih di rumah]
Alexa diam dan menggerakkan bibir nya pelan ketika membaca pesan di group yang lain.
Setelahnya ia mencari kontak Evan dan langsung mengirim pesan kepada pacarnya itu.
[Kucingku mati: Van, boleh minta no kk kmu?]
Menit demi menit berlalu dan Alexa terus menunggu jawab Evan hingga akhirnya pria itu menjawabnya.
[Evan: buat apa?]
Wajar jika Ivan bertanya seperti itu, mungkin karena dia cemburu?
[Kucingku mati: Ada urusan mendadak, penting dan genting banget!]
[Evan: Oh]
__ADS_1
Setelah jawaban singkat itu Ivan langsung mengirimkan kontak Ivan ke nomor Alexa.
Alexa menelan ludah kasar sebelum ia mengirim pesan kepada nomor Ivan, rasa ragu dan takut di sertai dengan detak jantungnya yang berdegup kencang, ia membuat tekad mengechat nomor Ivan.
...***...
Pagi berikutnya, Alexa pergi ke sekolah bersama Andre karena Andrean tiba-tiba demam lagi ketika malam hari, keadaan nya sepertinya tambah buruk tadi malam.
“Bang, gimana kalau kita kasih Andrean buat Ivan?”. Tanya Alexa yang duduk di kursi sebelah Andre yang tengah fokus mengemudi mobil menuju ke sekolah.
“Maksud Lo?”. Tanya Andre yang masih belum mengerti.
Alexa mengenal nafas lalu menyandarkan bokongnya di sandaran kursi mobil dan melihat ke arah luar jendela.
“Trade Andrean for a red diamond in Ivan's system”.
“Dre?”. Panggil Alexa.
“Lo tua 'kan itu kejam? kek gimana yah.. masa iya Lo tega begitu?”. Tanya Andre yang tak habis fikir dengan pemikiran adiknya itu.
“Bukan nya ini kesempatan kita buat dapetin itu?”. Tanya Alexa balik.
“Okay well ini memang kesempatan yang bagus, but Lo kek jadi ngejual andrean di pelelangan budak gitu, yahhh well memang kita gak minta duit sih”. Jawab Andre.
“Ck! ribet banget sumpah!”. Kesal Alexa, padahal dia sudah memiliki rencana tapi Andre malah berekspresi seperti itu pada rencananya. “Ah btw, gue udah ngebuat kesepakatan sama Ivan tentang hal ini tadi malem”.
Cieet-
__ADS_1
Andre mengerimkan mobilnya mendadak hingga membuat Alexa hampir membentur dinding mobil, untuk saja jalanan sepi hingga tak ada siapapun yang terganggu dengan hal itu.
“Apa maksud Lo?!”. Bentak Andre dan menatap Alexa sinis.
Alexa mengeryitkan alisnya dan membalas tatapan Andre. “Santai bisa gak? gak usah pakai bentak-bentak, gue gak budek dan masih bisa degan jelas denger apa yang Lo bulang!”. Ujar Alexa agak kesal.
Andre membuka seat belt nya dan langsung mencengkram pergelangan tangan Alexa.
“Gila Lo ya?! sejauh mana Lo bertindak sa?! Lo tua gak, Lo itu udah berubah banget!! Lo gak kasian sama Andrean yang jadi kambing hitam lu hah?!”.
Alexa menepis lengan Andre hingga membuat cengkareng nya terlepas dari pergelangan Alexa.
“Gue gak sebodoh itu yang mau buat perjanjian kalau ganjarannya di luar nalar, tenang aja kali, gue pun ngebantu mereka kok”. Jawab Alexa dan mengelus pergelangan tangannya seraya menatap Andre sinis karena ulah pria itu kini pergelangan nya memerah.
“Maksud Lo?”. Tanya Andre yang kembali tenang dan kembali duduk ke kursinya.
Alexa menghela nafas pelan. “Gue bilang gue mau jadiin mereka pacaran dan gue bakal bujuk Evan yang gak suka sama hubungan mereka”. Jawab Alexa.
“Hah? tau dari mana Lo Evan gak suka sama hubungan mereka?”. Tanya Andre agak penasaran.
Setahu Andre, Evan akan setuju dengan apa saja Keputusan yang Ivan buat, karena seperti itu lah hubungan mereka yang Andre lihat beberapa tahun lalu.
“Gue tau ini karena tadi malem Ivan bilang ke gue, mangkanya kami sepakat kayak gini”. Jawab Alexa.
“Tapi.. bukannya itu agak gila, ya gak sih..? masa dia mau nukar itu hanya karena.. Andrean?”. Gumam Andre seraya memegang dagunya dan berfikir hidup ini semakin rumit.
“It's well, yang penting dapet tuh barang”. Jawab Alexa.
__ADS_1