Secret Alexa

Secret Alexa
MCIML BAB 40- Penyelamat


__ADS_3

“H-Hallo kak”. Ucap Alexa dengan nada ragu-ragu karena takut jika nantinya Bian akan marah kepada dirinya.


[Ya? ada apa? tunggu, kenapa bisa nomor ini aktif lagi? bukannya udah lama gak ngehubungin aku yah?] Tanya Bian beruntun dan membuat Alexa semakin pusing.


Alexa menghela nafas pelan agar Bian tak mendengarnya lalu dia kembali mengangkat jam itu dan kembali berbicara.


“Kak, kakak sibuk gak? mau bantuin aku gak? ini pelik banget!!”. Tanya Alexa balik tanpa menjawab pertanyaan Bian.


[Hmm? ada apa?] Tanya Bian.


“A-Aku ada di sekolah sekarang, tapi aku gak bisa keluar dari sekolah sekarang karena aku terkunci di dalam kelas, kakak bisa bantu telpon kan kak Andre atau Andrean gak?” Jawab Alexa lalu kembali bertanya.


[Hah tunggu, kenapa bisa terkunci di sekolah?] Bian masih tak mengerti dengan apa yang Alexa katakan.


[Tunggu sebentar] Ucap Bian lagi dan sambungan ponsel langsung mati begitu saja.


Alexa terus berfikir positif bahwa Bian akan menghubungi Andre atau Andrean untuk menjemputnya di sekolah.


“Plisss.. cepet dong.. bentar lagi lampu sekolah bakalan di matiin..” Gumam Alexa sembari meringkuk.


Kini sudah jam 6 sore dan tentu saja pasti sebentar lagi semua lampu sekolah akan mati otomatis di jam 8 malam.


Hanya tersisa 2 jam untuk Alexa bisa melihat cahaya di sana.


...***...


Menit-menit begitu saja berlalu, Alexa terus menerus mengecek jam yang sedari tadi dia genggam.


Kini sudah gelap, mungkin saja sekarang Maudy sudah kebingungan mencari Alexa.


Tapi, kenapa Alexa masih di sini? kenapa tidak ada satupun keluarganya yang mencari keberadaan dirinya? ini benar-benar membingungkan.


Tak!


Tiba-tiba saja lampu mati, itu menandakan bahwa sekarang sudah jam 8 malam, tapi masih belum ada juga yang datang mencari Alexa ke sana.


Alexa terperanjat kaget dan langsung memejamkan matanya erat-erat, sekarang sumber cahayanya hanyalah jam yang dia punya.


Begitu banyak nyamuk yang melewatinya, itu benar-benar mengganggu Alexa.


“Aduhhh.. kak Bian di mana sih?”. Gumam Alexa dengan nada gemetar dan terus memejamkan matanya sembari menggenggam kuat jam yang ada di tangannya.


“Apa kak Bian gak ngasih tau ke kak Andre atau Andrean yah? ish.. kok kak Bian gitu sih?!!”. Gumam Alexa lagi, kini pikirannya tak bisa berfikir positif dan terus saja memikirkan kemungkinan-kemungkinan kedepannya.


Alexa di gigiti oleh begitu banyak nyamuk, belum lagi keadaan yang sangat hening itu membuat Alexa merasa merinding karena angin tipis melewati kulitnya.


Alexa merinding spontan karena merasa ada yang salah, dia menelan ludahnya kasar lalu mencoba membuka matanya perlahan.

__ADS_1


Alexa melihat di depannya, perasaan membuka mata dan menutup mata sama saja, di sana benar-benar gelap.


Gadis itu melihat ke arah jam yang ada di tangannya, ternyata jam itu sudah mati padahal hanya untuk menelpon Bian saja sebentar tadi.


Wush..


Tiba-tiba saja seperti sebuah angin kencang tersebar di telinga Alexa dan hal itu membuat Alexa menoleh ke kanan dan kirinya.


Tapi, tentu saja yang dia lihat hanya kegelapan.


Alexa kini terdiam lagi, tapi tiba-tiba lagi ada seperti sebuah bulu-bulu yang menyeka kakinya dan hal itu langsung membuat Alexa terperanjat kaget hingga berteriak.


Alexa langsung berdiri hingga jam yang ada di genggaman nya jatuh ke lantai.


“Meongg.. Meong..” Suara itu tak asing bagi Alexa, itu adalah suara kucing.


Tapi sialnya Alexa alergi dengan hewan berbulu, bahkan kucing sekalipun.


“Aaarghhhh!!! ini semua gara-gara cewek itu! kak Bian ke mana sih?!! aaaaaaaa gatel banget ya tuhan!!”. Teriak Alexa.


Setelah dia berteriak suaranya menggemah di ruangan yang hening itu, dan setelah itu keadaan menjadi hening kembali.


“Hikss.. hikss..” Isak tangis gadis itu kini terdengar, dia tak bisa menahan air matanya lagi.


Sudah cukup untuknya bisa menahan kegelapan, tapi sekarang alerginya malah mengganggunya dan itu benar-benar terasa seperti siksaan di mana rasa gatal dan panas bercampur.


Dia mengaduk setiap tubuhnya.


Tiba-tiba Alexa mendengar suara, seperti orang berbicara.


Alexa kini mengaduk dirinya pelan dan memastikan apakah suara yang dia dengar asli manusia atau bukan.


Tapi ternyata itu benar manusia, dan suara itu bahkan semakin dekat kalau di dengar-dengar oleh Alexa.


Alexa merasa ada peluang, dia kini hendak meminta tolong kepada orang itu.


“TOLONG! YANG DI LUAR TOLONG KE SINI DONG!!! PLISSS BUKAIN PINTU KELAS INI!!” Teriak Alexa sekencang mungkin agar orang-orang itu dengar.


“TOLONG PLISS BUKAIN PINTUNYA! NANTI AKU BAKAL KASIH DUIT DEH SAMA KALIAN PLISSS!!!!”. Ucap Alexa lagi.


Tiba-tiba saja lampu sekolah kembali menyala dan menerangi ruangan.


Alexa mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya.


Terlihat di tubuh Alexa ada begitu banyak bekas kukunya yang seperti cakaran hewan, matanya pun sembab karena dia yang menangis untuk satu jam kurang lebih.


Dua orang pria mengintip dari kaca jendela, mereka melihat Alexa di sana lalu kemudian kembali ke pintu kelas.

__ADS_1


Sungguh sangat mengejutkan di saat kedua pria itu memiliki kunci kelas tersebut, mereka berdua melangkah masuk ke dalam kelas dan langsung menuju ke tempat keberadaan Alexa.


“Tolong Pliss.. tolongin aku, nanti aku bakal kasih kalian duit kalau aku udah bisa keluar dari sini”. Ucap Alexa dan menatap kedua pria itu sayup.


Alexa benar-benar berharap bisa cepat pulang dan langsung mengobati alerginya, tapi kedua pria itu malah semirik di saat melihat beberapa kancing baju seragam Alexa yang di bagian atas terbuka, mungkin dia kancing hingga bisa menampakkan bra Alexa.


Alexa tak sadar dengan hal itu karena dirinya yang merasa panas dan gatal tentu saja serasa ingin membuka seluruh pakaian nya sedari tadi, tapi itu tak mungkin karena melihat keadaanya.


Kedua pria itu kini menatap Alexa yang sedang duduk di kursi tajam lalu salah seorang pria sudah memegang tangan Alexa.


Gadis itu menatap pria yang memegangnya bingung, dia mencoba menarik tangannya karena tubuhnya yang masih terasa gatal.


“Maaf, bisa lepasin gak? ak-”. Ucapan Alexa terhenti di saat melihat wajah pria yang sedang dia ajak bicara menjadi memancarkan semirik m3sum.


Alexa tahu semirik itu karena dia melihatnya di drakor(drama Korea).


“Maaf, tolong lepasin!”. Ucap Alexa dan terus menyentak tangannya agar pria itu melepaskan nya.


Tapi itu sia-sia karena pria itu yang sangat kuat memegang lengannya.


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Brak!..


Tiba-tiba saja seseorang datang dan langsung memberi beberapa bogem kepada pria yang hampir saya menyentuh p4yudara Alexa.


Alexa terjatuh ke lantai karena pria yang kena bogem adalah orang yang memegang tangannya.


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Kini orang itu memukuli wajah pria tadi dengan sangat brutalnya hingga pria itu mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya.


Alexa menutup mulut kuat-kuat Karen tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang ini, seketika rasa gatalnya menghilang entah ke mana sekarang.


“Lexa, kamu gak papa?”. Tanya orang itu setelah menyeka darah yang mengenai tangan dan bajunya.


Alexa menggeng ragu lalu mendekati orang yang menolongnya itu.


“Kak Bian hikss.. aku takut!!”. Ucap Alexa dan langsung memeluk Bian sekuat mungkin.

__ADS_1


Akhirnya Alexa bisa tenang sekarang karena sudah ada orang yang datang menyelamatkan dirinya.


__ADS_2