
Note: Jadi sekarang author udh mikirin ide tentang sistem tuh( ̄ヘ ̄;)
Nah jadi sistem nya itu tentang manggil putri duyung yah, ceritanya memang agak fantasi sih, tapi well aja lah kalau gk mau baca it's okay( ╹▽╹ ).
Nanti gue jelasin lagi di saat sistemnya di butuhkan, karena memang nanti Bryan butuh banget sama sistem itu buat menyelamatkan 'seseorang'.
Akhirnya Alexa sampai di apartemen Maudy, untung saja Alexa mengingat kembali kode yang Maudy katakan, jika tidak mungkin dia akan berkerak menunggu di luar karena Maudy sedang tidak ada di apartemen.
Alexa masuk ke dalam apartemen lalu menutup pintu itu kembali.
Alexa masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaian.
Tapi, tanpa Alexa sadari ternyata sedari tadi ada yang men-stalking nya, dia adalah keliy.
Keliy awalnya ingin tahu di mana rumah kediaman Domani karena selama ini rumah Domani selalu di sembunyikan dari media, tapi dia malah datang ke apartemen yang pas-pasan atau bisa di bilang sederhana.
Tapi otak keliy yang bodoh nya 555+ tentu saja percaya jika itu tempat tinggal keluarga Domani.
Keliy pergi dari sana di iringi dengan tawanya.
Setelah hendak masuk ke dalam lift, tiba-tiba dia berpapasan dengan Nathan, tapi dia tak mengenal Nathan dan begitu juga sebaliknya.
Mereka bertabrakan tapi hanya begitu saja lalu mereka pergi setelah mengurus diri masing-masing.
Keliy masuk ke dalam lift dan langsung turun, sementara Nathan kini berjalan ke sebuah apartemen, itu adalah apartemen yang bersebelahan dengan milik Maudy.
“Tuan Nathan!”. Seseorang memanggil Nathan sebelum pria itu menutup pintu apartemen nya.
Nathan melihatnya bingung. “Ada apa?”. Tanya Nathan.
“Tuan muda.. tolong anda mau ya bertemu dengan nona Olin, saya takut nanti tuan besar marah kepada saya tuan..” Jawab orang itu dengan wajah memelas.
Nathan menghela nafas, dia tak bisa menolak di saat pengasuh nya sedari kecil sudah memohon seperti itu.
“Okay, saya mandi dulu”. Jawab Nathan yang sudah malas dan menyerah.
__ADS_1
“Eh? kenapa di sini? bukannya kamar anda di atas dan baju anda kan ada di atas semua”. Tanya orang itu lagi, dia merasa heran karena memang kamar Nathan ada di lantai atas.
Lantai itu khusus milik Nathan.
“Di sana ada Olin kan? gak baek kalau mandi terus ada cewek di dalam ruangan itu”. Ucap Nathan. Sebenarnya itu hanya bullshit saja, dia tak mau melihat wajah Olin terlalu cepat.
Orang itu mengangguk, merasa jika ucapan Nathan ada benarnya.
Dia langsung pamit dan pergi dari sana sementara Nathan masuk ke dalam untuk mandi.
...***...
“Aku udah punya cewek yang aku suka pah!”. Bentak Nathan kepada ayahnya yang duduk di sofa bersebrangan dengan dirinya.
“Yaudah mana? bawa dia ke sini! aku butuh kepastian Nathan! aku ingin keturunan!!”. Ayahnya tak mau kalah, dia ikut membentak anaknya.
Beberapa adu argumen terjadi dan akhirnya setelah beberapa saat mereka sampai di final.
“Okay kalau begitu sepakat di saat kau naik kelas kau harus membawa gadis itu, awas saja kalau kau berbohong aku sudah muak di katakan memiliki anak yang belok!”. Ucap ayah Nathan.
Hanya karena beberapa orang, akhirnya semua klien ayah Nathan tahu tentang hal itu dan terus berfikir kalau Nathan satu-satunya penerus perusahaan keluarganya tapi dia malah menyimpang.
Nathan hanya mengangguk lalu meminum tehnya.
“Tunggu om, terus saya gimana dong?”. Tanya Olin yang sedari tadi hanya diam saja melihat perdebatan antara ayah dan anak itu.
“Kau tidak jadi, aku akan melihat wanita mana yang berhasil menjerat hati anak bodoh ini”. Jawab ayah Nathan.
Nathan menatapnya sinis sedangkan Olin hanya bisa menganga dan pasrah saja.
Dia tak berani melawan perkataan ayah Nathan karena keluarga Nathan lebih tinggi derajatnya dari pada keluarga nya.
Tapi sebenarnya Olin sangat sungguh-sungguh suka dengan Nathan, namun sekarang rasa suka nya sia-sia di saat Nathan sudah memiliki gadis yang dia suka.
Hatinya terasa seperti di sayat oleh sembilah(ini memang sembilah yah bukan sembilan) pedang dan itu benar-benar terasa sangat sakit plus perih.
__ADS_1
Seharusnya dia tak memutuskan untuk datang ke sini jika sudah tahu seperti ini hasilnya.
Ayah Nathan berdiri dari kursinya. “Olin, ayo kita pulang”. Ajak ayah Nathan dan langsung pergi keluar dari pintu apartemen Nathan di ikuti dengan sekertarisnya dan langkah lemas dari Olin.
Nathan hanya diam saja melihat kepergian ayahnya itu.
Setelah ayahnya dan beberapa orang itu pergi, kini Nathan masuk ke kamarnya untuk istirahat(Pintu apartemen udah di tutup sama sekertaris ayah Nathan tadi).
Nathan langsung tidur di kasurnya.
Tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu. Nathan merogoh sakunya dan benar saja dia lupa hal itu tadi, seharusnya dia memberikan nya tadi.
Itu adalah gelang milik Alexa, dia benar-benar lupa memberikan nya karena keasikan melihat wajah Alexa.
“Anyway.. dia udah punya pacar? atau belum?”. Gumam Nathan bertanya kepada dirinya sendiri.
Nathan menaruh gelang itu di atas nakas nya lalu membaringkan badannya di atas kasur lagi dan memejamkan matanya setelah tangannya menutupi wajahnya.
Sementara di luar Olin masih penasaran tentang wanita yang di sukai Nathan.
Dia memikirkan kemungkinan-kemungkinan siapa wanita yang seberuntung itu bisa mendapatkan hati Nathan dan membuat Nathan tergila-gila dengannya.
Sebenarnya, Olin suka dengan Nathan sejak mereka masih kecil, tapi Olin baru sadar setahun yang lalu kalau dia benar-benar suka dengan Nathan, hanya saja dia selalu tak punya kesempatan atau keberanian untuk mengungkapkan perasaanya.
Dia selalu berfikir karena Nathan yang tampan pasti tentu saja banyak wanita yang mengelilingi dan mengejarnya, jadi hal itu membuat Olin merasa insecure dengan dirinya sendiri.
Nyatanya, Olin adalah gadis yang cantik dan manis, kenapa Nathan bisa tak tertarik dengan gadis itu? mungkin karena dia sudah sudah memiliki wanita yang dia sukai? atau ada alasan lainya yang membuat dia tak tertarik dengan Olin?
“Olin, ngapain masih di situ?”. Tanya ayah Nathan di saat melihat Olin yang melamun di anak tangga.
Seketika lamunan Olin tersadar dan dia langsung melihat ke arah ayah Nathan dengan pandangan agak ling-lung.
“Ahh.. nggak, saya tadi cuman lagi sedikit mikir aja”. Jawab Olin dan langsung cepat-cepat mengejar ayah Nathan yang sudah berada di bawah.
Mungkin ini bukan waktunya untuk Olin memiliki kisah asmara, jadi mungkin suatu hari nanti.
__ADS_1