Secret Alexa

Secret Alexa
MCIML BAB 56- Demam


__ADS_3

“Gak ah, enak aja”. Jawab Alexa, dia menolak mengikuti permintaan Nathan.


Sementara Nathan kini memasang raut wajah kecewa mendengar jawaban dari Alexa.


“Udah, udah.. gak usah minta yang aneh-aneh kali!”. Sahut Evan yang hampir tertawa karena di tolak mentah-mentah oleh Alexa.


Nathan yang mendengar perkataan Evan tadi langsung melihat orang itu dan menatapnya sinis, padahal permintaan Nathan hanya ingin Alexa mengunakan kata aku kamu ketika mengobrol dengan nya, tapi Alexa malah menolak nya tanpa pikir dua kali.


Setelah beberapa saat akhirnya bel masuk dan setelah pelajaran akhirnya bel pulang berbunyi, Alexa dan Kenzo hari ini dapat jadwal piket bersama.


Kedua mwsunia itu piket dengan beberapa manusia lainnya.


Setelah Alexa mengetahui bahwa dia memiliki darah suci yang langkah dan setelah keluarga Domani mengetahui bahwa Alexa sudah tahu hal itu, kini Bryan tak mengizinkan lagi Alexa tinggal di rumah Maudy karena takut bahwa nantinya Alexa akan dengan mudah di buruh oleh mereka.


Alexa kembali pergi dan pulang bareng bersama triple a seperti dulu.


Di sisi lain kini kembali lagi terjadi Andrean yang di buat tegang oleh Ivan karena tak sengaja Ivan lewat dan mampir di kelas Andrean yang masih piket kelas.


Tapi di dalam kelas itu ada beberapa murid lainnya yang piket jadi andrean tak terlalu takut.


Setelah beberapa saat Andrean akhirnya selesai dengan piket nya, yang lainnya juga sama, Andrean langsung cepat-cepat mengikuti langkah murid lainnya dan ingin cepat-cepat mencari Andre yang kelas nya lumayan jauh darinya (Jadi tahun ini kelas Andre sama Andrean gak sama yah).


Grep


Tangan Andrean di tarik dan Andrean langsung ikut ketarik ketika dia berjalan melewati Ivan dengan beberapa temannya.


Padahal dia sudah minggir-minggir agar Ivan tak bisa menariknya, tapi ternyata dia gagal.


“Van, lepasin, gue capek mau pulang”. Kata Andrean dengan wajah datar, walau dia panik tapi dia tetap berusaha membuat raut wajah tenang.

__ADS_1


Ivan tersenyum dan hal itu malah membuat Andrean bingung melihatnya.


Tiba-tiba saja Ivan menarik Andrean semakin mendekatinya hingga Andrean jatuh ke dalam pelukan nya.


“Van! lepasin gue!!”. Ucap Andrean kesal kepada Ivan. “Van hmp-”.


Ucapan Andrean terhenti dan membelalakkan matanya di saat tiba-tiba saja bibirnya menyatu dengan bibir milik Ivan.


Andrean kesal dan kehabisan nafas, dia mengigit bibir Ivan dan seketika ciuman mereka terlepas.


“GILA LO YA!!”. Maki Andrean tak terima dengan perlakukan bodoh Ivan kepadanya, bagaiman bisa Ivan melakukan hal seperti itu dengan tenangnya padahal mereka masih berada di sekolah. “Lo gak punya urat ma..” Ucapan Andrean terhenti ketika matanya tak sengaja melihat seseorang berada di belakang Ivan.


Orang itu geleng-geleng kepada seraya memegang kepalanya dan memijitnya karena dia merasa pusing tiba-tiba ketika dengan mata dan kepalanya sendiri dia melihat dua orang lelaki saling berciuman? ini konyol.


“Dre..” Lirih Andrean ketika melihat dengan jelas bahwa orang itu adalah Andre.


Ivan yang mendengar Andrean memanggil nama seseorang dengan lirih membuat Ivan penasaran dan langsung membalikkan wajahnya.


Andrean ingin berjalan ke arah Andre, tapi sayangnya Ivan lebih dulu menariknya hingga Andrean kembali jatuh ke pelukan Ivan.


Andre yang melihat itu kaget dan langsung cepat-cepat mendekati mereka.


“WOY ANJING!! LEPASIN KAKAK GUE!!” Ucap Andre ketika sudah sampai di sana dan tangannya ingin segera membogem wajah Ivan yang tersenyum bagaikan meremehkan dirinya.


Tapi, tiba-tiba amarah Andre seketika padam bagaikan di siram oleh air, dia terdiam di saat melihat Andrean yang meremas kuat baju Ivan sepeti ketakutan di tinggal oleh pria tersebut.


Ivan juga tak kalah terdiam dengan Andre di saat melihat kedua tangan Andrean meremas baju seragamnya dengan sangat kuat.


“Rean?”. Panggil Andre pelan dan hendak merai andrean yang ada di pelukan Ivan, tapi tangannya terhenti ketika mendengar Isak kan dari Andrean.

__ADS_1


“Gue gak mau Lo ninggalin gue lagi.. hikss.. bukan, hikss.. kemaren gue emang pergi hikss.. tapi gue gak mau pisah lagi dari Lo hikss..” Ucap Andrean di iringi dengan Isak tangisnya dan tubuhnya yang gemetar.


“Rean, Lo ikut gue balik!!”. Kata Andre kesal, dia langsung mencengkram tangan Andrean yang meremas kuat baju Ivan, tapi tangan Andrean malah tak bisa lepas karena dia yang memegang baju Ivan dengan sangat kuat. “Heh lu apain kakak gue! jangan-jangan lu pelet dia ya?!!!”. Tanya Andre kesal kepada Ivan.


“Gak usah sembarangan kalau ngomong”. Jawab Ivan, bagaiman dia bisa tahu apa yang terjadi bahkan dia baru kali ini bertemu dengan Andrean setelah pertemuan terakhir mereka di jalan.


“Hikss.. jangan tinggalin gue”. Gumam Andrean lagi.


Entah apa yang terjadi tapi tiba-tiba saja Andrean melonggarkan genggam nya dari baju Ivan dan perlahan tubuhnya seperti melepas hingga akhirnya dia terperosot jatuh ke lantai.


Untung Ivan dengan cepat menangkapnya dan akhirnya Andrean pingsan di dalam pelukan Ivan.


Andre yang merasa tak beres mengulurkan tangannya lalu memegang kening Andrean pelan.


“Demam?”. Gumam Andre, dia merasa bahwa kening dan leher Andrean panas, tapi sebenernya dia kurang tahu membedakan suhu normal atau demam.


Ivan yang penasaran juga ikut mengecek. “Beneran demam”. Ucap Ivan.


Andre menatap Ivan dan tangannya langsung ingin mengambil Andrean. “Siniin, biar gue aja, urusan Lo udah kelar”. Ucap Andre.


Hanya tinggal mengangkat Andrean saja, tapi sayangnya Ivan tak memberikan Andrean hingga membuat Andre kesusahan di saat ingin mengangkat Andrean.


“Woy lepas!”. Teriak Andre.


Ivan tak peduli dengan teriakan tersebut, dia berdiri dari tempatnya dan langsung pergi dari sana.


“Woy mau lu bawa ke mana kakak gue!!!”. Teriak Andre dan ikut mengejar langkah Ivan yang cukup cepat.


“Ke UKS lah bodoh! kan gak mungkin gue bawa dia ke jalanan buat ngemis!”. jawab Ivan singit, benar ke mana lagi orang sakit di bawa jika tidak ke rumah sakit? karena di sini ada UKS jadi Ivan membawa Andrean ke UKS saja.

__ADS_1


Di perjalanan Ivan masih berfikir tentang perkataan Andrean sebelum anak itu pingsan, Ivan pernah dengar bahwa perkataan orang mabuk atau demam adalah kenyataan, tapi dia juga pernah dengar bahwa perkataan orang mabuk dan demam hanyalah bullshit (omong kosong) saja.


__ADS_2