
Alexa seketika terdiam, menatap Maudy yang sepertinya akan menangis saat ini juga.
Dia mengangkat tangannya yang terluka lalu mengelus tangan nya, itu terasa sakit dan artinya itu bukan mimpi.
“Mamah bercanda yah? mam mau buat aku melow kan”. Ucap Alexa yang masih tak mau percaya dengan perkataan Maudy.
Maudy menggeleng kepalanya pelan. “Nggak, sekarang bunda kamu ada di rumah sakit, tapi bunda kamu langsung di bawa ke luar negri karena peralatan medis di kota ataupun negara kita gak bisa bantu bunda kamu”. Jawab Maudy lalu menjelaskan kepada Alexa.
Alexa kembali diam, kini entah apa yang dia pikirkan di otak kecilnya itu.
“Mama bisa hubungin papa atau kakak kembar?”. Tanya Alexa.
Maudy menganggukan kepalanya dan langsung mencari kontak yang bisa dia hubungi, dia menghubungi nomor milik Andre.
[Hallo? ada apa tan?] Tanya Andre setelah sambungan telpon mereka berhasil.
Maudy langsung memberikan ponsel itu kepada Alexa dan Alexa langsung menerimanya.
Alexa langsung bertanya kepada Andre apa yang sebenarnya terjadi, ternyata benar jika Megan kecelakaan dan di bawa ke rumah sakit luar negri.
Mungkin karena hal ini mangkanya tidak ada yang sadar kalau dia hilang tadi, dan mungkin Maudy tidak cerita kepada mereka karena takut menambah beban pikiran mereka.
Setelah beberapa saat berbicara akhirnya sambungan telpon di matikan oleh Alexa dan dia langsung memberikan ponsel itu kepada Maudy.
“Aku mau tidur”. Ucap Alexa setelah memberikan ponsel Maudy kepada pemiliknya.
Gadis itu langsung berbalik dan meninggalkan Maudy di sana sendirian.
Alexa menghela nafas ketika dia merebahkan dirinya di atas kasur dan menatap langit-langit kamarnya.
“Satu terlampaui, tapi satu datang lagi”. Gumam Alexa. “Seandainya aku tahu apa yang harus di lakuin sekarang”. Gumam Alexa lagi.
...***...
Pagi tiba, kini sudah jam 07.43 pagi dan semua murid sekolah baru belajar mapel mereka karena bel masuk yang baru berbunyi.
Alexa terlihat tak semangat untuk mengerjakan soal ataupun mencatat apa yang gurunya katakan.
Evan, Kenzo dan Nathan yang melihat tingkah Alexa menjadi penasaran pluss bingung.
__ADS_1
Setelah beberapa saat belajar akhirnya bel istirahat pertama berbunyi dan Kenzo yang sudah sangat penasaran pun langsung mendekati Alexa lalu bertanya kepada gadis itu.
“Lo kenapa sa?”. Tanya Kenzo.
Alexa menggelengkan kepalanya pelan, dia tak suka masalahnya di ketahui oleh orang-orang.
“Kamu beneran gak papa? kamu punya masalah apa? cerita sama aku gak papa”. Sahut Evan dari belakang.
“Gak, it's okay..” Gumam Alexa.
Mereka berdua hanya diam menatap Alexa, sementara Nathan mencoba berfikir positif kenapa Alexa diam.
“Lo lagi sakit ya sa? butuh dokter?”. Tanya Nathan tiba-tiba dan seketika Evan pun menatapnya sinis. Tapi masa bodoh dengan Evan yang menatap nya itu.
“Aku beneran gak papa ih! bisa gak sih gak usah kepo amat sama urusan orang! muak gue lama-lama!!”. Marah Alexa akhirnya meledak, tanpa dia sadari dia mengucapkan kata gue di dalam kata-kata nya.
Kenzo dan Evan terdiam dan begitu juga dengan Nathan, tapi yang lebih terkejut Kenzo karena setahunya Alexa tak pernah berkata-kata kasar dan berkata gue atau Lo selama ini.
Alexa langsung mendorong kenzo yang menghalangi jalanya dan begitu saja meninggalkan ketiga bujang Femes itu.
Walau Evan agak kaget, tapi dia tetap mengikuti Alexa yang keluar dari dalam kelas karena dia merasa khawatir.
“Gak tau juga gue, hubungan mereka rumit sumpah, tapi kayaknya mantan sih karena kemaren Alexa bilang dia dah putus sama Evan dan Evan pun bilang gitu juga”. Jawab Kenzo apa adanya, tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu. “Eh? Lo bukannya cowok yang waktu itu ada di taman apartemen sama Alexa ya?”. Tanya Kenzo.
Nathan tak menjawab pertanyaan Kenzo dan dia kini meringkuk kan kepalanya di atas meja.
Sementara di sisi lain Evan kini terus mengikuti langkah Alexa yang entah mau menuju ke mana.
Tapi ternyata setelah beberapa saat akhirnya Alexa menghentikan langkahnya, mereka berhenti di lapangan basket.
“Ngapain kamu ke sini?”. Tanya Evan yang tak habis fikir, Evan kira Alexa akan mencari tempat sepi untuk menengakna dirinya, tapi ternyata salah.
“Gak ada, gabut”. Jawab Alexa lalu duduk di kursi yang kosong dan melihat beberapa orang bermain basket di lapangan itu.
Banyak gadis-gadis yang bersorak untuk beberapa pria tampan yang sedang bermain basket di sana.
“Kamu suka liat basket?”. Tanya Evan.
“Gak, tapi aku bisa main basket”. Jawab Alexa.
__ADS_1
Entah kenapa tapi tiba-tiba saja Evan tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan Alexa yang begitu santainya dia katakan.
“Kenapa? gak percaya?”. Tanya Alexa.
Evan mengelus kepala Alexa pelan di iringi dengan senyumnya.
“Aku selalu percaya sama pacarku”. Ucap Evan.
Alexa menepis lengan Evan pelan dan mendekati Evan. “Sett.. diem, diem! kan kita udah sepakat kemaren!”. Ucap Alexa sembari melihat sekelilingnya.
Untuknya semua murid hanya fokus kepada orang-orang yang bermain basket di sana.
“Pfft.. hahaha iya deh iyah”. Jawab Evan.
Alexa kini kembali menegangkan dirinya lalu kembali melihat orang-orang yang bermain bola basket di sana.
“Lexa menurut ka...” Ucapan Evan terhenti di saat dia melihat ke sampingnya dan ternyata Alexa sudah tidak ada di sana.
Evan celingak-celinguk mencari keberadaan Alexa dan ternyata kini kekasih nya itu sedang berada di lapangan basket.
Alexa meminjam bola basket yang ada di tangan salah satu pemain cewek.
“Mau main bareng?”. Tanya gadis yang bola nya di pinjam oleh Alexa, dia bertanya kemana tak percaya jika Alexa mengajaknya bermain bersama. “Boleh, boleh aja sih.. okay kalau gitu Lo main nya sama Ren”. Ucap gadis itu lagi. “Ren!!”. Teriaknya.
Pria yang gadis itu panggil Ren pun langsung datang mendekatinya dan Alexa, pria itu terlihat tampan.
“Kenapa sayang?”. Tanya Ren bercanda kepada gadis yang memanggilnya.
“Dih! jwijwik uyueee!!”. Ucap gadis itu sembari merinding dan lidah yang menjulur ke arah Ren.
Ren hanya tersenyum canggung lalu melihat ke arah Alexa.
“Gimana? mau gak satu tim sama dia? gue main sama Faris”. Ucap gadis itu lagi.
Ren tentu saja menganggukan kepalanya dan mengikuti perkataan gadis itu, dia langsung mengambil bola itu dan pergi ke lapangan dengan Alexa dan gadis tadi-Mora lalu Faris mengikutinya.
“Lexa.. sebenernya Lo kenapa sih? gue bingung sama Lo, terkadang Lo pendiam, cengeng pokoknya girl banget, tapi sekarang? Lo berubah drastis sa.. Lo keluar dari karakter Lo!”. Gumam Evan yang terus memperhatikan Alexa dari kursinya.
Evan hanya diam saja di saat melihat Alexa dan beberapa orang itu bermain bersama, dia tak mau mengganggu Alexa lagi karena dia takut jika mood Alexa akan berubah lagi.
__ADS_1