Secret Alexa

Secret Alexa
MCIML BAB 29- Mulai Sekarang..


__ADS_3

Kenzo memberikan satu batu yang dia bawa kepada Alexa dan satu batu lainnya bersama dirinya.


“Ivan.. Lo Ivan 'kan?”. Tanya Andrean yang masih tak percaya. “T-Tunggu.. Lo kok bisa ada di sini?”. Tanya Andrean.


“Lo pasti udah denger kabarnya, kan gak mungkin kabar anak keluarga Anggara ilang Lo gak denger, gue aja yang di sini tau kalau gue pasti udah viral di luar sana”. Jawab Ivan dengan nada candaan, tapi itu memang benar terjadi.


“Trus.. kalian kenapa juga bisa sampai ketemu dia? Lo juga Lexa! bukannya udah di bilang jangan keluyuran jauh-jauh!”. Omel Andrean.


Alexa dan Kenzo hanya bisa cengir-cengir saja mendengar perkataan Andrean.


“Tunggu, kalau Lo di culik.. Lo di culik sama siapa Van?”.


“Nah itu! gue pun juga gak tau, tapi gue inget mukanya dan biasa sering muncul di mendsos, dia orang kaya juga”. Jawab Ivan jujur.


Andrean melihat ke arah Ivan yang badannya sudah penuh dengan luka, lalu dia melihat ke arah Kenzo dan Alexa yang terus-menerus memukul rantai tersebut.


“Haduhh.. gak akan bisa gak usaha kalian”. Ujar Andrean meremehkan Alexa dan Kenzo.


“Tapi, gue pernah liat di film-film kalau rantai bisa di pecah pakai batu”. Sahut Ivan yang sering menonton film mafia atau psychopat.


“Hmm.. iya sih, gue juga sering denger katanya rantai bisa putus kalau di pukul pakai batu”. Ucap Andrean setelah mengingat beberapa kali dia melihat hal seperti itu.


Andrean langsung berjalan ke arah Ivan, dia mengambil batu yang ada di tangan Kenzo dan langsung menyuruh Kenzo beserta Alexa menjauh dari sana.


Alexa berdiri di dekat pintu sementara Kenzo masih berada di belakang Andrean.


Andrean beberapa kali mencoba memukul rantai yang ada di kaki Ivan dengan keras, tapi sama sekali tak bisa pecah rantai itu.


Brak!


Tiba-tiba saja semua yang ada di sana kaget, batu yang Andrean pegang jatuh ke lantai karena dia yang benar-benar kaget akibat suara pintu yang terbuka itu.


Alexa terkejut setengah mati hingga dia membeku di tempat, begitu juga dengan Ivan dan Kenzo.

__ADS_1


“Apa yang Kalina lakukan di sini?”. Tanya orang itu, itu adalah suara pria. Suara itu terdengar sangat dingin dan seakan tak suka melihat mereka yang ada di sana.


Alexa, Kenzo dan terutama Andrean langsung melihat ke arah pria yang ada di depan pintu itu.


“Rean! dia yang nyulik gue!!". Teriak Ivan.


Ivan melihat batu yang menggelinding di dekat kakinya, dia langsung mengambil batu itu dan menggenggamnya di tangannya.


“Pergi!!”. Baru itu melayang begitu saya akibat Ivan yang melemparnya.


Batu itu terbang menuju ke arah pria itu, tapi sial nya batu itu melenceng dan malah mengenai Alexa yang juga ada di dekat pintu.


“Lexa!!”. Teriak Kenzo dan Andrean bersamaan di saat Alexa terjatuh akibat kepalanya yang terkena batu lumayan besar dan sangat keras itu.


Pria itu terkejut di saat Alexa langsung jatuh dan pingsan di tempat, darah Langsung keluar dari kepalanya begitu banyak.


Andrean langsung berlari ke arah Alexa dan begitu juga dengan Kenzo.


“Kau b@jingan!!”. Pria itu dengan cepat langsung berjalan menuju ke Ivan dan menjambak rambut Ivan dengan sangat brutalnya.


“Papa! apa-apaan sih?!! tolongin Lexa dulu pah!!”. Teriak Andrean yang sudah panik setengah mati.


Ivan terkejut di saat Andrean memanggil pria itu dengan sebutan papa siapa yang mengira ternyata Andrean anak dari penculik dirinya?


“Tunggu..settt.. apa maksud Lo manggil orang gila ini papa?". Walau mulutnya terasa perih, tapi Ivan masih bisa berbicara.


“Dia papa gue! dan Lo apa-apaan sih main lempar-lempar batu gitu aja?! Lo liat nih, adik gue jadi begini gara-gara Lo Van!!”. Jawab Andrean. “Liat aja kalau ada apa-apa”. Tiba-tiba saja perkataan itu keluar begitu saja dari mulut Andrean.


“Tapi gue gak sengaja!”. Jawab Ivan, dia benar-benar jujur di saat mengatakan itu. “Lagian siapa yang kalau ternyata Lo anak dari orang gila ini!”. Teriak Ivan.


“Apa maksud Lo orang gila?”.


“Dia yang udah maksa-maksa gue, nyiksa gue dan ngurung gue di sini selama ini!!”. Jawab Ivan. “Hehehe.. dunia bener-bener sempit yah”. Ivan tertawa miris sembari menunduk kan kepalanya.

__ADS_1


Andrean tak mengatakan apa-apa, dia menelan ludahnya kasar di saat mendengar jawaban dari Ivan.


“Sayang banget.. padahal Lo temen terbaik gue, tapi ternyata Lo anak orang gila ini”. Ivan menatap wajah Andrean dingin. “Andrean Rahel Domani”. Andrean merasa tak enak di saat Ivan menyebut nama lengkapnya seperti itu. “Mulai sekarang Lo bukan temen atau siapa-siapa gue lagi”.


Perkataan Ivan membuat Andrean terkejut hingga membelalakkan matanya tak percaya.


‘Apa? tunggu.. bukan ini yang gue mau..’ Batin Andrean, dia ingin mengatakan itu langsung tapi tak bisa karena sepatu ada yang menahannya untuk mengatakan hal itu.


Tiba-tiba saja bogem kembali melayang ke wajah Ivan dan Bryan langsung berjalan cepat ke arah Alexa setelah Ivan tersungkur ke lantai dengan brutalnya.


Mereka semua langsung pergi dari sana termasuk Andrean, dia sudah tak ada kata-kata lagi yang ingin dirinya katakan.


Setelah mereka keluar, Ivan menatap pintu keluar sayup dan tersenyum miris.


“Kenapa harus dia?”. Gumam Ivan, dia masih tak percaya dengan perkataan Andrean yang mengatakan bahwa Bryan adalah papanya.


“Bener kata orang, dunia memang kecil”. Gumamnya lagi.


“Setelah kita bersama selama ini, akhirnya di sini akhirnya, bener-bener gak di sangka”.


Ivan kini merasa pusing, kepalanya seperti berputar-putar dan sekelilingnya juga sama seperti berputar.


Ivan sudah mencapai batas nya, dan sekarang saat nya dia untuk istirahat beberapa saat karena lelah.


Andrean ternyata masih ada di luar, dia mendengar gumaman Ivan karena rumah ini yang menggema lumayan kuat.


“Gue bakal berusaha balas budi Van, gue bakal balas semua kebaikan Lo”. Gumam Andrean. “Gue bakal minta papa buat lepasin Lo, Lo sabar nunggu di sini okay”. Sambungnya lalu pergi dari sana setelah mengusap matanya yang berkaca-kaca.


Sekarang hanya ada Ivan yang pingsan di rumah itu.


Di sana ada banyak darah dan di tambah lagi dengan darah dari kepala Alexa yang banyak tersebut.


Semua sudah berakhir, hari ini adalah hari terakhir bagi Ivan dan Andrean saling tatap, ngobrol dan bertemu.

__ADS_1


Karena kemungkinan di masa depan mereka tak akan ada kesempatan untuk bertemu lagi.


Tapi kemungkinan hanyalah kemungkinan, kini Andrean bertemu kembali dengan Ivan dan bakan dia juga bertemu dengan Evan.


__ADS_2