Secret Alexa

Secret Alexa
BAB 46- Kucing


__ADS_3

Beberapa hari berlalu begitu saja, triple a kini sudah kembali ke mansion keluarga Domani setelah beberapa hari lalu.


Maudy dan Alexa juga ke sana di saat triple a berkata ingin bertemu dengan Alexa kemaren.


Dan kini Alexa menginap di kediaman Domani karena sedang weekend.


Tookk..Tokk...Tooookkk...


“Nona, ayo bangun”. Ucap seorang wanita-maid dari depan pintu kamar Alexa sembari mengetuk lumayan kuat pintu Alexa agar gadis itu cepat bangun.


Alexa berdehem lalu membuka matanya dan duduk di atas ranjangnya.


“Iya bik! saya udah bangun!”. Sahut Alexa dari dalam kamar sembari mengucek matanya yang terasa masih berat.


“Okay, anda bisa siap-siap dulu, setelah itu anda turun ke bawah karena semuanya ada di bawah menunggu anda turun untuk sarapan”. Jawab maid itu lalu berpesan kepada Alexa.


Alexa hanya menjawab ya dan setelah itu langkah kaki menjauh terdengar dari luar kamar Alexa.


1 menit, 2 menit, hingga 23 menit berlalu baru Alexa turun dari lantai dua menuju ke arah ruang makan.


Alexa berjalan santai karena dia berfikir semuanya sudah makan terlebih dahulu, tapi nyatanya mereka semua masih menunggu Alexa di meja makan.


“Eh? kok gak makan duluan?”. Tanya Alexa lalu menarik salah satu kursi dan duduk di sana.


Andre melihat ke arahnya. “Nunggu elu lah! ngapain aja sih di kamar? lama amat!”. Protes Andre.


Dia sebenarnya sudah sangat lapar dan ingin makan sedari tadi, tapi Maudy dan Andrean mengatakan makan bersama lebih baik dan menyuruh Andre untuk bersabar menunggu Alexa.


“Hu'uluh! emang Lo pikir cewek bisa segampang itu buat cari outvit? kagak!!”. Jawab Alexa.


Triple a dan Maudy kini menatap Alexa serius, seperti ada sesuatu yang aneh dari Alexa.


“Lexa.. L-Lo sejak kapan pake kata Lo gue? perasaan gue baru pergi ke luar negri selama dua Minggu deh”. Ucap Andre, dia kini benar-benar merasa penasaran dengan perubahan drastis dari Alexa yang hanya di tinggal dua Minggu saja.

__ADS_1


“Positif thinking aja, mungkin lingkungan yang memaksanya buat berubah”. Sahut Andrean dan mengambil piringnya untuk segera makan. “Udah buruan makan, keburu dingin”. Ajak Andrean.


Semuanya hanya manggut-manggut saja lalu mengikuti apa yang Andrean katakan, toh mereka juga merasa lapar sejak tadi.


...***...


Setelah selesai makan mereka mencari kesibukan masing-masing, Maudy pergi ke perusahaan nya, Andre pergi live streaming game di ruang gaming nya, Alexa pergi tidur di kamarnya(sebenarnya dia lagi chat-an sama Evan), Andrean? dia pergi ke supermarket karena ingin membeli beberapa camilan untuk selingan sembari bermain game.


Andre dan Andrean terkadang suka live streaming bersama di saat mereka bermain game, tapi Andre yang lebih sering live streaming karena memang itu kegiatannya.


Setelah beberapa saat mengendarai motornya akhirnya Andrean sampai di supermarket dan langsung belanja beberapa camilan.


Selang beberapa saat akhirnya selesai dan Andrean pun hendak kembali ke rumahnya.


Di tempat parkiran motor Andrean mengambil motornya dan hendak pergi dari sana, tapi tiba-tiba saja Andrean melihat seekor kucing yang ada di dekat jalan dan juga ada mobil yang melintas di jalan itu.


Andrean kembali menurunkan cagak motonya dan secepat mungkin berlari ke trotoar jalan untuk menghentikan kucing yang ingin menyebrang itu.


Creet!


Andrean langsung mengangkat kucing itu dengan keadaan jantung yang deg deg-an.


“Ada apa?”. Tanya orang yang di dalam mobil kepada supirnya.


“I-Itu tuan.. anak itu tiba-tiba ada di depan mobil”. Jawab supirnya. “Tunggu sebentar, saya akan menyuruhnya pergi”. Ucapnya lagi dan langsung membuka pintu mobil lalu keluar dari mobil itu.


Pria yang sudah lumayan tua itu terlihat seperti memarahi Andrean, tapi kelihatan nya Andrean tak menggubris perkataan nya dan hanya sibuk kepada kucing yang ada di tangannya.


Orang yang supir tadi panggil tuan, dia sebenarnya adalah tuan muda Ivan.


Ivan melihat ke arah Andrean dan agak tercengang tak percaya ternyata mobil nya hampir menabrak Andrean.


Ivan langsung keluar dari dalam mobil dan menghampiri Andrean setelah berada di sebelah Andrean dia langsung menarik lengan Andrean dan spontan membuat Andrean kaget.

__ADS_1


“Huaahhh!”. Teriak Andrean karena hampir saja kucing yang dia pegang jatuh, Andrean melihat ke arah Ivan yang menatapnya datar.


“Ada yang luka?”. Tanya Ivan.


Andrean menatapnya bingung dan sedikit melamun, tapi seketika itu juga lamunan nya buyar dan membuat ekspresi yang tak kalah datarnya.


“It's okay”. Ucap Andrean dan menepis kasar lengan Ivan yang sedang memegang tangan nya.


Andrean langsung memutar badannya dan pergi dari sana, tapi kelihatan nya supir Ivan tak suka di saat melihat sifat Andrean yang semena-mena kepada tuan muda nya itu.


Supir itu hendak mengejar Andrean dan ingin menyuruh Andrean untuk meminta maaf atas tindakan nya kepada Ivan, tapi Ivan lebih dulu menarik lengan nya dan menyuruh supirnya membiarkan Andrean saja.


Mau bagiamana lagi, itu perintah tuan muda nya jadi supir itu hanya bisa menghela nafas lalu mengikuti langkah Ivan yang menuju ke mobil.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan setelah itu pergi dari sana.


Andrean yang melihat ke dua orang itu sudah pergi kini dia merasa amat lega.


Andrean melihat kucing yang ada di tangannya, dia merasa bingung harus menaruh kucing itu di mana karena setahunya kalau dia bawa pulang pasti akan sangat repot menjaga kucing walau Alexa tidak ada di rumah.


Alexa alergi dengan hewan berbulu, apa saja itu termasuk kucing dan anjing.


Andrean menghela nafas panjang dan membawa kucing itu lalu pergi dari sana.


Selang beberapa saat ternyata sekarang pria itu berada di depan tokoh hewan peliharaan.


Kucing itu lumayan bagus, kelihatan nya kucing itu milik seseorang tapi tersesat dan akhirnya tinggal di jalanan.


“Ada yang bisa kami bantu?”. Tanya seorang wanita dengan binar senyum di bibirnya menyambut pelanggan.


“Ahh.. yah, apa kalian bisa menjaga kucing ini? kemungkinan dia kucing peliharaan seseorang, tapi saya menemukan nya di jalan raya tadi”. Jawab Andrean.


Wanita itu melihat ke arah kucing yang Andrean gendong, kucing itu memang terlihat agak bersih walau ada sedikit lumpur kering di kakinya.

__ADS_1


“Hmm.. tentu saja, tapi anda harus mengisi formulir bahwa anda yang menitipkan kucing ini di sini”. Ucap wanita itu, dia langsung mengarahkan Andrean menuju meja resepsionis.


Setelah beberapa saat akhirnya selesai urusan kucing itu dan Andrean pergi dari sana untuk segera pulang ke rumahnya.


__ADS_2