Secret Alexa

Secret Alexa
MCIML BAB 39- Terkurung


__ADS_3

“Nih”. Ucap Nathan lalu menyodorkan gelang milik Alexa kepada pemiliknya.


Alexa mendongak melihat Nathan dengan rasa bingung bergejolak. “Kok bisa ada sama kakak? padahal kemaren ilang deh kayaknya..” Ucap Alexa dan langsung mengambil gelang itu.


“Iya kemaren jatoh terus gue simpen tapi pas mau balikin lupa-lupa terus”. Jawab Nathan dan dia kembali duduk ke kursinya.


Alexa langsung memakai gelang itu di iringi dengan binar senyum di sudut bibirnya, itu adalah hadiah pertama dari Evan tentu saja dia sangat senang karena benda itu tak jadi menghilang darinya.


“Aaaaaa yey! makasih kak!”. Ucap Alexa senang setelah selesai memakai gelang itu.


Gelang itu sangat cocok dengan warna kulit dan ukuran pergelangan tangan Alexa, itu benar-benar sangat cantik.


“It's okay". Jawab Nathan singkat.


Di sisi lain di suatu tempat, kini keliy dan Evan berdiri bersebrangan dengan jarak yang mungkin hanya dua atau mungkin tiga, empat meter saja.


Keliy berdiri di depan Evan dengan rasa ragu, dia terlihat ingin mengatakan sesuatu.


“E-Evan! kamu mau gak jadi cowok aku?!”. Tanya keliy. Itu adalah sebuah pengakuan cintanya kepada Evan.


Evan bingung, dia menatap keliy dengan rasa heran, bagiamana bisa di saat mereka bahkan belum pernah mengobrol dan sekarang keliy mengungkap kan rasanya itu.


“K-Kamu mau kan Van..” Tanya keliy lagi ragu-ragu dengan ujung bajunya yang dia remas hingga kusut.


Evan awalnya diam untuk beberapa menit dan sekarang dia tertawa terbahak-bahak hingga kesusahan bernafas.


“Crazy, crazy hahaha..” Ucap Evan di iringi dengan tawanya yang tak kunjung terhenti.


“Gue gak suka sama Lo, Lo spek cewek murahan”. Ucap Evan dan hal itu membuat keliy mendongak menatapnya bingung. “Gue udah tau semua rahasia Lo and Amanda”. Bisik Evan dengan semirik bak psychopat.


keliy kini terdiam seribu kata, tubuhnya membeku dan tak berani melihat Evan yang ada di depannya lagi.


“M-Maksud kamu apa yah?”. Tanya keliy pura-pura tidak mengerti dengan apa yang Evan katakan. “Dan.. siapa itu Amanda?”. Sambungnya bertanya.


“Wel, wel.. Lo bisa bilang apa aja, tapi gue not like you gue sukanya sama Alexa dan akan selamanya seperti itu!”. Ucap Evan terakhir dan langsung pergi meninggalkan keliy sembari melambaikan tangannya.

__ADS_1


Alexa..


Dendam keliy dengan Alexa kini semakin bergejolak.


Keliy hanya diam saja melihat kepergian Evan dan setelah itu Vivian langsung mendekatinya dan berdiri di sebelahnya.


“Apa rencana Lo?”. Tanya Vivian.


“Kita kasih peringatan Alexa”. Jawab keliy dan begitu saja pergi dari sana.


Vivian mengikuti langkah kaki keliy perlahan karena dia kini adalah ekor keliy dan di mana ada keliy di situ juga ada dirinya.


Setelah pelajaran yang sangat membosankan akhirnya kini waktunya bagi para murid untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.


Tapi, soalnya hari ini Alexa piket walau di bantu dengan beberapa orang bagian dari kelompoknya tapi ini benar-benar adalah kesialan Alexa.


“Pulangin sapunya ke gudang ya sa”. Perintah tekan Alexa kepada dirinya, Alexa hanya bisa manggut-manggut pasrah saja dan dia langsung mengambil semua sapu lalu pergi ke gudang untuk mengembalikannya di sana.


Setelah beberapa saya akhirnya Alexa sampai di gudang, dia langsung menaruh sapu itu di dalam dan setelah itu cepat-cepat pergi dari sana untuk kembali ke kelasnya karena tas nya yang tertinggal di sana.


Segala berhasil membuka pintu kelasnya, dia langsung masuk ke kelas dan menuju ke kursinya untuk mengambil tasnya yang masih berada di tempat terakhir kali Alexa meletakkan nya.


Brak!


Pintu kelas tertutup dengan kencangnya hingga membuat Alexa terperanjat kaget.


Alexa langsung melihat ke arah pintu itu dengan dada yang berdegup kencang karena kaget.


“Bay Lexa cantik! hahaha!”. Ucap keliy, dia melambaikan tangannya dan hendak segera pergi dari sana sebelum ada yang melihat dirinya.


“Eh tunggu! jangan kunci aku! heh! tunggu kamu siapa?!!”. Teriak Alexa sekuat mungkin agar keliy mau berbalik dan menjelaskan kepada dirinya.


Walau Alexa adalah wakil ketua kelas, tapi tidak ada sejarahnya wakil ketua kelas harus kenal dengan semua teman-teman kelasnya 'kan.


Keliy memutar badannya dan melihat ke arah Alexa dari kaca jendela kelas itu, dia semirik dan menatap Alexa rendah.

__ADS_1


“Denger yah Lexa, Lo pikir karena wajah cantik Lo dan Lo bisa miliki semua laki-laki termasuk Evan, gak! gue bakal ambil Evan dari Lo karena gue punya kejutan spesial buat Lo besok”. Ucap keliy.


Kini Alexa sudah tahu kenapa dia di kurung di sana, itu semua karena keliy menyukai Evan dan mungkin saja Evan mengatakan hal-hal yang membuat keliy marah hingga akhirnya dirinya yang menjadi sasaran amarah keliy.


“Btw, selamat menginap di sini, semoga tidur Lo nyenyak bay Lexa!”. Ucap keliy dan langsung begitu saja pergi dari sana bersama dengan Vivian.


Alexa langsung berdiri dan menghampiri jendela, dia mencoba melihat ke luar jendela tapi sayangnya di sana adalah koridor dan keliy plus Vivian sama sekali tak terlihat akibat mereka sudah berbelok.


“Duhhh apa sih yang dia rencanakan.. Pliss jangan buat orang was-was dong, lagian dia juga siapa sih?!”. Gumam Alexa lalu kembali duduk ke kursinya.


Dia beberapa menit berkeliling di kelas itu mencoba mencari celah untuk dirinya keluar dari sana, tapi kelas itu benar-benar tertutup dan tak ada cela kecuali pintu plus jendela.


Jendela memang lumayan besar, tapi jendela itu di tutupi oleh besi karena takut jika nantinya maling akan memecahkan kaca jendela dan dengan mudah masuk ke dalam kelas.


“Haduhhh.. gimana ini?!”. Gumam Alexa sembari menjambak rambutnya frustasi.


Keadaan sudah mulai sore dan pastinya Maudy sudah menunggunya pulang sendiri tadi.


Sekarang Alexa menyesal karena tidak pernah mau memiliki headphone, jika saja dia punya headphone pasti bisa menghubungi orang untuk di mintai tolong.


Tapi ngomong-ngomong soal headphone, Tiba-tiba saja Alexa baru teringat sesuatu.


Dia merogoh tasnya dalam dan terus mencari sesuatu yang mungkin saja bisa berguna untuk dirinya.


Setelah hanya hitungan detik saja akhirnya dia menemukan barang yang dirinya cari, itu adalah sebuah jam tangan.


Tapi, jam itu memiliki fungsi seperti headphone.


Alexa menyalakan jam itu, untung saja masih tersisa baterainya walau hanya tinggal sedikit lagi.


“Cuman ada nomor kak Bian..” Gumam Alexa.


Masa bodoh dengan itu, dia langsung menelepon Bian karena dia yang sudah bosan berlama-lama di sini.


“Ayo kak angkat dong.. Pliss kak angkat yok..” Gumam Alexa dan terus berharap jika Bian mau mengangkat panggilan nya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat panggilan akhirnya tersambung dan kini terpancar senyum di wajah Alexa.


__ADS_2