Secret Alexa

Secret Alexa
MCIML BAB 30- Bercanda


__ADS_3

Alexa mengalami luka serius di kepalanya akibat benturan batu itu benar-benar kuat.


Alexa langsung di bawa ke ruang sakit nomor satu di negara ini, tapi mereka tak bisa menangani itu dan akhirnya Alexa di bawa ke rumah sakit luar negri.


Semua keluarga Domani pindah ke sana karena perawatan Alexa pasti memakan waktu lama.


Andrean dan Andre pindah sekolah sementara Kenzo balik ke rumahnya karena di sana dia tinggal di rumah neneknya.


Kenzo tinggal di rumah neneknya karena dia suka bermain dengan Alexa.


Sementara Ivan?


Dia di lepaskan akibat Andrean yang memohon kepada Bryan dan akibat Vidio dari USB yang menayangkan jika Bryan menyiksa anak orang.


Mereka tinggal di sana sekitar satu tahun kurang lebih dan di saat Alexa sadar mereka langsung kembali lagi ke negara mereka karena perusahaan yang merosot drastis.


Alexa melakukan loncat kelas di SMA dan langsung masuk SMA.


Awalnya Andrean dan Andre masuk ke sana tidak ada apa-apa dan sekolahnya juga bagus, tapi setelah satu tahun bersekolah ternyata kini mereka baru sadar bahwa mereka salah memilih sekolah.


Walau Andre tak mengerti dengan apa yang terjadi, tapi dia tahu setelah andrean yang bercerita dengan nya.


Ternyata, Andrean memiliki hubungan lebih dari teman dengan Ivan dan hal itu membuat Andre ikut membenci Ivan akibat menyakiti kakaknya dengan perkataan asal ceplos seperti itu.


Kisah Ivan akhirnya berakhir.


Andre langsung membawa Alexa ke parkiran mobil, dia sekarang terlihat seperti seorang penculik.


Untuk saja wajah mereka hampir mirip dan orang akhirnya ada yang berfikir positif kepada mereka berdua.


“Lepas! aku mau sama sinta!!”.


Andre tak menggubris perkataan Alexa dan langsung menutup pintu mobil sebelum Alexa keluar dari dalam mobil itu.


Di dalam mobil Alexa terus berusaha membuka pintu mobil itu, tapi sayang pintu itu sudah di kunci dari tombol depan hingga tak bisa di buka begitu saja jika tombol tak di tekan.


Alexa kini sudah lelah, dia menyandarkan bokongnya di kursi mobil dan menatap sinis kedua kakaknya yang ada di depan kursi depan.


“Dia bukan si-”.


“Dia bukan Sinta! dia bukan Sinta! aku juga tau dia bukan Sinta!”.

__ADS_1


Andrean yang awalnya hendak menjalankan mobilnya dia malah kembali menatap Alexa yang duduk di kursi belakang, Andre juga sama.


“Tunggu.. terus kenapa Lo manggil dia Sinta?”. Tanya Andre.


“Ya karena dia mirip sama Sinta ih! gitu aja gak tau sih!”. Sambungnya.


Akibat Alexa yang terkena batu cukup keras dan terlalu banyak mengeluarkan darah, dia mengalami amnesia tapi ingatan nya bisa kembali suatu saat nanti, itu hanya amnesia sementara.


Tapi buat apa dia mengingat hal itu?


“Tunggu.. jadi Lo udah tau kalau dia bukan Sinta 'kan? dan Lo juga udah tau kalau dia Ivan kakak nya Evan 'kan?”. Tanya Andrean.


“Iya, iya aku tau.. tapi kenapa kalian malah bawa aku pulang sih?! padahal aku udah seneng bisa ketemu orang yang mirip sama Sinta!”. Ocah Alexa.


Entah mengapa, kini dia menjadi banyak bicara setelah bertemu dengan Ivan tadi.


Apa Ivan melakukan sesuatu kepada Alexa? tidak mungkin, pasti Evan tak akan membiarkan siapapun melakukan sesuatu kepada Alexa meskipun itu kakaknya.


“Mulai sekarang Lo jangan deket-deket sama mereka, keluarga Anggara!”. Ujar Andre dan Andrean menyalakan mesin mobilnya.


“Pfft hahaha.. gak jelas! mana mungkin aku ngejauh dari pacar ku”. Ucap Alexa, dia merasa jika ucapan kakaknya terasa sangat konyol.


Andre menatap nya tajam setelah mobil melaju di jalan raya.


Baru kali ini dia berbicara dengan nada dan ekspresi seperti itu kepada Alexa.


“Tapi kenapa?”. Tanya Alexa, dia tentu saja butuh penjelasan dengan ucapkan kakaknya itu.


“Ivan, dia hampir bunuh Lo”.


“Dre!” Tiba-tiba saja suara membentak terdengar dari mulut Andrean.


“Apa? ini really men, dia hampir bunuh Alexa, adek Lo!”. Ujar Andre setelah kembali memutar tubuhnya ke depan.


“Udah, gak usah di bahas, udah lewat juga!”. Ujar Andrean dengan nada dingin.


Andre hanya berdecih lalu memandang pemandangan sore dari jendela mobil.


‘Bilang aja kalok Lo kagak suka mantan Lo di bilang pembunuh! cih ’ Andre tak habis pikir dengan Andrean.


Sementara Alexa di bangku belakang masih bingung dengan apa yang kedua orang itu katakan, dia tak bisa mengerti dengan mereka berdua.

__ADS_1


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di rumah, Alexa langsung berjalan masuk ke dalam mansion. Tapi, langkah nya terhenti karena Andre yang memanggilnya.


“Sa! ini punya Lo!”. Teriak Andre sembari melambaikan tangannya dan seperti memegang sebuah plastik.


Alexa kembali berjalan ke arah Andre. “Apa?”. Tanyanya.


Andre menyodorkan plastik itu sembari menaik turunkan alisnya.


Alexa mengangkat sebelah alisnya lalu membuka plastik tersebut dan melihat isi dalamnya.


Setelah dia liat dan pahamin apa isinya, kini dia ngeblush lalu memukul Andre dan langsung pergi dari sana begitu saja.


“Lah? kok jadi gue yang kena pukul sih?”. Gumam Andre sambil mengelus bagian yang di pukul oleh Alexa.


Pukulan Alexa terasa lumayan sakit, tidak. Itu terasa benar-benar sakit.


Alexa langsung naik ke lantai atas, dia menuju ke kamarnya untuk istirahat.


Sementara Andre dan Andrean juga sama, tapi kini mereka berdua berada di balkon kamar mereka.


Andrean duduk sembari memakan camilan dan teh yang ada di atas meja.


“Uhuk! galau, galau!” Gurau Andre lalu duduk di sebelah Andrean dan mengambil camilan yang ada di atas meja.


Andrean tak menjawab perkataan Andre, dia sedang tidak mood untuk berbicara dengan orang yang satu mok kurang satu genggam itu.


Andre melihat ke wajah Andrean, terlihat jelas bahwa Andrean seperti benar-benar sedang suntuk meruntuk.


“Sabar rean.. Giman kalau Lo sama gue aja?”. Kini Andre benar-benar di luar batas, bisa-bisanya dia bercanda seperti itu kepada kembarannya sendiri.


Plak!


Andrean memukul kepala Andre lalu kembali memakan camilan nya seperti orang tanpa dosa.


“Aduhh.. sakit loh ini rean..” Andre mengelus kepalanya yang di pukul oleh Andrean luamayan kuat.


“Gak usah becanda begitu! gak lucu tau gak?”. Ujar Andrean. “Bercanda boleh, tapi ngotak dong!”. Sambungnya.


Andrean tak suka jika ada seseorang yang bercanda melewati batas, dan dia juga bukan orang yang tipenya suka bercanda.


Dia lebih suka serius hingga akhirnya serius nya hanya di anggap bercanda bagi orang yang suka bercanda.

__ADS_1


Termasuk Andre yang kini menganggap Andrean sebagai sebuah candaan.


__ADS_2