
Setelah beberapa pertanyaan dan jawaban yang berlangsung cukup lama, kini Andre kembali bertanya kepada Alexa tentang pilihan gadis itu.
“Jadi Lo pilih yang mana?”. Tanya Andre dan Alexa langsung memutar kepalanya melihat ke arah Andre yang duduk di sebelahnya. “Gue kasih tau ini, kalok Lo milih putusin dia itu sama dengan Lo bakal di pindahkan ke luar negri sama ayah dan Lo gak akan bisa ngeliat dia lagi dan Lo juga harus berlatih atau setidaknya kalau Lo ke mana-mana harus di kawal”. Ucap Andre dengan wajah serius nya. “Kalau Lo pilih ma-”.
“Gue pilih manfaatin dia aja, gue akan cari cara supaya bisa ngerebut sistem itu dari Ivan, udah yah gue capek mau balik ke kamar”. Jawab Alexa dan langsung pamit lalu berdiri dari kursinya.
Andre dan Andrean hanya menjawab dengan anggukkan seraya melihat Alexa yang berjalan perlahan keluar dari ruang perpustakaan itu.
Kini hanya tersisa Andre dan Andrean di ruangan itu, tiba-tiba saja otak nakal Andre muncul dan dia memasang semirik seraya menatap Andrean yang duduk di depannya.
‘Perasaan gue gak enak nih ’ Batin Andrean setelah sadar kalau Andre menatapnya sedari tadi.
“Rean” Panggil Andre dan Andrean menjawab nya dengan deheman saja. “Gimana?”. Tanya Andre, Andrean sama sekali tak tahu dengan apa yang Andre tanyakan.
“Maksud.. Lo?”. Tanya Andrean yang benar-benar tak tahu dengan maksud Andre.
“Gimana menurut Lo kalau Alexa manfaatin Evan untuk ngerebut tuh sistem dari Ivan?”. tanya Andre seraya menarik turunkan alisnya.
__ADS_1
“It's okay, dia ngelakuin itu karena keadaan”. Jawab Andrean.
“Yakin it's okay? itu ada kaitan nya sama mantan dan adik mantan m-”.
“Andre!!”. Bentak Andrean sebelum Andre menyelesaikan ucapannya. ‘Sial' Batin Andrean kesal.
“It's okay.. santai brader”. Ucap Andre seraya semirik.
Andrean hanya diam saja, dia memijat kepalanya yang terasa pusing karena ucapan Andre barusan.
“Gue bisa milih?”. Tanya Andrean balik dengan semirik di ujung bibirnya.
“Ya gak lah! gue gak mau nama keluarga ini rusak karena Lo! gue gak kan izinin Lo milih”. Jawab Andre.
“Nah yaudah, ngapain Lo tanya lagi, kalau gue jawab gue mau Lo pun gak akan mau Nerima kami”. Ucap Andrean seraya menatap Andre tajam.
Andre kaget, sekarang dia sudah tahu sebenarnya apa yang Andrean mau, Andrean benar-benar mau balikkan dengan Ivan.
__ADS_1
“Rean.. Lo.. bener-bener masih suka sama.. Ivan?”. Tanya Andre untuk memastikan perasaan kakak nya kepada Ivan.
Andrean hanya diam saja, dia memijat pangkal hidungnya dan langsung berdiri dari kursinya setelah itu.
Andrean ingin pergi dari sana tapi Andre dengan sigap menghentikan langkahnya dengan cara menarik lengan Andrean.
Andrean memutar kepalanya menatap tajam Andre.
“Lo serius Lo masih suka sama Ivan?”. Tanya Andre lagi.
Andrean menyentak tangannya hingga membuat tangan Andre yang memegang lengannya terlepas.
“Bukan urusan Lo”. Jawab Andrean dan langsung benar-benar pergi meninggalkan Andre.
Andre awalnya hanya diam saja, tapi tiba-tiba dia tertawa kecil hingga tawanya menggemah di ruang perpustakaan itu.
“Rean.. rean.. Andrean Lo itu ucul banget sumpah, tapi sayang Lo susah bet kalau di suruh move on dari Ivan”.
__ADS_1