Secret Alexa

Secret Alexa
MCIML BAB 33- Detak Jantung


__ADS_3

“Nih”. Ucap Nathan, dia menyodorkan botol air minum yang dia beli barusan.


Alexa menatap Nathan sembari mengerjapkan matanya, hal itu membuat Nathan bingung.


“Kenapa?”. Tanya Nathan.


“Ah, bukan apa-apa”. Jawab Alexa lalu mengambil botol yang Nathan berikan. “Makasih kak”. Ucapnya sambil tersenyum.


Alexa sebenarnya menatap wajah Nathan karena dia merasa deja vu saat ini. Benar, itu adalah saat di mana Sinta memberinya air di saat mereka beristirahat di teras rumah Alexa setelah olahraga pagi.


Nathan juga ikut tersenyum lalu dia duduk di sebelah Alexa.


“Btw, Lo tinggal di sini sama siapa?”. Tanya Nathan setelah menutup botol air mineral mini miliknya.


“Sama mama”. Jawab Alexa.


Siapa yang tidak salah mengira tentang hal ini, tentu saja Nathan pun mengira jika mama yang Alexa maksud adalah ibu kandung Alexa.


Nathan hanya berdeoh saja lalu menatap seorang anak kecil yang bermain bola di dekat mereka, tapi salah seorang anak lainnya malah melempar nya menggunakan bola.


Hal itu membuat anak kecil tersebut menangis di tempat.


Nathan mengangkat sebelah alisnya lalu hendak beranjak dari kursi untuk menolong anak yang menangis itu.


Tapi, tiba-tiba saja Alexa dengan secepat kilat sudah berlari ke sana dan langsung menggendong anak kecil yang menangis.


Alexa menegur anak lainnya yang melempar bola itu, anak itu seperti tak open dengan apa yang Alexa katakan dan langsung pergi membawa bolanya.


Sementara Nathan masih terdiam di tempat lalu dia berjalan dengan senyum, senyum itu berbinar di saat dia melihat Alexa yang pandai mendiamkan anak kecil tersebut.


Padahal beberapa menit lalu anak itu menangis sangat kuat, tapi di menit berikutnya Alexa berhasil menenangkan nya.


“Wah Lexa, hebat banget Lo bisa diemin anak kecil, udah kayak ibunya aja”. Ucap Nathan.


Alexa tersenyum kecil. “Hmm.. bener juga, kenapa aku bisa diemin dia segampang itu? padahal aku gak pernah gendong anak kecil?”. Gumam Alexa yang merasa aneh.

__ADS_1


Tiba-tiba saja seorang wanita datang ke arah Alexa dan Nathan.


“Ya ampun Nino, kamu gak papa 'kan sayang?”. Tanya wanita itu dengan raut wajah yang khawatir dan menelusuri setiap tubuh anaknya yang bernama Nino. Dia memastikan apakah ada luka atau tidak di tubuh Nino.


Wanita itu melihat ke arah Alexa dan Nathan yang berdiri bersebelahan.


“Ya ampun makasih banyak yah, kakak nya nakal banget suka banget buat adik nya nangis”. Ucap wanita itu dengan nada canda dan gurau.


Alexa hanya tersenyum lalu mengangguk kecil. “Btw buk, anak ibuk cowok ya?”. Tanya Lexa.


“Iya dia cowok, ganteng 'kan?”. Jawab wanita itu lalu kembali bertanya.


Alexa menggeleng kepalanya pelan dan hal itu membuat Nathan pluss wanita itu bingung. “Dia bukan ganteng, tapi lebih menonjol cantik dan imut”. Ucap Alexa dan hal itu membuat wanita tersebut tertawa terbahak-bahak.


“Hahaha, iya mungkin ini efek akibat dulu pas dia masih di kandungan saya kepingin anak cewek”.


Alexa hanya berdeoh saja mendengar itu, dia punya firasat kalau ibunya di saat mengandung kedua kakaknya juga memikirkan tentang anka perempuan mangkanya kedua kakak kembarnya menonjol cantik.


Wanita itu masih tertawa kecil, lalu dia melihat ke arah Nathan dan Alexa.


Entah apa yang terjadi, tapi wanita itu tersenyum bahagia seolah menantikan kabar di mana Alexa akan mengandung anak Nathan.


“Hahaha ibuk bisa aja”. Ucap Nathan dengan senyum canggung sembari mengosok belakang lehernya.


“Sekali lagi saya berterima kasih karena sudah mau menolong anak saya, semoga kebaikan kalian berdua di balas oleh tuhan”. Ucapnya sambil tersenyum dan mencium Nino. “Kalau begitu saya permisi”. Sambungnya lalu melambaikan tangan dan pergi meninggalkan Alexa plus Nathan.


Nathan hanya tersenyum saja begitu juga dengan Alexa, setelah wanita itu sudah lumayan jauh Alexa berjalan untuk kembali ke kursi yang tadi mereka duduki.


Nathan masih terdiam di tempat, dia menutup mulutnya dan kupingnya menjadi merah akibat ucapan wanita tadi.


“Kak?”. Panggil Alexa dan membuyarkan lamunan Nathan. “Ngapain di situ? di situ panas loh”. Tanya Alexa.


Nathan melepas tangannya yang menutup mulutnya tadi, dia langsung cepat-cepat berlari ke arah Alexa.


‘Mungkin karena panas matahari ’ Batin Nathan.

__ADS_1


...***...


“Itu si toge bukan sih?”. Gumam Kenzo.


Tanpa di sadari oleh Alexa maupun Nathan, Kenzo sedari tadi memperhatikan gerak gerik mereka berdua.


Kenzo yang merasa mengenal Alexa pun langsung mengintai Alexa dari jauh untuk memastikan.


“Itu Lexa 'kan?! kok dia di sini? terus tuh cowok ganteng siapa? si Lexa udah putus apa sama Evan?!”. Ucap Kenzo yang masih tak mengerti dan masih tak percaya dengan apa yang dia lihat.


Setelah beberapa saat Kenzo mengingat setiap lika liku tubuh Alexa, akhirnya dia benar-benar yakin bahwa itu adalah Alexa yang dia kenal.


Kenzo langsung berlari ke sana dan ingin meminta penjelasan dari Alexa, bagaimana bisa mereka yang baru beberapa bulan jadian dan sekarang Alexa sudah tertawa dengan pria lain.


Padahal terakhir kali Kenzo mengingat kalau Alexa trauma dengan kematian Sinta dan tak mau keluar bahkan hanya satu langkah dari kamarnya.


“Lexa?”. Panggil Kenzo setelah sampai di dekat Alexa dan Nathan.


Mereka berdua langsung melihat ke arah Kenzo yang memasang wajah datar dan dingin, Alexa baru kali ini melihat wajah menyeramkan kenzo yang seperti itu.


Kenzo kini sampai di depan Alexa, dia langsung hendak menarik lengan Alexa, tapi sayang tangan Kenzo di tarik oleh Nathan.


“Siapa Lo?!”. Ucap kenzo emosi. “Lexa Lo apa-apaan sih?! Lo mau se-”. Belum sempat Kenzo bicara, Alexa sudah menutup mulut Kenzo terlebih dahulu.


Kenzo mengeryitkan alisnya lalu menepis tangan Alexa yang ada di mulutnya.


“Ikut gue!”. Ucap Kenzo lalu langsung begitu saja menarik tangan Alexa tanpa menunggu persetujuan dari Alexa.


“Tunggu sebentar yah kak, aku ada urusan sebentar aja”. Pamit Alexa kepada Nathan sebelum dia pergi.


Nathan hanya manggut-manggut pelan saja, sebenarnya dia agak tak suka di saat melihat seorang pria yang menarik paksa lengan seorang wanita.


Dia merasa seperti deja vu dengan keadaan seperti itu.


Nathan hanya memandang Alexa dan Kenzo yang pergi agak menjauh darinya lalu mereka berbicara di bawah pohon rimbun.

__ADS_1


Nathan menyenderkan punggungnya di kursi lalu membuka botol air mineral mini nya dan meminum air itu kembali karena merasa haus.


__ADS_2