Secret Alexa

Secret Alexa
BAB 43- Karakter Not Alter Ego


__ADS_3

“Nothing”. Ucap Alexa lalu meminum air yang Evan berikan untuknya.


Kini Alexa dan yang lainnya baru selesai bermain basket, pertandingan mereka sangat sengit tapi yang mengejutkan nya adalah Alexa bisa mengalahkan mereka.


Namun pada gadis-gadis yang melihat Alexa berhasil melawan Faris dan Mora tak terima, mereka semua mengatakan jika Alexa menang akibat di bantu oleh Rian.


Yah, Alexa hanya wel saja, dia juga main itu bukan untuk mencari popularitas, dia main itu karena ingin menghilangkan rasa gabut nya.


“Lexa.. kamu beda banget loh, yakin gak ada yang terjadi?”. Tanya Evan lagi dengan nada rendah.


Sudah beberapa kali Evan bertanya pasal itu, tapi Alexa terus saja menjawabnya nothing atau sama sekali tidak menjawab.


“Alexa.. kamu jujur sama aku, sebenernya apa yang terjadi hmm?”. Tanya Evan lagi. “Terus, kedua kakak kembar kamu kayaknya gak sekolah tadi, ada masalah?”. Sambung Evan, dia terus saja bertanya dan bertanya hingga membuat Alexa merasa ilfil kepadanya.


“A-Anu kak.. boleh minta nomor wa nya gak?”. Tanya seorang gadis.


Tanpa Alexa maupun Evan sadari, dua gadis kini sudah berada di sebelah Evan.


Evan hendak menjawab pertanyaan mereka, tapi tiba-tiba saja Alexa sudah ada di depan mereka berdua.


“What do you want?”. Tanya Alexa dengan semirik.


Sepertinya kedua gadis itu adalah senior yang melihat pertandingan basket di sini.


“Siapa Lo”. Tanya gadis yang meminta nomor wa Evan tadi.


Evan hendak berdiri dan meleraikan perdebatan mereka, tapi tiba-tiba saja Alexa mendorong Evan hingga membuat pria itu kembali terduduk dan tak bisa berdiri sekarang karena Alexa yang menduduki pahanya.


“Gue? gue is girlfriend him”. Jawab Alexa sembari semirik dan menatap kedua gadis itu sinis.


Kini Evan semakin yakin kalau sebenarnya ada yang salah dengan Alexa.


“Udah sana pergi! ganggu aja!”. Ucap Alexa mengusir kedua gadis itu.


Awalnya mereka berdua tak mau pergi dan terus memohon kepada Evan agar pria itu mau memberikannya nomornya, tapi di saat mereka melihat wajah Evan lagi mereka yakin lebih baik lari dari pada mati di tempat.

__ADS_1


Alexa kini tersenyum puas lalu tertawa, dia hendak berdiri dari pangkuan Evan tapi Evan menahan dirinya hingga dia tak bisa berkutik.


“Van lepasin!”. Ucap Alexa dengan tangannya yang terus berusaha melepaskan Evan dari dirinya. “Van, ada banyak orang di sini!”. Sambungnya lagi.


Evan hanya diam saja lalu dia mendekati wajahnya ke telinga Alexa dan berkata. “Siapa Lo?”. Tanya Evan, hal itu tiba-tiba membuat Alexa terdiam sejenak.


“Maksud kamu?”. Tanya Alexa.


Seketika keadaan menjadi tegang, suasana seketika seperti hening dan hanya menyisakan mereka di dunia itu tanpa ada apapun di sana kecuali tanah yang mereka injak.


“Gue tau Lo bukan Alexa, who siapa Lo?!”. Ucap Evan dan kembali bertanya.


Awalnya Alexa hanya terdiam, tapi tiba-tiba dia tertawa dan terbahak-bahak hingga kesusahan bernafas.


“Tenang Evan, aku masih tetap Alexa, hanya karakter ku aja yang bukan Alexa hahaha”. Ucap Alexa dan di iringi dengan tawanya.


Alexa kembali mencoba melepaskan dirinya dari Evan dan Evan kini melepaskan Alexa karena dia sudah mendapat jawaban dari Alexa, walau bukan semuanya.


“Maksud kamu? karakter apa?”. Tanya Evan dengan raut ekspresi bingung.


Tapi Evan terlihat masih tak mengerti dengan maksud Alexa.


“Apa itu? apa itu alter ego?”. Tanya Evan.


“Pfft hahaha! gak lah! mana mungkin aku punya alter ego, aku bukan punya alter ego atau kepribadian ganda, tapi ini hanya karakter aja”. Jawab Alexa.


Singkatnya yang di miliki Alexa bukan alter ego atau kepribadian ganda, itu adalah karakter simpanan Alexa.


Karakter orang biasanya suka berubah-ubah di usianya yang semakin menua, tapi Alexa bisa menyimpan karakter anak-anak nya dan karakter dewasanya.


Sekarang yang Alexa gunakan adalah karakter dewasanya makanya dia mengunakan kata Lo/gue sesekali di saat berbicara.


Kini Evan sudah bisa mencerna apa yang Alexa katakan karena Alexa yang menjelaskannya kepada dirinya.


“Anyway Evan, kamu bisa main basket?”. Tanya Alexa ketika mereka hanya diam saja untuk beberapa saat.

__ADS_1


Evan tentu saja mengangguk, dia adalah anak ajaib yang bisa melakukan apa saja, maybe.


Evan pernah ikut lomba basket di saat dia kelas 1smp dan pernah ikut lomba voli di saat dia kelas 3smp lalu dia juga pernah mengikuti lomba bola kaki di saat dia kelas 6sd dan lomba badminton di saat dia kelas 3sd.


Masih banyak lagi jenis olahraga yang Evan kuasai, tapi dia belum mengikuti lomba-lomba lagi karena dia yang saat ini hanya ingin fokus belajar.


“Btw siapa yang ngajarin kamu main basket?”. Tanya Evan, walau Alexa punya dua karakter tentu saja dia pasti punya seseorang yang harus mengajarinya terlebih dahulu.


“Hmm.. sebenernya ini aku latihan sendiri selama bertahun-tahun, tapi dulu yang ngajarin aku main bola basket tuh kak bian”. Jawab Alexa jujur.


Evan menatap Alexa penuh selidik di saat mendengar nama laki-laki yang Alexa ucapkan tidak pernah dia dengar dari Alexa atau siapapun sebelumnya.


“Bian... siapa kamu?”. Tanya Evan yang agak kepo.


“Hmm.. mungkin temen, soalnya dia bilang akan selalu ada buat jadi pahlawan”. Jawab Alexa.


Alexa hanya berfikir seperti itu saja, tapi pikiran Evan sangat berbeda dengan pikiran Alexa yang hanya segitu saja.


“Sekarang Bian tinggal di mana?”. Tanya Evan lagi.


“Di luar kota”. Jawab Alexa, Evan langsung berdeoh dan menghela nafas lega setelah mendengar hal itu. “Kenapa? kamu.. cemburu?”. Tanya Alexa dan seketika membuat Evan langsung melihat ke arahnya.


“Iya lah! kita ini masih pacaran, kamu harus ingat itu!!”. Ucap Evan.


Alexa malah tertawa setelah mendengar itu, dia tak percaya jika ternyata Evan bisa mengatakan bahwa dia cemburu di depan Alexa langsung.


Alexa mendekati Evan lalu semirik kecil. “Tenang aja my dear, aku gak akan lupa sama hal itu, kenapa?”. Ucap Alexa. “Karena kamu orang yang aku cintai”. Sambung Alexa.


Alexa tidak berbohong sedikit pun di saat mengatakan hal itu, dia benar-benar sangat mencintai Evan.


Hanya saja dia selalu tak punya kesempatan untuk mengatakan hal itu, dan kini dia berhasil mengatakan nya di depan Evan secara langsung.


Sementara Evan yang seperti mendapat sebuah pengakuan menjadi ngeblush lalu berdehem untuk menghilangkan rasa canggungnya.


Alexa yang melihat itu kembali tertawa terbahak-bahak lalu kembali duduk di kursinya.

__ADS_1


__ADS_2