Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Terimakasih


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"T-tunggu. Sebantar. Mengandung? Maksudnya, istriku-- hamil?" Mendadak otaknya lemot, sinyal dikepalanya mendadak down saat dihadapkan pada kehamilan sang istri.


"Benar, tuan. Selamat, Istri anda dinyatakan hamil. Usia kandungannya kini memasuki minggu ke 7. Masih sangat muda dan rentan, jadi mohon untuk diperhatikan kehamilannya."


Marcus beralih menatap pada sang istri yang kini telah menitikkan air mata penuh keharuan. "S-sayang..." Tangannya yang gemetar itu bergerak mengusap wajah penuh derai itu. Tanpa dirasa, isak itu luruh sendiri dari manik matanya. Marcus terisak.


Entahlah. Mengapa laki-laki yang begitu tangguh itu terisak seperti anak kecil di hadapan banyak orang.


Marcus tak perduli.


"Mas..." Kini Ana turut mengusap lelehan itu dari wajah sang suami.


"I-ini... Benarkah? Kamu hamil? Ada anak kita di dalam sana? Heummm..." Manik matanya menatap sang istri tak percaya. Marcus tak pernah menyangka jika istrinya akan hamil secepat ini. Ya, ini terlalu mendadak untuknya.


"Iya mas, Ana hamil. Ada anak kita di dalam sana."


Tanpa bisa berkata-kata, laki-laki itu pun menghamburkan rengkuhannya. "Terimakasih, terimakasih sayang... ."

__ADS_1


Bertubi-tubi kecupan itu ia layangkan. Tak perduli pada dokter, perawat, juga sang mama yang masih mendiami ruangan itu, Marcus masa bodoh. Ia hanya ingin meluapkan kebahagiaannya.


"Terimakasih."


Cup... .


Kecupan terakhir itu jatuh di bibir sang istri, membuat mama Elena tak tahan untuk memukul putranya. "Cukup. Jangan mes*um disini, Marc."


🍁🍁🍁


"Pasti Maurin akan sangat senang kalau sampai tau kamu sedang hamil, An." Seru mama Elena. Kini mereka tengah berkumpul di ruang TV di kediaman Marcus.


"Semoga saja ma. Ana juga berharap begitu. Sudah lama Maurin ingin adik, pasti Maurin juga sudah menunggu kabar ini dari kita."


"Arshi? Kenapa mama sampai berpikir ke arah situ?"


"Tidak salah lagi, neneknya Arshi, Clara, dia tidak jauh berbeda dengan cucunya itu. Ya... begitulah, suka bikin rusuh. Suka membahas yang tidak-tidak. Ahhh, pokoknya parah deh. Waktu kecil saja Clara terkenal jadi trouble maker seperti cucunya itu."


"Sayang, ini susunya." Marcus mendekat dengan segelas susu ditangannya. Membuat Ana kebingungan, bukankah laki-laki itu izin ke kamar untuk beristirahat? Kenapa malah membuat susu untuk dirinya.

__ADS_1


"Mas tidak istirahat di kamar? Ana kira mas di kamar tadi."


"Tidak, mas tidak apa-apa. Ini susunya di minum dulu."


"Mas tidak perlu repot-repot segala. Kan mas juga baru sakit."


"Tidak, tidak repot. Ayo cepat minum."


Memaksa Ana untuk mengambil gelas dari tangan sang suami. Meneguknya perlahan, Ana merasa aneh. Kenapa susunya terasa begitu kental, seperti sengaja diberikan bubur susu yang begitu banyak.


"Mas kasih berapa sendok tadi?" Seru Ana iseng.


"Eunggg, tidak banyak. Hanya 10 sendok."


Membuat mama Elena sontak saja mendelik kaget. "Apa?!! Sepuluh? Kau gila Marc?!!! Bukankah di kotak susunya sudah ada takarannya sendiri?"


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu

__ADS_1


Happy reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2