
°°°~Happy Reading~°°°
"Mollin... ."
"Mollin... ."
"Ashi shama Molla camping, hihihi..." Seru sang ketua geng cadel, membuat senyum itu seketika melebar sempurna.
"Ashi... Molla... ."
Gadis kecil itu seketika berlari menghambur dalam rengkuhan kedua sahabatnya. Ketiganya pun berpelukan bersama, menguarkan rindu yang baru beberapa hari tak bertemu.
"Ashi shama Molla shushull Mollin shini?" Seru Maurin menatap kedua sahabatnya antusias.
"Iya Mollin. Ashi pasha-pasha daddy Ashi biall kita bisha beullibull beullshama. Molla duga, hihihi..." Seru Arshi tanpa dosanya.
"Mollin sheunang sheukalli Molla shama Ashi shini, jadi kita bisha beullibull beullshama, hihihi. Pashti nanti libullan na shellu sheukalli, ahahaha... ."
"Aku sudah menduganya." Seru Arsha menatap ketiga gadis kecil itu dengan tatapan jengah. Mereka bertiga sangat berisik dan kekanakan.
"Apa ini ulah daddy mu juga?" Seru Mallfin dengan sarkasnya.
"Kau bisa menebaknya sendiri kan?"
Mallfin geleng-geleng kepala. "Apa dia sungguh tergila-gila dengan gadis itu?" Bocah laki-laki itu menatap Maura dengan sebelah alis terangkat. Membuat Arsha sontak menggeram.
"Ck, shut up. Apa kamu ingin mendapatkan pukulan dariku?
__ADS_1
"Harusnya daddy mu yang mendapatkannya." Timpal Mallfin dengan santainya.
"Ya, setelah itu aku akan segera memukulmu." Seru Arsha tak ingin kalah.
Di sisi lain, Marcus menatap laki-laki itu dengan tatapan jengah. "Kau mengikuti ku?"
"Siapa bilang. Aku hanya ingin liburan disini." Timpal Marvell dengan santainya.
"Dan anak siapa yang kau bawa ini, huh..." Dengus Marcus menatap Maura yang tampak lugu di banding dengan kedua gadis yang ada didepannya.
"Calon menantuku." Timpal Marvell seenak jidatnya. Membuat Marcus sontak berdecak. Laki-laki itu benar-benar gila Sepertinya.
"Shhhht. Apa kau tidak melihat jika milik putramu saja belum tumbuh, huhhh... ."
"Tidak masalah. Yang penting aku sudah memiliki calonku sendiri untuk putraku. Kau kalah telak dariku." Cibir Marvell.
"Dasar, gila." Dengus Marcus. "Dimana orang tuanya?"
"Serius lah sedikit, Vell..." Geram Marcus, membuat laki-laki itu sontak terbahak.
"Tidak ikut. Dia ada di panthouse miliknya. Istrinya sedang sakit dan dia yang harus mengalami efek kehamilan istrinya."
"Ouuh, benarkah? Istriku juga sedang hamil sekarang. Apa kau tidak ingin menambah anak lagi seperti kami?" Seru Marcus sembari mengusap lembut perut sang istri. Membuat laki-laki itu sontak berdecak. Ia juga ingin memiliki anak lagi.
"Sayang, lihat. Marcus mengataiku. Kita tambah satu lagi, heummm... Biar kita bisa seperti mereka juga." Seru Marvell mengiba pada Anelis.
"Tidak mas. Sudah cukup. Mereka pantas mendapatkannya. Kita sudah memiliki 3 anak. Sudah cukup." Putus Anelis.
__ADS_1
"Tambah satu anak perempuan sepertinya tidak masalah, sayang." Iba Marvell.
Membuat Anelis menghela nafas dalam. "Kita bicarakan ini lain kali ya mas. Kita harus segera berangkat. Lihat, anak-anak sudah tidak sabar." Seru Anelis, padahal mereka sudah membicarakan ini sebelumnya. Tapi suaminya itu selalu merengek setiap kali melihat teman-temannya kembali dikaruniai momongan.
"Ayyo, cummon mommy. Mau keummana kita halli ini?" Seru Arshi mengomando pasukannya.
"Kalian rencana mau kemana An?" Seru Anelis menatap Ana penuh tanya.
"Eummm, sebenarnya aku juga tidak tau, An. Tadi mas Marcus belum kasih tau." Perempuan itu kemudian beralih menatap suaminya. "Mau kemana kita hari ini, mas?"
"Kita akan--"
"Biar aku saja yang menentukan." Serobot Marvell seenak jidatnya, membuat Marcus sontak berdecak.
"Heiii, kau jangan--"
"Tenang saja. Rekomendasi dariku tidak akan pernah salah."
Marcus hanya berdecak, namun tetap menurut. Sudahlah, dengan begini ia tidak perlu pusing-pusing memikirkan destinasi mana yang ingin ia kunjungi bersama anak-anak.
Sesampainya di lobi, terlihat sosok laki-laki bertubuh jangkung dengan sosok perempuan di sisi kirinya, sedang tangan kanannya tampak sibuk mendorong stroller bayi. Membuat Maura sontak berlari menghambur pada sang daddy.
"Daddy shudah shembuh? Eundak uwek-uwek egin?"
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
__ADS_1
Happy reading semua
Saranghaja 💕💕💕