Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Mari Belajar Mencintai


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Setelah melewati berbagai drama sebelum keberangkatan, keluarga kecil itu akhirnya sampai di sebuah taman bermain di pusat kota.


Ramainya orang-orang yang berlalu lalang, membuat Marcus sampai harus menurunkan beberapa bodyguard kepercayaannya, takut jika sang putri yang kelewat aktif itu sampai hilang di tengah keramaian.


"Daddy Daddy, Mollin mau main itu itu!!!" Gadis kecil itu menunjuk wahana komedi putar itu dengan mata berbinar.


Anggukan Marcus sontak membuat gadis kecil itu melompat kegirangan. Bersama sang kembaran, mereka mulai menaiki wahana pertama. Pekikan kegirangan itu pun tak luput menggema, kala benda itu perlahan membawa tubuh mungil itu bergerak memutar.


"Apin Apin, shellu sheukalli ya Apin. Mollin shuka Mollin shuka, ahahaha... ."


Mallfin menyunggingkan sebaris senyum. "Apa kau suka, Maurin?" Mallfin yang biasanya protes karena terusik akan celotehan Maurin kini tak berniat melayangkan protesnya. Mallfin tau, berlibur ke taman bermain adalah salah satu mimpi sang kembaran.

__ADS_1


"Ya, Apin. Ini shellu sheukalli. Mollin shepeulti teullbang." Gadis kecil itu merentangkan tangan kecilnya sembari menikmati semilir angin yang menyejukkan.


Di sisi lain, Marcus dan Ana tak henti memperhatikan kedua buah hatinya dengan wajah merekah bahagia. "Sepertinya mereka sangat menikmatinya." Seru Marcus tiba-tiba. Kedua tangan yang ia simpan di saku celana, juga kaca mata hitam yang bertengger di atas hidungnya, membuat pesonanya semakin menguar. Banyak pasang mata bahkan sengaja berlama-lama menatap pada wajah itu sekedar cuci mata.


"Iya, mas. Ana bersyukur, karena akhirnya keinginan Maurin bisa terwujud. Dan itu semua berkat mas. Terimakasih banyak, mas."


"Aku juga berterimakasih padamu karena selama ini sudah merawat mereka dengan sangat baik, Ana. Dan maaf, karena di lima tahun perjuanganmu membesarkan mereka, aku tidak ada di sampingmu." Setelah sekian lama memendamnya, akhirnya laki-laki itu bisa mengungkapkan penyesalannya. Penyesalan terdalamnya.


"Kamu perempuan hebat, Ana. Sungguh, aku banyak berhutang padamu. Dan rasanya, sekeras apapun aku berusaha membahagiakan kamu, rasanya tidak akan cukup untuk menebus lima tahun yang telah hilang."


"Kebahagiaan anak-anak, adalah kebahagiaan Ana juga mas. Cukup bahagiakan mereka, itu sudah lebih dari cukup untuk Ana."


"Meski mungkin pernikahan ini berawal dari sebuah tanggungjawab semata, mari kita menjalani pernikahan ini sebagaimana mestinya. Mari mulai belajar mencintai hingga cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Belajarlah mencintaiku walau mungkin itu terasa sulit. Dan aku pun sama, aku akan berusaha mencintaimu dan mempertahankan pernikahan kita."

__ADS_1


Ana menatap wajah itu dengan senyum menyungging di bibirnya. Tatapannya menghangat. "Ya. Mari kita belajar saling mencintai. Mari pertahankan pernikahan kita untuk anak-anak, dan untuk cinta kita yang akan tumbuh nanti."


Marcus menyunggingkan sebaris senyum, kemudian membawa tubuh itu ke dalam rengkuhannya. "Terimakasih Ana. Terimakasih."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Berdoa saja othor bisa update ya, tapi jangan berharap banyak, hihihi


Happy reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2