Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Anelis Hamil?


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Oke, anak-anak... Tidak boleh berlarian." Seru Marvell memperingati, namun tak sedikitpun titahnya itu di gubris oleh ketiga cadel yang tengah asik berlarian kesana kemari. Membuat Marvell seketika itu menghela nafas frustasi. Sepertinya ia salah sudah menjadi pengasuh ketiga cadel itu hari ini.


"Arsha, Mallfin. Coba kalian suruh mereka untuk berhenti." Seru Marvell sudah lelah memperingati.


"Daddy saja tidak didengarkan oleh mereka, apalagi kami?!" Seru Arsha enggan.


"Ohhh, shiiit. Sepertinya aku salah sudah membawa mereka kesini." Desah*nya frustasi.


"Sabar mas..." Menepuk lembut punggung lebar itu, Anelis tau jika kesabaran Marvell setipis tissue.


"Mereka sangat susah di atur, Sayang." Keluh Marvell jengah dengan kelakuan tiga cadel itu.


"Arshi... Berhenti girl. Jangan berlari terlalu jauh." Teriak Marvell untuk kesekian kalinya, namun sedikitpun tak diindahkan oleh si kecil Arshi yang terus saja mengomando pasukannya untuk mengejar dirinya.


"Maura, tunggu sayang." Seru Anelis lembut, membuat gadis kecil itu seketika menghentikan langkahnya dan berbalik pada Anelis saat itu juga. "Ya, onty?"


"Suruh teman-temanmu itu berhenti sejenak. Tidak boleh berlarian. Nanti kalian bisa jatuh dan terluka."


"Iya, onty. Shebeuntall, biall Molla keudall Mollin shama Ashi dullu." Angguk Maura tanpa bantahan.


Gadis kecil itupun berlari mengejar kedua temannya yang sudah berlalu jauh di depan sana. "Mollin... Ashi... ."


Kedua gadis kecil itu serempak menghentikan langkahnya dan menoleh pada sosok Maura yang ternyata tertinggal di belakang. "Ya, Molla. Molla keunnapa teulltinggal. Molla tailled?"


* tailled : tired / lelah


"No no Ashi. Tadi onty Anullish shuttoppin Molla. Onty Anullish shuppik-shuppik eundak bolleh llan-llan kata na. Nanti datuh tullush telluka, Ashi."


*llan-llan : run / lari/ lari-lari

__ADS_1


"Tapi llan-llan shellu sheukalli Molla." Seru Arshi menego.


"Eundak Ashi. Kitta hallush shuttop llan-llan na. Nanti onty Anullish engli-engli gimana? Nanti kita eundak bolleh libullan egin."


"Iya, Ashi. mollin tudjuh. Molla duga tailled shampe mau pishang inihhh." Seru Maurin membenarkan.


"Baiklah, nanti kita llan-llan enjin ya."


*enjin : again / lagi


"Shiap Ashi."


"Shiap Ashi."


Seru kedua pasukan itu serempak.


Dua jam berlalu, Marvell, Anelis, juga anak-anak baru saja keluar dari areal aquarium terbesar itu. Membuat David dan Marcus yang sedari tadi menunggu akhirnya meledakkan emosinya.


"Kalau tidak tau diam saja kau, Marc. Lihat, aku sampai berkeringat karena lelah mengurus ketiga gadis itu." Seru Marvell membela diri.


"Anda berkeringat karena lelah menjaga anak-anak atau karena hal lain, tuan Marvell." Sergah David.


Membuat laki-laki itu sontak berdecih. "Shhht. Pikiranmu sangat kotor, tuan David."


"Tapi mungkin pikiran anda jauh lebih kotor dari saya, tuan Marvell."


"That's right." Timpal Marcus cepat. Membuat Marvell seketika itu berdecak.


"Kalian benar-benar menyebalkan."


"Lihat, anda sangat sensitif hari ini. Apa istri anda tengah hamil saat ini?"

__ADS_1


Ucapan David kala itu membuat Marcus sontak terperanjat menatap sang istri penuh tanya. "Sayang, benarkah itu?"


Membuat Anelis sontak saja kebingungan. Sedari tadi ketiga laki-laki itu terus saja menggunakan bahasa Prancis dan entah apa yang dibicarakan ketiganya.


"Benar apanya mas?"


"Kamu sedang hamil sekarang? Beneran kamu hamil?" Seru Marvell antusias sembari memegang perut rata sang istri.


Membuat Anelia sontak saja mendelik. "Kamu jangan ngawur, mas."


"Ngga, sayang. Kata mereka kamu hamil." Kilah Marvell menunjuk David dan juga Marcus tanpa dosa.


"Kok bisa?"


"Ya biasalah sayang. Kan ada mas... ." Lihat saja, laki-laki itu mulai tersulut karena Anelis tak kunjung memberikan jawabannya.


Perempuan itu hanya bisa menghela nafas dalam. "Maksudnya Ane, bagaimana bisa mereka menyangka Ane tengah hamil, mas?"


"Katanya mas sensitif, Sayang."


"Mas kan memang begitu?"


Membuat kedua laki-laki itu sontak saja tertawa puas menatap wajah cengo Marvell.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2