Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Beullishik


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Pagi-pagi sekali tiga keluarga kecil itu sudah berkumpul di sebuah restoran mewah untuk menyantap sarapan bersama. Wajah riang ketiga gadis cadel itupun tampak begitu kontras dengan wajah kuyu tiga pasang suami istri yang hanya bisa duduk pasrah disana.


"Apa kau tidak tau waktu huh... Ini bahkan masih pukul 7 pagi dan kau mengiyakan saat putrimu itu meminta berkumpul di pagi buta seperti ini?" Keluh Marcus menatap nyalang pada sosok Marvell.


"Ck. Kau lupa jika putrimu juga sama, huh... Sepertinya disini yang normal hanya calon menantuku." Gerutu Marvell ikut emosi sendiri.


"Siapa calon menantu yang anda maksud itu, tuan Marvell?!" Sergah David, tak terima jika laki-laki itu menyematkan nama "calon menantu" itu pada sosok putri kecilnya.


"Ouhhh, ayolah tuan David. Bukankah kita rekan kerja?"


"Itu tidak ada hubungannya, tuan Marvell."


"Baiklah baiklah. Aku akan segera melamarnya untuk putraku agar anda tidak perlu repot-repot lagi mencarikan suami untuk putrimu itu."


"Daddy. Stop it or I will make mommy busy with me and forget about daddy."


(Daddy. Hentikan itu atau aku akan membuat mommy sibuk denganku dan melupakan daddy.)


Seru Arsha tak terima. Membuat Marvell seketika itu menghela nafas dalam. Laki-laki itu lupa jika putranya bisa berbahasa inggris bahkan bahasa prancis. Sepertinya setelah ini ia harus berkomunikasi dengan bahasa Mandarin agar bocah laki-laki itu tak bisa mengerti isi pembicaraannya.

__ADS_1


"Oh boy. It was just a joke between two men."


(Oh boy, itu hanya lelucon antara dua orang pria.)


"I don't care. The important thing is daddy has to stop it."


(Aku tidak perduli. Yang penting daddy harus menghentikannya.)


"Ollang tua shepeulti na puna banak-banak poblem ya, melleka engli-engli mulullu dalli keummalin. Ish ish ish... Eundak patut..." Seru Arshi mengomentari kelakukan ketiga daddy yang terus saja berdebat sejak kemarin.


*poblem : problem / masalah


"Iya Ashi, melleka beullishik sheukalli ya shepeulti pellempuan." Timpal Maurin membenarkan.


Baru juga mulut itu terkatup, suara bersin itu menggema.


Haciuuuuh... .


Membuat semua orang sontak menatap kaget pada sosok Arshi yang ternyata bersin tepat di saat gadis kecil itu menyantap pasta di piringnya. Parahnya, tanpa sadar ada sedikit potongan mie yang keluar dari hidungnya, membuat gadis kecil itu seketika tertawa, merasa lucu karena tiba-tiba mie itu keluar dari hidungnya.


"Ahahaha... Molla Mollin... look look Ashi... Ashi bisha shullap, ahahaha... ."

__ADS_1


Membuat Arsha seketika itu menatap jijik pada sang kembaran. "Kau sangat jorok, Arshi." Keluh Arsha.


"Apa sakit sayang?" Anelis yang dilanda khawatir seketika itu mendekat pada sosok sang putri yang malah cengengesan.


"Eundak mommy. Ini eundak shakit. ini shellu sheukalli. Ashi bisha shullap. Hihihi... ."


"Sini, di lap dulu terus minum." Perempuan itu bergerak mengusap area hidung dan mulut sang putri. Anelis tak habis pikir, biasanya hal itu akan terasa menyakitkan, namun sang putri malah terlihat tertawa karena merasa lucu dengan apa yang terjadi di area hidungnya.


"Ashi, Mollin ajallin shullap na dong... Mollin duga mau shullap shepeulti itu." Seru Maurin tak ingin kalah, membuat Marcus sontak saja memekik. "No girl. Itu menjijikkan."


"No daddy. Itu emmijing. Ashi hebat bisha shullap shepeulti itu."


*emmijing : amazing / hebat


"Ashi, kummon... Ayo Mollin ajallin." Seru gadis kecil itu tak sabar.


Gadis kecil itu tampak garuk-garuk kepala sendiri. "Ashi duga eundak tau Mollin. Pashta na kelluall sheundilli dalli hidung Ashi, hehehe... ."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu

__ADS_1


Happy reading semua


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2